
Arya melangkah ke ruangan dimana Tempat sang Istri Terbaring lemah. dia melihat ruangan tempat dimana sang Istri , dia ingin melangkah ke Ruangan itu tapi ditahan oleh Ibu Panti.
"Arya" panggil Ibu Panti sambil memegang bahu Arya.
"Ibu" ucap Arya sambil menyalam tangan Ibu Panti.
"Dimana Zifa?" tanya Ibu Panti
Yang Ibu Panti tau, Arya adalah suami dari Zifa. dia tidak tau kalau Arya menikah lagi dan Ibu Panti tidak tau kalau Zifa telah Tiada karna pemakamannya di privasikan oleh Arya.
"Em, Zifa... Zifa" Gagap Arya
"Dimana Zifa Arya?" tanya Ibu Panti lagi
"Zifa sudah tiada buu" ucap Arya dengan keàdaan menunduk dan tidak berani menatap Ibu Panti atau yang sudah dianggap Arya sebagai Ibu Mertuanya karna Ibu Panti yang merawat Zifa sejak Bayi.
Ibu Panti yang tidak percaya akan ucapan Arya,yang mengatakan bahwa yang sudah dianggapnya sebagai Putrinya sudah Tiada.
"Tidak, kamu jangan bercanda Arya... Putriku tidak mungkin tiada" ucap Ibu Panti
"Aku tidak bercanda buu, aku juga sama seperti Ibu terpukul atas kepergian Zifa. Zifa juga Nyawaku Buu...Tapi dia telah meninggalkan ku dan Putranya" ucap Arya
"Putranya? Apa maksud perkataanmu"
"Ya, kami memiliki Putra... Putra kami sudah berumur 7 Tahun. dan Zifa meninggal pada saat melahirkan Kenzo"
"Kenzo?"
"Kenzo adalah Nama Putra kami" lirih Arya
"Bukannya Kenzo itu..
"Nama pemberian Elina pada anak zifa pada saat usia mereka masih kecil" potong Arya
__ADS_1
"Zifa memberitahumu?"
"Aku adalah suaminya, dia istriku. dan sudah sepantasnya kami tidak menyembunyikan rahasia"
"Kenapa kamu ada disini? kemana Cucuku?"
"Kenzo berada dirumah, Saya kesini ingin menjenguk Istri saya Elina" ucap Arya membuat Ibu Panti terkejut.
Yang Ibu Panti Tau, Elina takut akan namanya berhubungan bersama Lawan jenisnya. sekarang dia menikah, itu rasa tidak mungkin!. itu yang dipikirkan Ibu Panti
"Kamu jangan mengada ada, Jika Zifa sudah tiada, maka kamu jangan mengambil Elina dengan seenak jidatmu"
"Aku bukan mengambil Elina Buu, ini permintaan Zifa, Zifa yang memintanya "
"Zifa? tidak mungkin Zifa mau memberikan miliknya kepada orang lain" ucap Ibu Panti yang tidak percaya atas perkataan Arya
"Buu, Jika ibu tidak percaya. aku akan memberikan sebuah bukti pada Ibu" ucap Arya
20 Menit kemudian datang seorang Pria Tampan yang merupakan Asisten Pribadi Arya yang membawakan Laptop pribadi Arya.
"Ini Tuan" ucap Gio Asisten Arya.
Arya menerima Laptop itu dan membukakan sejumlah Vidio tentang Dimana Zifa meminta untuk dividiokan terkahir kalinya agar jika ketahuan, Arya tidak bisa disalahkan.
Arya yang sudah menemukan Vidio itu hanya bernafas lega, karna 7 tahun terakhir ini dia jarang sekali membuka File Galeri yang berada di Laptopnya itu.
Arya memberikan Laptop itu kepada Ibu Panti, dan Ibu panti menerimanya, walaupun dia tidak tau apa isi dan maksud dari Arya.
Ibu Panti begitu terkejut melihat Zifa yang wajah Pucat Pasi sambil berbicara walaupun Perkataanya sedikit gagap karna Energinya terkuras habis karna habis melahirkan
Ibu Panti meneteskan Air Matanya ketika mendengar ucapan Zifa. Dia tidak menyangka Zifa yang dia kenal kuat rupanya memiliki Penyakit yang hebat, dan dia sudah berjuang untuk melahirkan anak buat Arya.
"Maafkan Ibu" ucap Ibu Panti Menunduk dia sangat malu telah menuduh Suami Putri angkatnya.
__ADS_1
"Tidak Bu, ibu tidak salah. akulah yang salah, aku yang membiarkan Zifa Hamil. Jika aku tau penyakitnya aku tidak mungkin menyuruhnya memiliki Hamil. ini salah Arya Buuu" ucap Arya sambil menangis mengingat Gimana Arya menyuruh Zifa untuk hamil, sedangkan Zifa terdiam seribu bahasa ketika mendengar ucapan sang Suami.
Flashback On
Setelah Pergempuran hebat diatas Ranjang, Arya yang sudah lelah dia membaringkan tubuhnya dan wajahnya menghadap kearah wajah Zifa yang terlihat kelelahan dia membelainya dengan kelembutan dan seketika arah pandangannya menuju keperut Rata Milik Istrinya.
Dia bingung,Dia sudah menjalankan rumah tangganya dengan Zifa bertahun tahun lamanya. tapi Sampai sekarang Zifa tidak mengandung Buah Hatinya.
Dengan Keberanian dia menyentuh perut Zifa dengan belaian lembut.
"Kapan kamu hadir didalam Sini? Papa akan menantimu" ucap Arya lalu menarik Zifa kedalam pelukannya walaupun mereka sama sama Polos.
"Aku akan berusaha untuk menghadiamu Seorang Anak " batin Zifa sambil merasakan kehangatan didalam Pelukan Arya.
Flashback off
Arya yang mdngingat itu, dia kembali merutuki kesalaahannya. jika dia tidak meminta seorang anak maka Zifa masih ada berada disisinya sampai sekarang.
Tapi Takdir berkata lain. Dan Arya hanya menerimanya dengan lapang Dada...
BERSAMBUNG
jangan lupa dukung Author
Kalau ada yang belum tau gimana caranya Vote boleh tanya Author kok!
Hmm Kalau mau boleh kenalan langsung sama Author boleh kok!
Ini Nama Ig: Rahelpasaribu31
Kalau mau WA bisa Dikolom komentar
oke bayyy sampai jumpa ke episode selanjutnya...
__ADS_1