
Dalam perjalanan jasmine tak henti-hentinya bercerita pada sang kakak, saking ia bahagianya bertemu dengan bima kembali ia juga sangat merindukan kakaknya itu.
"Jadi kakak bakalan menetap disini?"Tanya jasmine girang
"Tentu, sudah waktunya papah pensiun bukan, lagi pula kasian mamah pasti kesepian di rumah dengan adanya papah di rumah mereka berdua bisa menikmati masa tua bersama"jelas bima sambil masih fokus dengan menyetirnya
"Benar apa kata kakak, emm sejujurnya jasmine sudah mengambil percepatan kuliah ka"Ucap jasmine pelan
"Apa?!!"ucap bima kaget
"Iya ka jasmine udah ngambil percepatan kuliah, jasmine ingin lulus tahun ini"jelas jasmine
"Tapi itu kan akan membuatmu sibuk dan juga lelah sayang, lagi pula kata mamah kamu kan lagi hamil muda"ucap bima sangat khawatir dan tidak setuju tentunya.
"Jasmine yakin bisa ko, kaka ga usah khawatir jasmine akan baik-baik saja"ucap jasmine meyakinkan sang kakak
"Apa alasan kamu mengambil keputusan itu, apa memang perusahaan papah sudah butuh kamu turun tangan?"tanya Bima tak habis pikir dengan jalan pikir adik tersayangnya itu
"Selain jasmine memiliki alasan yang sama seperti kaka, jasmine juga kasian liat suami jasmine ka mas adit suka lembur terus ia juga sering ke lelahan mengurus perusahaan sendiri ka, kakak juga tau kan perusahaan mas adit bukan perusahaan yang kecil"jelas Jasmine
"Tapi kamu akan kehilangan masa-masa kuliahmu sayang, lagi pula kamu masih semester berapa ingin percepatan kuliah itu akan sangat berat dan melelahkan"ucap bima
"Apa kaka meragukan ku?"tanya jasmine
"Bukan kaka meragukanmu sayang, tapi kaka hanya khawatir apa kamu lupa kamu lagi hamil muda"jawab bima
"Kaka tau kamu pasti mampu melakukan percepatan kuliah itu, tapi kamu juga harus memikirkan calon baby kalin"sambung bima
"Kaka ga usah khawatir jasmine bisa jaga calon baby dengan baik, lagi pula jasmine memiliki mas adit yang akan bantu dan juga ada kaka bukan"ucap jasmine dengan senyum kemenangan
Bima pun hanya menghela nafas berat mau tak mau ia pun menyetujui keputusam jasmine meskipun berat.
"Baiklah jika itu keputusanmu kaka akan bantu kamu jika kamu butuh bantuan kaka, oke. Dan ingat jangan sampai kelelahan"putus bima
"Makasih kaa, loveyouu"ucap jasmine sambil memeluk tangan bima erat
"Ya apapun untuk kamu adik kecil, loveyoutoo"jawab bima sambil mengacak rambut jasmine
"Ngomong-ngomong, kamu sudah bicarakan masalah ini dengan suami kamu?"tanya bima jasmine pun hanya menggelengkan kepalanya
"Loh kenapa?"heran bima
__ADS_1
"Hari ini jasmine akan bicarakan dengan mas adit, jasmine nunggu dulu surat persetujuan dari kampus baru bicara sama mas adit"jelas jasmine
"Saran kaka, nanti saat kamu akan mengambil keputusan seperti ini lebih baik kamu bicarakan dulu dengan suamimu, mau bagaimana pun juga suamimu berhak yang pertama tau segala keputusan yang akan kamu ambil sayang kamu sudah menjadi tanggung jawabnya"wejangan bima
"Jasmine cuma berniat kasih kejutan saja sama mas adit ka, tapi benar juga apa yang kaka katakan"ucap jasmine langsung terpikir dengan ucapan kakanya
"Apa mas adit akan marah ya ka dengan keputusanku ini"ucap jasmine
"Kaka ga tau pasti sayang, semoga saja adit akan mengerti dengan alasan yang akan kamu sampaikan dengannya nanti"jawab
"Semoga saja ka"ucap jasmine mengaminkan dalam hati
Setelah lama di perjalanan akhirnya bima dan jasmine sampai di tempat tujuan mereka, bima membawa jasmine ketempat dimana dulu ia sering menghabisakan waktu dengan sang adik kecilnya.
Tempat yang mereka tuju adalah sebuah danau yang asri, masih sedikit orang yang datang kesini karena memang sedikit jauh dari perkotaan.
Mereka pun turun dari mobil, jasmine pun langsung berlari menuju arah danau itu saking senangnya ia kesini ia hampir lupa bahwa ia sedang hamil.
"Jangan berlari jasmine ingat kamu lagi hamil"ingat bima sedikit berteriak
Jasmine pun mengangguk mengerti lalu berjalan dengan santai menuju danau, bima pun hanya menggelengkan kepalanya.
Jasmine merentangkan tangannya dan mengambil nafasnya dalam-dalam menghirup udara disana lalu membuangnya pelahan.
"Aghh segarnya, masih sama seperti dulu ka"ucap jasmine sambil mendongkakan kepalanya ke arah bima.
"Iya meskipun kita sudah lama tidak kesini suasana disini masih sama"ucap bima sambil mendudukan dirinya di tanah tanpa alas apa pun.
Jasmine pun mengikuti kakanya mendudukan dirinya di samping bima, tanpa alasan apapun juga.
"Kamu masih ingat tidak waktu kita pertama kali kesini?"tanya bima pada jasmine
"Emm kalau jasmine ga salah waktu kaka masih di bangku SMA"jawab jasmnie mengingat-ngitan pertama kali mereka kesini pasalnya waktu itu jasmine masih sangat kecil.
"Iya kamu benar waktu itu kaka masih di bangku SMA, waktu itu kamu masih sangat kecil"jawab bima sambil terkekeh
"Dan sekarang juga masih kecil"sambung bima sambil ketawa
"Aku sudah besar ka, apa kaka lupa aku sudah mau jadi mommy"ucap jasmine tak terima karena sering di panggil anak kecil
"Iya-iya kamu memang sudah dewasa, tapi tubuh mu masih kecil"ucap bima kembali terkekeh
__ADS_1
"Ish nyebelin deh"ucap jasmine sambil cemberut
Bima pun menyudahi tawanya dan mulai merubah wajahnya dengan serius dan menoleh ke arah jasmine.
Jasmine yang mendapat tatapan wajah dari sang kaka seperti itu pun menatap dengan bingung seolah bertanya ada apa itulah pikiranya.
"Jasmine apa selama pernikahan mu dengan aditya kamu bahagia?"tanya bima tiba-tiba
"Kenapa kaka tiba-tiba menanyakan ini?"tanya jasmine balik
"Kaka hanya ingin tahu bagaimana perkembanganmu dengan aditya selama ini"ucap bima
"Sejauh ini kami baik-baik saja ka"jawab Jasmine seadanya
"Apa kalian sudah saling mencintai?"tanya bima lagi
"Hemm iya ka, kami sudah saling mencintai malah di saat usia pernikahan kami yang masih belum lama mas adit sudah menyatakan perasaannya"jawab jasmine
"Ya jujur, dulu jasmine sempat berpikir aneh-aneh tenang hal apa yang akan terjadi saat kami sudah menikah, mungkin diantara kita akan ada yang saling membenci namun faktanya ternyata salah"lanjut jasmine lagi
"Ternyata kami dengan mudahnya memiliki perasaan yang sama, dan itu membuat hubungan aku dan mas adit menjadi semakin erat"ucap jasmine sambil memandang lurus kedepan menerawang di masa awal-awal jasmine dan adit menikah.
"Apa semua ucapan kamu ini benar adannya?"tanya bima masih ragu dengan jawaban jasmine
"Ka jasmine tau kaka pasti khawatir dengan pernikahan jasmine, tapi semuanya baik-baik saja mas adit memang jodoh yang tepat untuk jasmine
"
"Kaka akan tau sendiri bagaimana mas adit memperlakukan aku saat kami bersama dan kaka akan percaya bahwa semua ucapan aku ga pernah bohong"lanjut jasmine
"Baiklah kaka percaya sama kamu sayang, tapi kamu harus ingat jika adit menyakitimu kaka ga akan tinggal diam begitu saja dia akan habis di tangan kaka, kaka seperti ini karena kamu adik kecil ke sayangan kaka ingat itu"ucap bima dengan penuh dengan penekanan
"Kaka tenang saja, mas adit tidak akan seperti itu jika mas adit menyakitiku jasmine akan langsung ingat dengan kakaku ini"ucap jasmine sambil tersenyum bahagia inilah bima yang jasmine sayangi, kaka yang ia sayangi.
Bima akan selalu khawatir jika jasmine tersakiti, dan sangat melindungi adik satu-satunya itu.
Mereka berdua pun menikmati danau dengan penuh canda tawa, layaknya kakak dan adik seraya melepaskan rindu apapun yang ingin mereka ceritakan semua nya tercurah saat ini.
Kebiasaan ini tidak berubah dari dulu ini yang membuat mereka selalu dekat tak terpisahan.
TBC.
__ADS_1