Suamiku Duda Beranak Satu

Suamiku Duda Beranak Satu
Tante, Dimana Mama?


__ADS_3

"Mas, Apa yang kalian lakukan. aku ini Istrimu kenapa kau bermain Api dengan wanita ini"


"Istri? haha bahkan kau tidak pernah lagi memuaskannya sejak putri kalian lahir" ucap Xera


"Diam kau wanita ja**ang" bentak Elvi


"Apakah perkataanku salah? tanya pada suamimu? apakah dia masih tetap setia samamu? atau dia sudah berpaling darimu?" tanya Xera


"Mas apakah benar yang dikatakan wanita itu? jawab mas" teriak Elvi membuat sigadis kecil yang tidur di Sofa terbangun


Dia melihat Mamanya yang seakan memarahi sang Papa, sedangkan Sang Papa memeluk stay pinggang Xera.


"Ya,dia benar aku sudah muak denganmu. tubuhmu makin hari makin menjijikkan. kenapa mau marah? mau nampar? nah silahkan" ucap Wiliam membuat Elvi menangis dan tidak berkata kata lagi. rasanya hatinya hancurr hancurrr. dia mempercayai sang suami tapi kepercayaan itu hilang seketika.


"Sudahkan, kamu sudah mendengarnya"


"Itu tidak mungkin, aku percaya pada suamiku"


"Oh baiklah,jika kamu tidak percaya. Kami akan melakukan pergulatan panas dihadapanmu" ucap Xera sambil membuka baju yang dia pakai dan itu membuat Wiliam tidak bisa menahan hasratnya dan terjadilah pergulatan hebat di Lantai yang berlapisin keramik itu.


Elvi yang melihat itu, seperti tidak percaya lagi pada sang suami. Sunngguh pemandangan yang diluar batas Elvi terjadi, Elvi meringkuk sambil memegang kedua lutunya sambil berderai air mata.


Sedangkan si Kecil Elina, dia melihat Mamanya begitu Menderita dan dia melihat adegan dewasa yang tidak seharusnya terjadi. Dia melihat kesedihan mamanya dan dia juga melihat adegan dewasa, dia melihat itu secara bergantian dan membuat Pikiran dan hatinya terasa takut. dia mencoba menutup Matanya tapi tidak bisa karna bayangan sang Mama dan adegan itu terus muncul di benaknya.


flashback off


"Tidakkkkkkk" teriak Elina membuat Zavera menghernyitkan keningnya.


"Ada apa kak? ada apa denganmu?"


"Mama, aku mau sama Mama" teriak Elina yang seperti masuk kembali kedunia kecilnya.


"Mamaaa, kenapa Mama bunuh diri? apa Mama tidak sayang sama Elina?" tanya Elina pada Zavera membuat Zavera bingung.

__ADS_1


Apakah kesadaran Elina hilang? itulah yang muncul didalam pikiran Zavera


"Mama, aku benci sama Papa. Em Zifa Zifa aku harus pergi ke Panti Zifa" ucap Elina sambil melangkahkan kaki keluar rumah.


Zavera yang melihat itu kaget" Apakah Kak Elina, kembali pada masa lalunya?" pikir Zavera.


Zavera yang tidak menyadari akan kepergian Elina. dia hanya teruss berpikir, mungkinkah itu hanya bercanda. itu lah yang dipikirkan oleh Zavera.


"Tante Mana Mama?" tanya Kenzo yang baru muncul diikuti oleh Alya.


"Mama? em Kak Elina?" tanya Zavera yang kadang bodohnya stay on.


"Iya Tante, Mama Dimana?" tanya Kenzo


"Kak Elina tadi disini... loh loh Kak Elina dimana?" ucap Zavera yang gelagapan mencari sang kakak.


"Kan Tante, tadi kan Mama disini. Mama dimana tante?" rengek Kenzo


"Tante Rina" panggil Kenzo


"Ada apa tuan kecil?" tanya Rina


"Tante, Mama mana?" tanya Kenzo


"Tadi Nyonya disini sama Nona Zavera" ucap Rina


"Tapi Mama tidak ada Tante, Suruh semua para tante maid untuk cari Mama" ucap Kenzo


"Baik tuan kecil" jawab Rina


"Gimana Tante? Mama sudah ketemu?" tanya Kenzo


"Tidak tuan, tidak ada tanda tanda keberadaan Nyonya" ucap Rina

__ADS_1


"Hp mana Hp, Tante Rina pinjam Hp aku amu nelpon Papa" ucap Kenzo


"Baik tuan" ucap Rina lalu memberikan Hp nya.


Kenzo menerima Hp dari Rina dan menekan Nomor Papanya.


Ponsel Arya berdering, ketika Arya mengangkat telepon dari sang putra membuat Arya bingung.


Apa mungkin Elina yang sudah dewasa tiba tiba menghilang begitu saja, tapi ketika mendengar penjelasan dari Zavera ketika Elina berteriak dan ingin kepanti menemui Zifa membuat Arya gelagapan karna menyangkung Zifa.


Mana bisa Elina menemukan Zifa, sedangkan Zifa sudah tiada 7 tahun yang lalu. pikir Arya


Dengan tergesa-gesa dia meraih kunci mobil, dan menuruni Anak tangga karna Lift sedang tidak berfungsi atau masa perbaikan. membuat Arya lelah ketika dia sampai dibawah dengan Nafas ngos ngosan


Tanpa dipikiri Arya, dia melajukan mobilnya menelusuri jalan, pergi mengarah kepanti tempat Zifa masa anak anak. Arya dengan telaten melihat arah kanan dan kiri siapa tau Elina berada disitu.


Elina yang menyebut Nama Zifa berulangkali, dengan perasaan menangis seperti anak anak yang selalu cengeng ketika dimarahin.


Dan Deg


" Elina" ucap Seseorang dan memeluk Elina dengan erat.


Bersambungg


Jangan Lupa


Like👍


Komen✏


Vote Agar Author tambah semangat😁


Dan jadikan cerita ini Menjadi Cerita Favorite kalian.😏😅

__ADS_1


__ADS_2