
"Kenapa dengan Papa Hem?" tanya Arya dengan membelai Wajahnya dengan kelembutan.
"Papa...Hiksh" tangisan Elina pecah, dia teringat dengan Vidio yang ditunjukkan oleh Xera padanya.
"Papa Telah tiada Mas"
Duarrr
Jantung Arya serasa meledak bukan karna merasakan Kesedihan tapi merasakan Keterkejutan dan Melihat Istri yang menangisi Papa yang tidak pernah menganggapnya Ada.
"Jangan Bercanda Elina" ucap Rael sambil menggelengkan Kepalanya.
"Aku gak bercanda Rael, Aku melihat vidio Papa yang sudah tiada di Ponsel Mama Xera. Sungguh aku bersumpah atas perkataanku Aku Jujur, 100% aku jujur" ucap Elina membuat Rael Mengacak acak Gemash Rambut Elina.
"Hei.. kondisikan tanganmu" teriak Arya yang tidak ingin Elina disentuh Oleh Orang Lain.
"Dia sangat Protektif sekàli, itu membuatku Kesal" geram Rael membuat Kay tertawa.
"Hahahahahahah" tawa Kay membuat Elina, Moses, Arya dan Cinta dan termasuk Rael menatap Aneh pada Kay Istri Rael.
"Diacara seirus ini kamu tertawa? Hah Lucu sekali Kayyang Anisarii" geram Rael membuat Kay terdiam. Dia mengingat betul Gimana Kisah percintaan Antara Rael dan Kayyang dia tidak ingin Rael yang dulu dia hanya ingin Rael sekarang yang sudah 100% berubah dan menganggap dirinya.
"Maaf, Lebih baik aku permissi dulu. Mungkin Keberadaanku Tidak dibutuhkan" lirih Kay
"Siapa dia?" tanya Elina yang melihat raut wajah sedih di Wajah Kay.
"Istriku, Kayyang Anisari. Dialah Wanita yang aku sebutkan hari itu dan Kami sudah memiliki Satu Putri. Ahh sudah lupakan, Berikan Alamat Ayahmu" ucap Rael
"Ini bawalah Hp Milikku, Disitu sudah aku buat Alamat Rumah Papa" ucap Elina membuat Arya Murka.
__ADS_1
"Eitsss, Enak Aja. Biarkan aku dan Rael yang pergi. kau Moses jaga Istriku dan Kau Cinta jaga Kenzo Putraku" ucap Arya membuat Cinta memicingkan Matanya dengan Kesal
"ARYA IFDAL ZAFANO, KAUUU PIKIR AKU PEMBANTUMU BODOHHHH" TERIAK CINTA membuat Moses menutup Telinganya.
"Hei Mbak, Jangan berteriak nanti tenggorokan Mbak jadi Rusak" ucap Elina membuat Cinta makin Tambah Kesal. Mungkin Karna Hormon Kehamilan.
"Elina kau dan Suamimu itu selalu membuat Keluargaku kesal. Lihatlah Istri Cantikku jadi Kesal karna ucapanmu. Jika dia kesal berarti Bayi kami juga lagi mode kesal" ucap Moses yang brusaha Menahan Tawanya.
Sebenarnya Moses terhibur karna perdebatan Kecil itu. Apalagi Moses merindukan Momen dimana Arya dan Cinta selalu berdebat.
"Dia istrimu? Dan sedang hamil? Wah wah wah, Selamat Dokter Moses .Aku doakan Anakmu itu setelah lahir selalu muntah melihat Wajahmu" kekeh Elina membuat Cinta melotot tajam kearah Elina.
"Wah wah, Bumil ku yang satu ini selalu saja Marah. Jika kamu mudah marah bisa saja Bayimu akan Tua pada saat lahiran" ucap Elina asal asalan.
"Eitt..
"Benarkah? Wahh Mas Moses bantu akuuuu" isak Cinta membuat Moses merasakan Lelah apalagi mendengar isakan Keluar dari mulut Cinta.
"Mama" sapa Kenzo dengan menggendong Cinta.
"Ken, kemarilah" ucap Elina seakan ingin meminta Princess.
"Gak Ma, Adik Princess maunya Sama Kenzo. Dia gak mau sama Mama, Ya kan Dek" ucap Kenzo kepada sikecil Princess membuat Princess tertawa.
"Kan,Adik Princess nyaman Sama Kenzo" ucap kenzo dengan berbangga diri.
"Yasudah, Adik Twin K Mana?" tanya Elina yang sudah melupakan Kejadian Papanya karna kelawakan Antara Moses dan Cinta tadi.
"Saya disini Mama" ucap Baby Sister dengan menirukan Suara anak Kecil.
__ADS_1
"Kelvin... Kevin... Mama merindukan Kalian" isak Elina membuat Twin K menangis.
"Sttt; Kok nangis hem?" tanya Elina yang sudah berhenti menangis dan memandangi wajah Kedua Putranya itu.
"Bla Bla Bla" ucap sikecil Kevin sambil memegang Hidung Mamanya
Sedangkan Sikècil Kevin menarik narik baju Elina yang menandakan Dia Haus.
"Aduhh sakit Kelvin" ucap Elina lalu memberikan Si Kevin kesusternya itu.
"Mau Minum?" tanya Elina membuat Kelvin tertawa seakan menepuk tangan.
"Gemesh dehh"
"Ttarik Tirai nya sus" ucap Elina dan dianggukin Suster itu dia menarik tirai itu untuk melindungi otak polos Kenzo.
"Kenapa setiap Twin K mau Minum Tirainya harus ditutup?" tanya Kenzo kesal sambil mencoba mengintip kegiatan yang dilakukan Mamanya itu.
"Awwww" teriak Elina yang merasa Kelvin mencakar Pa**dara nya itu.
"Suster kenapa Kuku Kelvin belum dipotong juga? Ini sakit sus" teriak Elina yang ingin sekali melepaskan Pungutan Mulut anaknya.
"Udah Ya Kelvin, Nanti lagi Oke" ucap Elina melepaskan Pangutan itu.
1 2 Menit Kelvin masih diam dan memandang wajah Mamanya dan menit ke 10 Kelvin menangis sekencang Mungkin.
"Sakit Loh Kelvin" ucap Elina yang merasa kesakitan apalagi tanda cakaran kecil itu nampak di Buah Dadanya.
"Papa dan Anak sama Aja, gak ada bedanya. Semoga Istrimu kelak jangan menderita seperti Mama" batin Elina dan menyusui Kembali Kelvin karna tangisan kelvin tidak pernah diam sebelum Elina menurutì keinginannya itu.
__ADS_1
Bersambunggg
Ayo Like dan Komen dan jangan lupa dukung Author😁