
"Kau sangat manis" ucap Zifa
"Terimah kasih" ucap Elina kaku karna cuman kepada Mama Elvilah dia mengucapkan kata itu.
Dengan Perut yang Kosong Akhirnya Elina mengambil dan memakan makanan itu dengan terburu buru karna mengingat waktu yang sudah hampir magribh.
"Kenapa terburu-buru hem??" tanya Zifa
"Hm, Aku harus mencari uang untuk tamabahan belanja" ucap Elina yang menceritakan masalahnya, karna bagi Elina dia sudah nyaman atas kebaikan dari Zifa.
"Kenapa kamu harus cari uang? apa kau tidak memiliki orang tua sepertiku??" tanya Zifa dan digelengkan oleh Elina.
Dia masih memiliki Keluarga itulah yang dihati Elina. dia masih memiliki seorang Papa dan Mama walaupun Mama tiri tapi Elina menyayanginya.
"Jadi, Kenapa kau ingin mencari uang?? " tanya Zifa
"Aku butuh, jika aku tidak mendapatkannya maka aku akan dihukum" ucap Elina dengan wajah sedih.
"Jangan menangis! Aku tidak memiliki apa pun. aku tidak bisa membantumu karna aku juga memiliki adik panti yang banyak dan harus membantu Ibu Panti mengurus mereka" ucap Zifa
"Tidak apa apa, aku sangat berterima kasih karna kau telah memberikan aku makanan yang selejat ini " ucap Elina yang mengatakan ikan Asin dan sayur ubi ditumbu itu makanan enak.
"Kau sangat menyukainya?" tanya Zifa, kali ini kenapa perasaan Zifa terasa terikat dengan kondisi Elina.
" Ya aku sangat menyukainya, itu adalah makanan yang paling enak" ucap Elina dengan nada menggiurkan selera makan.
"Jika kamu punya waktu mampirlah kepanti seberang sanaaa,itu tempat aku tinggal. jika kamu datang,aku akan memberikan makanan seperti itu lagi kepadamu" ucap Zifa
"Oya, perkenalkan Namaku Zifa Mikha" ucap Zifa mengukurkan Tangannya untuk ingin berjabat tangan sebagai tanda pertemanan.
Dengan senang hati Elina membalas uluran tangan Zifa.
"Namaku Elina" ucap Elina dengan raut wajah begitu membahagiakan.
"Kau begitu manis, aku pulang dulu" ucap Zifa melambaikan tangannya.
"Terimah kasih atas makananya" ucap Elina dan dianggukin oleh Zifa.
Dirumah
"Dari mana aja kamu?" teriak Xera
"Belanja segitu aja tapi lama banget pulangnya" protes Xiola yang ikutan seperti Mamanya walaupun hati kecil Xiola tidak ingin menyakitin Elina.
"Maafkan aku Ma.." ucap Elina menunduk
"Hari ini kamu tidak boleh makan" tegas Xera.
__ADS_1
Karena sudah memang kebiasaan Elina tidak diberi makan. dia hanya menghela nafas dan minum air putih sebanyak banyaknya agar dia tidak merasa kelaparan lagi dan lagi.
Elina duduk di kamar yang begitu kecil dan kumuh sambil melamunkan seorang Zifa yang membuat Hati Elina nyaman jika didekat Zifa. Jika Elina seorang laki laki maka dengan mudahnya Elina akan jatuh Cinta kepada Zifa.
Flashback Off
"Tante Jadi Tante Zifa itu Sahabat Mama?" tanya Kenzo
"Ya, dia sahabat Mamamu. Kak Zifa adalah sosok cerewet dan penuh perhatian. Mungkin hati mereka sudah terhubung sejak lahir,makanya mereka bertemu bersampingan" ucap Zavera
"Kenzzooo" ucap Elina kesal, dia sudah menunggu lama dan dengan seenaknya mereka asik berbicara .
" Mama..." ucap Kenzo dengan penuh kemanjaan dan lari kepelukan sang Mama.
"Ken, sejak kapan kamu jadi manja begini?" tanya Elina
"Sejak aku lahir" ucap Kenzo yang tidak mau lepas dari pelukan sang Mama.
"Ken...
"Gak mau" ucap Kenzo yang tau Apa maksud perkataan sang Mama.
Kenzo yang baru tau masa lalu mamanya yang begitu kelam menurut kenzo. Dia tidak ingin Mamanya merasakan penderitaan itu lagi.
*Dirumah Xiola*
"Dasar Anak gak tau diri kamu Xi, udah dapat Kaya kamu ngambil sampahnya dan apa ini bayi, kamu gugurkan sekarang . Mama gak mau punya Cucu dari menantu Sampah seperti dia" ucap Xera dengan menghina Sersan yang mencoba melindungi Bayi Yang didalam kandungan Xiola.
"Ma.. sersan itu bukan sampah. Dia suamiku,jika Mama menghina sersan otomatis Mama juga menghina aku" ucap Xiola
"Mass" rengek Xera kepada Wiliam sang Suami yang begitu penurut kepada Xera.
"Xiola Bunuh anak itu" perintah Wiliam dengan nada tegas, dia begitu penurut untuk mengikuti kata kata Xera.
"Tidak akan Pa... Dia anakku dan dia adalah malaikat kecil kami yang akan segera lahir" ucap Xiola
"Sudah cukup" ucap Sersan dengan tegas.
Ya, walaupun dia seorang anak miskin. tapi harga dirinya ada.
"Om dan Tante tidak boleh menyuruh Xiola untuk bunuh anak kami. Dia itu Cucu kalian... " ucap Sersan dengan nada lembut walaupun hatinya ingin berkata kasar kepada orang tua Xiola.
" Diam kau " ucap Xera dengan mata membunuh
" Mama pastiin kalian akan kesusahan" ucap Xera dan menarik lengan suaminya.
Xiola yang baru pertama kali dapat ancaman dari Mama yang selalu memanjakan dirinya. Kini Sedang mengancam Xiola putri kesayangannya sendiri, sungguh dunia itu terlalu kejam.menurut Xiola.
__ADS_1
"Kau jangan turutin perkataan orang tuamu" ucap Sersan sambil menatap wajah sang istrinya .
"Aku tidak akan Menurutin mereka Mas" ucap Xiola dengan memeluk Sersan.
...----------------...
Elina memasuki Bangunan yang menjulang tinggi dan menatap kearah bangunan itu. 7 Tahun Elina menjalankan Pernikahan dengan Arya tapi, Arya tidak pernah Mengajak dia datang kekantornya.
"Selamat pagi mbak? Mbak ingin bertemu dengan siapa?" tanya salah satu karyawan yang melihat keberadaan Elina sambil menggandeng anak kecil.
"Kami ingin bertemu dengan Papa" ucap Kenzo
Dengan Mata Menatap tidak percaya Karyawan itu meledek anak kecil itu, Karna anak kecil itu dengan beraninya mengatakan dia ingin berjumpa dengan Papanya.
"Haha kau ingin berjumpa dengan suamimu? apakah kau tau ini perusahaan suamiku. Dan kau anak kecil mungkin ayahmu tidak ada disini. dan mungkin kalian salah alamat" ucap Karyawan itu.
Elina yang mengangguk percaya,mungkin dia salah alamat. memang dia melihat Papan nama perusahaan itu Zafano Group.
mungkin Marga Zafano banyak didunia ini. itulah pikiran dari Elina.
Elina yang tidak memiliki nomor Arya, lebih baik dia pulang. tohh dia juga bisa bertemu dengan Arya. batin Elina berkata.
"Kita gak jadi Kekantor Papa?" tanya Kenzo
"Tidak sayang" ucap Elina mengusap wajah kecil putranya itu.
"Hm" deheman Kenzo
"Ayo masuk" ajak Elina menuntun Kenzo masuk kemobil.
Sesaimpainya dirumah, Elina memandikan Kenzo dan membersihkan tubunya. Setelah berkutat dengan Air, Elina memasak Ayam Kecap yang merupakan menu kesukaan Kenzo . Sesaat mereka ingin menikmati makanannya.. tiba tiba Mama Anjani muncul .
"Kalian tidak mengajakku?" tanya Mama Anjani
" Mari ma makan" ucap Elina sambil menyendookan nasi kepiring Mama Anjani.
Setelah selesai Makan, Elina membersihkan seluruh alat makan yang kotor. sedangkan Mama Anjani dia membuat Teh untuk Elina dan memasukkan sesuatu yang berupa bubuk...
Dengan senyuman Bahagia, Mama Anjani menyuruh Elina istirahat dan Meminta Elina meminum Teh itu. Dan seketika tanpa curiga Elina mengangguk dan meminumnya.
Bersambunggg
Hari makin hari Like menurun...
gadak emang mau niatan kalian mau dukung auhtor😣
Padahal Author ingin kontrak agar mendapat penghasilan walaupun dikit.
__ADS_1
Dukung Author😣😚