
Sudah Seminggu Lamanya Kenzo menjalankan Ujian dan hari ini hari terakhir Kenzo Ujian. Elina menjadi lebih Sibuk karna mengajari anaknya Yang tidak dia ketahui. walaupun otak Elina pas pasan tapi Dia bisa membantu dan mengajari anak anaknya.
"Mama ini apa?"tanya Kenzo yang lemah akan Pelajaran PKN
"Nama Ketua Anggota BPUPKI? Apa ma?" tanya Kenzo membuat Elina berpikir, dia bingung dan dia lupa apa saja Ketua anggota dari BPUPKI.
"Ntah lah" ucap Elina membuat Kenzo menepuk Jidatnya.
"Tunggu Mama cari Dari Gogle ya! Mbak Rina ambilkan Hp saya di Meja Rias saya ya!" ucap Elina dan dianggukin oleh Mbak Rina
"Lanjut soal kedua" ucap Elina
"Presiden Pertama?"
"Ir. Soekarno" jawab Elina langsung dicatat oleh Kenzo
Begitulah cara Elina mengajari Kenzo, Jika ada yang tidak Elina ketahui. Elina mencari dari Google.
Dan Hari ini tepat pada hari Jumat, Kenzo mengadakan Ujian Akhir Semester, dan Elina sudah mempersiapkan keperluan Kenzo termasuk Pensil 2B.
Sedangkan Arya, dia merasa Iri dan Cemburu kepada Putranya Pertama. Elina lebih banyak memberikan Perhatian buat Kenzo daripada dirinya.
"Kenn" panggil Elina membuat Kenzo menghentikan aktivitasnya dan mendekati sang Mama.
"Coba Peluk Mama" ucap Elina yang merasa pengen dipeluk oleh Kenzo. Arya yang tidak terima Jika cuman Kenzo saja ingin dipeluk dia langsung menerobos sebelum putranya berhasil mendekati Elina.
Dan Awwwww
"Perutku" ringis Elina sambil memegang Perutnya yang terasa sakit.
__ADS_1
"Maafkan aku El, mana yang sakit?" tanya Arya yang melanda ketakutan.
"Sakitt tau, cepattt bawa kerumah sakittt" ucap Elina sambil berteriak dan menampar nampar wajah Arya karna rasa sakit yang melanda luar biasa. padahal kandungan Elina masih menjalani 3 Minggu.
"Cepat Papa" ucap Kenzo juga yang ikut berteriak.
"hufttt Anak dan Ibu sama aja" gumam Arya yang merasa kesal sama anak dan Ibu ini.
"Kenzo Pergi kesekolah sama Pak Supir ya!" ucap Arya dan dianggukin oleh Kenzo.
"Pak, nanti antar kenzo lalu jika kami lama masih dirumah sakitnya. Jemput Kenzo nya ya Pak" ucap Arya
"Baik Tuan" ucap Pak Supir lalu menunduk Hormat.
Dirumah Sakit
"Gimana Keadaan El Dok? Bayinya Gimana?"tanya Arya yang merasa takut dan merasa bersalah atas kesalahannya. seharusnya dia tidak boleh Iri ataupun Cemburu kepada Putranya sendiri.
"Bapak harus menjaga Ibu El, dan ingat Pak. Jangan melakukan hubungan dulu. Karna kandungan Ibu El masih sangat lemah." ucap Dokter itu membuat Rasa bersalah Arya Menjadi Besar.
"Zav" lirih Elina yang melihat Zavera di Ruangannya.
"Kakak Baik baik saja kan, Mana yang sakit kak?" tanya Zavera membuat Elina tersenyum. Zavera sangat perhatian buat Elina.
"Mas Arya mana?Bukannya Mas Arya tadi yang antar aku ? dimana dia?" tanya Elina Kepada Zavera membuat Zavera menyerahkan Surat titipan Arya.
Surat Arya Ifdal Zafano💗💗💗💗
Maafkan aku El, karna aku kau merasakan Sakit sebelum persalinan. Sudah dua kali kau mengalami itu karna diriku😶😣
__ADS_1
Maafkan aku bila aku egois, aku akan kembali jika Bayi itu lahir. Jika kau ingin sesuatu suruhlah Rina ataupun Maid yang ada dirumah kita. Dan ingat El, jaga kandunganmu. Aku menjauh sementara, setelah Bayi Kita lahir, aku akan pulang.
Maafkan aku bila aku egois, ini demi kebaikann dirimu dan Bayi kita.
Dari:Arya Suamimu.
"Kau Egoissss Masssss" teriak Elina sambil frustasi dan menjambak jambak rambutnya.
"Sabar Kak, mungkin itu yang terbaik" ucap Zavera
"Terbaik apanya? Ini bukan kesalahannya. Bagaimana jika anak ini merindukannya? Dia egois, Arya Zafano sangat egois Hiksh..." ucap Elina terlihat sangat Frustasi. Bagaimana tidak frustasi, dia ditinggalkan lagi oleh Suaminya. dan Alasanya tidak masuk akal buat Elina.
Bersambunggg
Ahhh Mulai Sad Ceritanya😋
Jangan Lupa Dukung Author😚
Cara Dukung Author:
●Like
●Komen Positif
●Vote
●Kasih Poin Hadiah
●Kasih Bintang Lima buat cerita ini.
__ADS_1
●Jadikan Cerita Ini menjadi Favorite kalian