Suamiku Duda Beranak Satu

Suamiku Duda Beranak Satu
Hari Menjelang Persalinan


__ADS_3

"Kenzo Harus jadi Anak Baik ya! Jangan Nakal dan ingat habiskan Bekalmu" ucap Elina memberi Nasehat kepada Putranya itu.


"Adik Twin jangan Nakal ya!"ucap Kenzo dan direspond tendangan kecil diperut Elina.


"Adik Mau keluar ya Ma?" tanya Kenzo dam digelengkan Elina.


"Tunggu bentar lagi" ucap Elina yang merasakan kesakitan saat Si Kembar menendang Nendang perut Elina karna memberi respond dari pertanyaan Kenzo.


"Kenzo pergi dulu ya Ma, Adik Twin Kakak Kenzo mau masuk kekelas. Nanti Kakak Kenzo ke MiniMarket buat beli Es Cream,Oke!" ucap Kenzo membuat Tendangan itu semakin keras.


"Aww Sakit sekali" ringis Elina yang sambil ******* ***** Bajunya.


"Kamu nanti Pulang sama Supir ya!" ucap Elina dan dianggukin Kenzo


"Hufttt,Kamu makin hari makin Nakal aja ya" bisik Elina kepada Perutnya yang membucit itu. Saat Elina ingin memejamkan Matanya, Rasanya dia tidak sanggup karna diiringi tendangan keras dari Bayi yang berada didalam perutnya.


Elina meremas bajunya, Ntah kenapa Rasa Sakit itu makin kuat. Elina Mencoba menahan tapi rasa sakit itu membuat Elina teriak dan teriakan itu membuat Supir terkejut.


"Nyonya kenapa?" tanya Supir itu yang masih menetralkan keterkejutannya yang tadi.


"Sakit Pak, Antarkan kerumah sakittt cepattttttt" teriak Elina sambil mengatur Nafasnya. Mungkin itu Kontraksi yang dialaminya.


Jika doa mengalami kontraksi berarti Bayi Kembarnya akan Lahir Kedunia.


"Sakittt Pak" ucap Elina dan seketika membuat Pak Supir itu degdegan.


Ini adalah pengalamannya yang pertama kali untuk membawa Ibu Hamil yang akan melahirkan.

__ADS_1


"Cepatttt Pak, Ini sakittt sekali" teriak Elina lagi


Elina meraih Tas nya dan mencoba menghubungi Mertuanya itu. Selama ini Mertuanya lah yang memiliki Waktu dan Bahkan Mertuanya lah yang memenuhi Ngidamnya.


"Apa Gini rasanya Mama Melahirkanku? Dan Zifa, Apa Zifa mengalami Sakit ini ketika dia melahirkan Kenzo."Batin Elina sambil ******* ***** Bajunya.


"Rasanya Aku ingin sekali Menendang Wajah mu Mas Aryaaaaa"Teriak Elina membuat Pak Supir merinding.


"Kau yang membuatku Hamil tapi kau tidak ada disisiku Bodohhhh" teriak Elina yang merasa Frustasi.


Rupanya Elina menghubungi Suaminya bukan Mertuanya.


"Kamu dimana?" tanya Arya dibalik Telepon.


"Kau masih bertanya aku dimana? Dasar Pengecutt, Seharusnya kau yang mengalami hal ini Bodoh" teriak Elina membuat Arya ingin tertawa.


"Aku akan menghubungi Mama" ucap Arya


"Cepatt, Seharusnya kau yang hamil. Seharusnya aku yang memimpin permainan itu supaya kau hamil." teriak Elina membuat Arya menahan tawanya.


"Baiklah, Aku sudah ada dirumah. Katakan Pada Supir dimana kalian berada, Kunjungi rumah aakit terdekat" ucap Arya membuat Elina mencampakkan Hpnya dikepala Supir itu.


"Tuan mau ngobrol denganmu" ucap Elina dengan ketus tapi masih dalam keadaaƱ Sakit.


"Tu tuan, Aku Aku Aku tidak sanggup berada didekat Nyonya" ucap Supir itu gemetaran apalagi dengan berani Elina memaki maki Arya.


"Aku masih diluar Kota, Dengarkan aku. Kau harus membawanya ke Rumah sakit terdekat, Jangan pikirkan apapun. aku akan datang secepatnya" ucap Arya

__ADS_1


"Tapi Tapi tuan , Nyonya Ngamuk seperti kerasukan Setan" ucap Supir itu membuat Elina murka


"Dasar Bodoh, Aku merasakn sakit tapi kalian berdua seenak jidat Berteleponan. Cepattt, Aku akan membuat kalian hamil jika aku sudah melahirkan" ancam Elina membuat supir itu gelagapan dan melanjutkkan perjalan itu.


Tibahlah mereka dirumah Sakit ***, Supir yang merasa kebingungan mau berbuat apa. Dia terdiam tapi mendengar rintihan kesakitan Arya.


Tok tok tok


Ketukan Dari luar jendela membuat Supir itu membukkakan sedikit Kaca dan melihat Nyonya Anjani. Dengan berulang kali Supir itu mengucapkan terima kasih karna sudah mengirim Nyonya Anjani tepat waktu.


"Terimah kasih nyonya, Terimah kasih" ucap Supir itu membuat Elina dan Anjani heran.


"Aapa yang kau lakukan, Cepat angkat dia" ucap Nyonya Anjani dengan berkacak pinggang.


"Tapi Nyonya" ucap Supir itu sambil menarik ucapannya yang berterimah kasih kepada Nyonya itu.


"Cepat" ucap Elina membuat Supir itu pun mengangkat Elina dengan hati hati.


"Sakit Ma" rintih Elina membuat Nyonya Anjani mendukung dan memberi semangat kepada Elina.


"Mana dokternya?" tanya Anjani yang sudah menugaskan Supir itu untuk memanggil dokter yang akan menangani persalinan Elina.


"Eh, Aku Lupa Nyonya" ucap Supir itu membuat Anjani mendengus kesal.


Bersambunggg


Yok Komen sebanyak banyaknya...

__ADS_1


__ADS_2