
Saat aditya sadar apa yang telah dia lakukan adit pun berdehem menetralkan situasi yang sempat panas itu.
"Ehemm... Maafkan saya jasmine saya sudah lancang" Kata adit sambil menutup kembali punggung jasmine
"Tidak apa apa mas". Jawab jasmine gugup
" Kalau begitu saya kekamar mandi dulu". Adit pun pergi ke kamar mandi untuk menetralkan nasfu yang ada pada dirinya ia pun mandi dengan air dingin di tengah malam.
"Duh ko jadi gugup banget kaya gini sih, jika pun memang waktunya sekarang aku bakalan melakukan kewajibanku dengan baik" batin jasmine merasa sedikit resah
Setelah 15menit cukup untuk meredakan nafsunya adit pun keluar kamar mandi
"Kamu sudah mandi rupanya" Tanya adit pada jasmine yang sedang mengeringkan rambutnya yang basah, aditpun kembali tertegun melihat jasmine sangat cantik ketika tidak memakai riasan apapun.
"Iya mas aku mandi di kamar nya bang bima abisnya udah ga tahan gerah" Jawab jasmine
"Oh begitu" Kata adit singkat
"Huh dasar singkat sekali jawabnya" Batin jasmine
Apa aku harus tidur seranjang dengannya dalam keadaan canggung seperti ini. Semua pasti cepat berlalu jasmine kamu harus yakin, semangat jasmine pada dirinya sendiri
"Ada hal yang mau saya katakan padamu jasmine"kata adit sambil duduk di ujung ranjang
"Iya apa itu mas"jawab jasmine menghadap adit , dan mereka pun sudah saling berhadapan
"Saya akui bahwa diriku ini memang orang nya cuek dan tidak mudah peka terhadap apapun, dan tidak mudah bergaul juga apa lagi dengan orang asing, dan aku juga tipikal orang yang simple ga mau ribet, tapi..." Kata adit terhenti
"Tapi apa mas?"tanya jasmine karena aditya menghentikan bicaranya
"Tapi dalam sebuah pernikahan saya tidak mau adanya main-main saya hanya ingin menikah satu kali seumur hidupku, dan tidak mau adanya penghianatan di pernikahan" Jasmine pun terdiam karena tidak menyangka bahwa aditya akan bicara seperti itu padanya.
"Aku mengerti mas, mas ga usah khawatir aku sudah menyiapkan diriku untuk semuanya, aku akan sabar dan berjuang menjaga rumah tangga kita sampai kapanpun itu janji aku" Kata jasmine mantap
"Syukurlah kalau kamu mau berjuang demi rumah tangga kita ku pikir kamu akan menolak"ucap aditya lega
"Tidak pernah ada dalam pikiran ku untuk menolak ya meskipun aku juga butuh waktu beradaptasi dengan kehidupan baru aku mas aku akan berusaha yang terbaik"
__ADS_1
"Terimakasih jasmine karena kamu sudah mau menerima saya, saya berjanji akan berusaha lebih memahamimu dan menjaga rumah tangga kita dengan sebaik baiknya" Adit pun berkata bersungguh sunggu dan reflek memeluk jasmine ia pun membalas pelukan adit. .
"Saya ingin kita memulai nya secara perlahan ya" kata adit di sela pelukan mereka dan jasmine hanya mengangguk saja
"Mas apa aku boleh meminta sesuatu?" dengan perlahan jasmine melepaskan pelukan adit
"Boleh apa itu?"
"Aku pengen mas lebih santai bicara sama aku jangan terlalu kaku apa lagi mas bilang saya atau apa lah ita udah sah menjadi suami istri"
"Saya.." Sebelum adiy menyelesaikan bicaranya jasmine pun langsung memotong
"Tuh itu maksud jasmine mas lebih santai saja mas bicaranya mas bisa panggil jasmine apa aja terserah mas, jangan terlalu kaku aku bukan rekan kerja kamu mas.." jelas jasmine sedikit cemberut,
"Iya maaf aku usahakan ya" Kata adit sambil mengacak rambut jasmine dan jasmine pun mengangguk
"Apa kamu lelah, ayo kita tidur sudah sangat malam jasmine"
"Iya mas cukup lelah"
"Selamat malam istriku" Di sela kecupan nya
"Selamat malam mas" jawab jasmine tersenyum dengan manis dan mereka pun langsung tertidur karena memang hari ini sangat melelahkan.
Tak terasa pagi pun tiba, di perlihatlan sepasang pengantin baru yang masih tertidur dengan pulas nya dan sambil berpelukan, adit sudah bangun terlebih dahulu dan betah memandangi wajah polos istrinya itu
"Kamu sangat cantik sekali dengan wajah polos seperti ini" kagum adit sambil membereskan anak anak rambut jasmine dan tak lama ada tanda tanda jasmine akan terbangun adit pun kembali tertidur lagi
Jasmine pun melakukan yang sama dengan adit tadi memperhatikan wajah tampan adit, dan sesekali menyentuh rahang,hidung, mata,alis dan bibir nya.
"Kamu memiliki wajah yang sempurna mas"kata jasmine pelan dan sedikit demi sedikit jasmine mendekatkan wajahnya ke pada adit, adit yang merasakan wajah jasmine mendekat langsung membuka mata nya dan langsung menggecup bibir jasmine
" Mas... sudah bangun dari kapan?"kaget jasmine dan reflek menyentuh bibirnya
"Aaaaa......." Teriak jasmine
"Sutttttt....." adit pun menenangkan jasmine yang tiba tiba berteriak
__ADS_1
"Aaaa ciu**an pertamaku" kata jasmine adit pun terkekeh
"Apa benar itu ciu**an pertamamu " jasmine pun mengangguk
"Itu bukan ci**an jasmine hanya mengecup saja" kata adit lagi
"Memang ada beda nya mas" jawab jasmine polos
Dan tanpa aba aba aditya pun langsung menge**p bibir jasmine kembali dan melu*at nya jasmine pun kembali kaget dan pasrah dengan apa yang adit lakukan padanya dan hanya diam tanpa merespon
"Buka mulut nya jasmine" kata adit di sela sela ciu*an nya jasmine pun menurut dan membukanya, tanpa sadar jasmine pun terhanyut dengan sendirinya dan membalas ciu*an adit dan adit pun lebih semangat karena sudah mendapat respon dari jasmine
Merekapun sangat menikmatinya, dan tak lama adit mengakhiri ciu*annya karena nafas nya sudah habis, jasmine pun sama setelah terlepas jasmine pun terlihat ngosngosan kekurangan oksigen
"Itu yang namanya ciuman jasmine" Kata adit dan jasmine pun menyembunyikan wajah nya pada selimbut
"Aku malu mass" kata jasmine pelan
"Kenapa harus malu kita sudah sah jasmine"
"Tapi aku kan belum gosok gigi" Adit pun terkekeh mendengar pernyataan jasmine
"Tak apa ko , justru sangat manis" Jawab adit jasmine pun kembali tersipu dan hal itu membuat pipi jasmine memerah
"Sudah cukup siang ayo bersih bersih setelah itu kita sarapan" ajak adit
"Iya mas"dan mereka pun membersihkan dirinya masing masing lalu keluar kamar menuju tempat makan namun dilihat di meja makan belum ada sarapan apa apa
" Loh ko sepi sih dan ga ada sarapan juga pada kemana semua orang" kata adit heran
"Iya mas tumben sekali padahal aku sudah lapar"
"Sabar ya kalau begitu aku saja yang masak untuk kita" Adit pun langsung menggulungkan kemeja nya setengah dan langsung memakai celemek
Jasmine pun hanya memperhatikan aditya semua gerak gerik adit dalam hati jasmine sangat mengagumi suaminya itu sudah tampan mapan dan pintar memasak lagi, suami idaman sekali.
#Bersambung
__ADS_1