
Pada pukul 20:00 Elina yang sedang berkemas untuk menyusun Pakaian Arya karna Arya akan berangkat besok pagi. Elina melakukan Dengan perasaan Kesal walaupun Elina tidak tega jika Arya tidak diurus olehnya.
"Pakaianku sudah kamu Susun El??"
"hm" deheman Elina.
" Ini Kopermu" ucap Elina
"El... Apa kau tidak berniat untuk memaafkan aku??" tanya Arya sebelum dia melangkah pergi ke luar kota untuk menyelesaikan Pekerjaan.
"Mas Arya, El rasa Mas Arya gak punya salah dan El hanya diam karna Mas Arya punya istri lagi dan kejadian Tadi Malam...El Maklumin karna El udah tau rencana Mama. El lihat Mama masukin Sesuatu ke minuman El, El Yakin itu Obat perang****." ucap Elina dengan Tatapan Sendu
"Jika kamu tau? Kenapa kamu tidak membuangnya??" tanya Arya
"El, hanya ingin Rasakan gimana rasanya bercinta... El ingin menjadi Istri sempurna buat Mas Arya. El ingin melupakan kejadian Malam itu dan El akan merasakan kejadian itu, karna El kehilangan kesadaran" ucap Elina
"El... Maafkan aku." ucap Arya yang lagi lagi Minta Maaf.
"Tidak Mas, Mas mau pergi keluar kota mau berapa tahun??" tanya Elina membuat Arya melototkan Matanya dengan tajam.
Elina yang ditatap Arya dengan tajam apalagi Lototan Mata Arya membuat Elina ketakutan. tapi dia menepis rasa takutnya, karna Elina tau, Arya sedih jika berpisah dengannya apalagi sama Putranya yang baru dijumpainya beberapa bulan akhir ini.
"Mas.."panggil Elina sambil memegang lengan Arya tapi ditepis oleh Elina.
"Mas... El gak bermaksud...
"Bermaksud apa? Kamu mau aku ninggalin kalian lagi? Aku berencana ingin bawa kalian ke luar negeri..." ucap Arya membuat Elina bingung.
"Bukannya yang mau kerja Mas ya?? kok Kami dibawa? emang kami barang apa??" kesal Elina dengan otak bodohnya itu.
Arya tertawa terbahak bahak mendengar kebodohan Elina. dia ingin sekali menghukum Elina, tapi Arya tidak akan melakukan KDRT ataupun hukuman Badan Seperti di Novel novel lainnya.
"Kau bodoh atau Oon sih?" tanya Arya
__ADS_1
"Perbedaan Oon dan Bodoh apa?" tanya Elina membuat Arya menepuk dahinya.
Sungguh Sejak Malam Panas itu, Otak Elina agak geser sedikit.
"Mas Arya kok diam sih??" tanya Elina
"El, Kau tau... Dulu aku meninggalkanmu karna aku tidak ingin mempunyai hubungan apa pun sama Kamu El. Sungguh aku egois pada hari itu,apalagi aku tidak terima Istriku meninggal saat melahirkan Kenzo Putra kami. Rasanya pada saat itu Aku ingin pergi menyusul Istriku, aku ingin pergi bersamanya... Tapi kau tau El, Ntah dorongan apa? Aku melihat Kenzo dan mengingat ucapan Istriku. Istriku seorang Yatim Piatu, dan aku tidak mau nasib Kenzo sama seperti Ibunya yang dulu... " ucap Arya mengeluarkan kesedihannya tanpa menyebut Zifa dalam pembicaraan itu.
Dengan keberanian Elina menyentuh pundak Arya yang terdengar menahan Isak tangisannya.
"Menangislah..." ucap Elina sambil menyandarkan kepala Arya dibahu Elina.
Dengan Penuh Kenyamanan Arya menyakinkan dirinya dan berusaha menarik nafas dalam dalam agar kesedihannya berkurang dan melihat Elina duduk dalam lamunan
"El.." panggil Arya membuyarkan lamunan Elina
"Sudah nangisnya?? Aku pikir Arya yang bijaksana ini seorang yang kuat" goda Elina sambil mendekatkan Wajahnya dan memperhatikan wajah tampan suaminya.
"Mas Arya aku boleh meminta sesuatu??" tanya Elina
"Jika aku mampu Memenuhi permintaanmu aku akan melakukannya. Katakanlah apa permintaan mu? tapi jangan aneh aneh!" ucap Arya sambil mencolek hidung Elina .
"Isss, Aku ingin mengulangi malam panas itu dengan kesadaran bukan pengaruh obat" Bisik Elina membuat Arya tersedak padahal Arya tidak minum ataupun Makan sesuatu.
Uhuk uhuk batuk Arya.
"Pasti Mas Arya gak mau ya?? yaudah deh Elina gak maksa" ucap Elina dengan wajah terkekeh.
"Tunggu" ucap Arya yang menghentikan pergerakan kaki Elina.
"Ada apa??" tanya Elina dengan berani Arya mendekat kearah Elina dan dengan sigap Elina mundur kebelakang dan diikuti oleh Arya dan Bruk Elina tidak memiliki jalan lagi, dia kini berada didekat tembok dan didepannya dia berhadapan dengan Arya sang suami.
"El,apa kau yakin dengan perkaataanmu? jika kau serius dengan senang hati aku akan menerimanya" ucap Arya dengan mengusap kecil wajah cantik Elina.
__ADS_1
"Ehm Tapi..
"Gak ada tapi tapian, kamu yang nawar dengan arti kamu sedia dan kamu sudah siap" ucap Arya membuat Elina kelimpungan dan ingin mencari ide agar lepas dari Arya.
Tadi dia tidak berniat untuk serius dengan perkataannya, dia hanya ingin menggoda kejantanan yang dimiliki Arya.
"Mas Arya...
"El ayolah, kau jangann menolak nya lagi" ucap Arya
"Hm, tapi aku takutt melihat Gulatan itu lagii..." ucap Elina membuat Arya akan mencari Ide untuk Elina tidak melihat dan hanya bisa merasakan. Tiba tiba Ide berlian muncul dari otak Arya, dengan terburu buru karna tidak sabar, Arya mengambil Syall lembut yang terbuat dari bulu Domba atau Syall mahal yang dibeli Arya ketika dia keluar negeri agar tidak kedinginan.
"Ini.." ucap Arya memberikan Syall Indah dan lembut jika disentuh.
"Untuk apa?? " tanya Elina membuat Arya mebepuk dahinya berulang kali.
Arya membalikkan tubuh Elina dan memasangan Syall itu dan Syall itu menutupi Mata indah milik Elina. dengan perasaan Sempurna Arya membalikkan tubuh Elina dan Cupp, Arya hanya mengecup kening Elina yang agak sedikit tertutupi oleh Syall itu.
"Kenapa Mas? ini gelap" ucap Elina yang tidak bisa melihat apa pun.
"Bayangkan saja kamu lagi sedang menikmati pemandangan yang indah" ucap Arya lalu menuntun Elina untuk berjalan kearah Tempat tidur. Disaat Elina terbaring ditempat tidur.
Rasanya Arya ingin melakukan segera tanpa perlu berbasa basi.
"Aku akan melakukannya, kamu hanya tinggal menikmati" ucap Arya membuat Malam Panas itupun terjadi lagi.
Malam panas dilakukan dengan kesadaran walaupun perbedaannya Elina tidak bisa melihat tapi Elina bisa merasakan sensasi Malam indah itu.
Bersambungg
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan jadikan cerita ini menjadi Favorite kalian.
dan jangan lupa share agar teman teman lainnya dapat membaca cerita ini.🌻
__ADS_1