SUAMI IDAMAN WANITA

SUAMI IDAMAN WANITA
BAGIAN 8


__ADS_3

Jasmine masih setia memperhatikan Aditya, hampir tidak mengedipkan matanya dia sangat terpesona pada suaminya itu.


"Ehemm.." Deheman aditnya


"Eh mas sudah masaknya" Kata jasmine kembali sadar


"Dari tadi juga sudah, aku panggil kamu dari tadi tapi malah asyik melamun, melamunkan apa sih" Kata aditya


"Oh itu.. ehh ngga ngelamunin apa apa ko mah hehe"


"Beneran?"


"Iya mas beneran, ayo kita makan dulu perutku sudah lapar sekali"


"Ohiya aku lupa ayo makan, seadanya saja ya nanti kita makan di luar saja oke" Kata aditya


"Tidak perlu mas segini aja sudah cukup ko, mas hebat sekali bisa masak seperti ini, pasti udah banyak wanita yang mas masakin ya"


"Tidak ko kamu yang pertama" Jelas adit


"Yang benar.." Kata jasmine tidak percaya adit hanya mengangguk


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan ya mas" Kata jasmine sambil tersenyum senang


"Iya ayo makan jangan ngobrol terus" Mereka pun menghabis kan sarapan nya dan sesekali ngobrol santai.


"Biar aku saja yang membereskan bekas makanan nya mah" Kata jasmine mencegah adit membereskan piringnta


"Ya sudah kalau begitu tolong ya"


Jasmine pun membersihkan sisa sisa makanan mereka dan membereskan piring kotor untuk di cuci nya, saat jasmine membersihkan dan membereskan piring cucian tidak lepas dari perhatian adityaa, dia sangat bersyukur karena istrinya itu tidak manja seperti kebanyakan dari wanita yang selalu mendekatinya, jasmine sangat mandiri dan bertanggung jawab juga sebagai istri, aditya pun perlahan mendekati jasmine yang sedang mencuci piring


Tiba tiba pluk tangan adit mendarat di perut jasmine, dan menempelkan dagunya di cekuk leher jasmine.


Awalnya jasmine kaget tapi sebisa mungkin untuk tenang karena tahu siapa yang memeluknya saat ini.


"Mass.. ngapain sih aku kan lagi cuci piring" kata jasmine pelan


"Aku ingin memeluk mu seperti ini sebentar saja" Kata adit memejamkan matanya


"Tapi nanti aku susah bergerak mas"


"Tidak apa apa kamu lanjut saja mencucinya aku tidak akan ganggu" kata aditya masih memeluk jasmine


"tidak ganggu gimana kalau kamu seperti ini mas aduhh" Batin jasmine , dia pun langsung menyelesaikan mencuci piringnya dengan cepat.


"Mas aku udah selesai, bisa lepaskan pelukannya"


"Tidak mau ini sangat nyaman"


"Tapi tidak enak nanti dilihat orang" Kata jasmine masih dengan posisi tadi

__ADS_1


"Tidak akan ada yang melihat" Kata aditya sambil menghembuskan nafasnya pada leher jasmine dan itu membuat jasmine geli


"Mas geli jangan bernafas di dekat leherku.."Aditya pun membalikan tubuh jasmine agar menghadap padanya


" Kamu banyak bicara sekali syang"Kata aditya dengan suara serak dan langsung meng***p bibir jasmine


"Mass.. ummmmssss" Kata kata jasmine terpotong karena aditya malah melanjutkan mel**t bibir nya jasmine turun ke leher


"Mas... mass berhenti mas"Ucap jasmine, tapi adit masih saja betah dengan kegiatan mya


"Mas .. mass kita masih di dapur" Kata jasmine lagi sambil berbisik di telinga adityaa, aditpun langsung tersadar dan mensejajarkan wajah nya dengan jasmine


"Kalau begitu kita lanjut di kamar saja" Kata adit masih di kuasai nafsunya dan tanpa aba aba menggendong jasmine menuju kamar mereka


Di dalam kamar jasmine


Aditya meletakan jasmine di atas kasur dengan sangat pelan dan hati hati sambil terus memperhatikan wajah cantik istrinya.


"Jangan melihatku terus mas maluu" Kata jasmine menutup wajahnya


"Kenapa harus malu syang" Kata adtya sambil menyingkirkan tangan jasmine dan pandangan mereka pun kembali bertemu


cup cup cup


"Kamu sangat cantikk"


cup


"Apa kah aku boleh melanjutkan yang tadi tertunda" Jasmine pun tanpak berpikir


Adit pun tak menyia nyiakan kesempatan itu langsung melanjutkan kegiatan nya.


Mereka pun sangat terhanyut dalam kegiatan itu tiba tiba perut jasmine merasakan sakit


"Aduh mas" Kata jasmine kesakitan


"Kenapa ??" Aditpun mau tak mau menghentikan kegiatannya


"Perut .. perutku sakitt" Kata jasmine kesakitan dan sedikit meneteskan air mata , adit pun yang melihat jamsine ke sakitan langsung bangun


"Mana yang sakit ?" Adit pun menyentuh perut jasmine dengan pelan dan mengusap nya


"Sebelah sini mas" Jasmine pun menuntun tangan adit menyentuh bagian yang sakit, ternyata yang sakit adalah bagian perut bawah nya


"Yang ini?" Dan adit pun mengelus ngelus dengan lembut perut jasmine.


Tiba tiba jasmine menutup dirinya dia lupa kalau saat ini keadaan nya tidak utuh seperti tadi


"Kenapa ditutup?" Kata adit heran


"Emmm .... malu mass" kata jasmine dengan wajah yang berubah merah

__ADS_1


"Haha sayang sayang tidak usah malu aku sudah melihatnya hemm.." Kata adit terkekeh dan menggelengkan kepala nya


"Tapi tetap saja malu mas"


"Tapi aku masih mau melihatnya" Goda adit


"Ihh ... mas mesummm!!!"


"Masa mesum sih tadi kamu juga yang mengizinkannya kan"


"Hemm tetep saja aku malu"


"Iya sudah terserah kamu saja" Kata adit sambil mengacak rambut jasmine


"Masih sakitt?!"


"iya mass... emm kaya nyaa.."


"Kaya nya apa syang?"


"Itu sepertinya aku datang bulan deh mas" Kata jasmine hati hati adit pun sedikit kecewa


"Yang benar coba cek dulu syang" Jasmine pun mengangguk


"Iya aku cek dulu ya mas" Jasmine pun bangkit ingin pergi ke kamar mandi tapi di cegah adit


"Mau kemana?"


"Mau ngecek lah mas di kamar mandi"Kata jasmine sedikit heraan


" Kenapa di kamar mandi di sini saja bisakan?"Kata adit tanpa ngerasa canggung


"Hah disini mas tapi aku kan maluu" Kata jasmine tertunduk


"Iya ya sudah di kamar mandi saja kalau begitu aku tidak akan memaksa syang" Akhir adit


"Iya mas maaf yaa" Jasmine pun bangun dan pergi ke kamar mandi dengan ke adaan yang sudah berantakan, saat adit memperhatikan jasmine dari belakang adit pun sedikit memperhatikan celana yang di kenakan jasmine ternya ada noda disana


"Syangg"


"Iya mas kenapa"


"Tidak usah di cek lagi kamu memang lagi datang bulan"


"Ko mas udah tahu duluan" Heran jasmine


"Tuhh celana kamu sudah ada noda merah disana syang, kamu langsung bersih bersih saja mandi dan ganti baju ya" Jasmine pun mengangguk dan pergi kekamar mandi


"Padahal tinggal selangkah lagi mendapatkan jasmine seutuhnya, belum ada keberuntungan hari ini untukku, sabar adit pasti nanti juga akan terjadi" Batin aditya


Ya memang adit sudah menyadari bahwa dirinya sudah tumbuh benih benih cinta untuk jasmine, dari pertama mereka bertemu di perjodohan itu namun mencoba sebisa mungkin untuk menutupinya.

__ADS_1


Adit sudah terpikat oleh jasmine maka dari itu sekarang dia ingin jasmine secepatnya mencintai dia agar hubungan rumah tangga nya berjalan dengan lancar seperti semestinya.


#Bersambung


__ADS_2