
"Apa Kau tidak merindukan Ibu Kandung mu hem?" tanya Xera pada Elina dan Princess.
"Kau itu benar benar polos Banget Elina, Dia Cucuku dia Putri dari Xiola. Berarti didalam Darahnya juga ada darahku" ucap Xera lalu memukul mukul tangan Elina.
Elina yang masih Diam dan tidak ingin berkomentar dia masih berpikir jernih, jika dia melawan maka bisa saja Xera melukai Princess.
"Namanya sungguh Unik, Princess Zafano. Seharusnya Xela. Karna Dia Cucuku"
"Tapi Xiola menitipkannya padaku" ucap Elina yang berusaha berani melawan.
"Hahahahahah, Dia dan Kamu harus menyusul Ibu Kalian. Kau lihat Elvi, Putrimu ini bodoh sepertimu. dia Polos dan apa tadi? ahhh lupakan. Dia Harus menyusulmu Elvi dan cukup sudah kebahagiannya. Aku bodoh telah menjualnya dengan Duda Zafano. Itulah cuman Itulah kebodohan yang aku Alami" ucap Xera dengan iringin Tertawa.
"Apa yang Mama inginkan? Harta? aku akan memberikannya tapi aku mohon berikan Princess"
"Princess? Hahahaha Nama Yang Unik. Kalian sangat menyayanginya? padahal dia adalah Cucu Dari wanita jahat sepertiku"ucap Xera dengan wajah seduh.
"Mama dia Cucu Mama, Mama bisa berkunjung untuk menjenguknya" ucap Elina yang terbawa suasana.
"Aku tidak mau berkunjung karna dia harus ikut bersama Mama yang sudah melahirkannya. Aku juga harus pergi bersama Putriku, Kau lihat ini Suamiku yang àku sayangi sudah aku Bunuh" ucap Xera memberikan sebuah Ponsel ketika dia membunuh Wiliam.
"Aku juga harus pergi bersama Putriku dan ikut termasuk Princess Cucuku" ucap Xera dengan tertawa.
"Ma, Apa yyang mama lakukan? Itu kejahatan Ma" teriak Elina sambil merebut Princes dari Tangan Xera
"Kau jangan mengambilnya, Dia Cucuku" teriak Xera dengan gelap Mata dia Memukul Leher Elina dan Elina pun Pingsan.
__ADS_1
"Wahhh Aku membunuh Putrimu Elvi, tapi itu sangat bagus dengan berarti Aku juga harus membunuh Si Kembar. Horeeeee" ucap Xera dengan wajah puas.
"Nanti keluarga kita lengkap deh, Hehehehe. Tenang saja Elina, Mama Akan mengirim si Kembar juga padamu" ucap Xera
"Kamu disini dulu Princess, Nenek akan kembali membawa Si Kembar dan kita akan mati bersama sama" ucap Xera dengan meletakkan Princess didekat Elina.
"Horeee, Dia Mati.. Dia Matii" riang Xera
"Mama Bangun Ma" teriak kenzo dengan Tangisannya, Dia melihat semua kejadian yang menimpa Mamanya dia beralih melihat Princess yang sedang menangis . Dia menggendong adiknya itu lalu memasukkan ke kamar.
"Papa cepat pulang Pa.. Mama Pingsan" ucap Kenzo dibalik Telepon.
"Ada apa dengan Elina? Kok pingsan? atau jangan jangan Elina hamil lagi! waahhh ini berita bagus buat Mama" batin Arya
"Kenapa kamu diam aja bodoh! pergi cari sana" teriak Anjani kepada Putranya itu.
"Bukan itu Ma... Elina hamil. Dia pingsan, Kenzo yang nelpon Arya" ucap Arya membuat Nona Anjani heran.
"Sikembar saja baru 3 Bulan, Kok langsung Hamil aja?" bingung Nona Anjani
"Ayo cepat pulang" ajak Anjani lalu menelepon Baby sister yang menjaga Sikembar untuk pulang kerumah.
"Sayang" ucap Arya terkejut saat melihat Elina tersungkur dilantai.
"Dimana Satpam yang menjaga rumah? dimana para maid lainnya?" teriak Arya yang tidak tega melihat keadaan istrinya apalagi Arya melihat Tanda merah disekitar leher Elina.
__ADS_1
"Kenzo sayang?" teriak Anjani yang mencari keberadaan Cucunya itu.
"Saya disini Nenek" teriak kenzo dibalik Kamar.
"Kamu kenapa disitu? mama kamu kan pingsan" ucap Anjani yang belum sadar keberadaan Princess.
"Adik Princess dari tadi nangis Nek" ucap Kenzo membuat Anjani Terkejut.
"Bukkannya Princess diculik? kok bisa pulang? Hahahah Kau anak ajaib Princess, Nenek bangga padamu. Kalau boleh Nenek minta tanda tanganmu" ucap Anjani yang masih belum tau kejadiannya.
Bersambung
***Hallo para Reader...
Terimah Kasih atas Dukungan kalian sama cerita Author.
Author selalu baca Komenan kalian walaupun Author gak pernah membalas tapi Author kadang tertawa membacanya.
Oya Baca juga cerita Author yang Berjudul
●Cinta Palsu Suamiku
●Hargai Aku sebagai Istrimu
Komen ya***!
__ADS_1