
"Mama"lirih Xiola yang masih memegang Pipinya yang memerah karna habis ditampar Mama Xera.
"Seharusnya kamu sama Dengan dia" ucap Mama Xera yang muak sama Xiola, yang tiba tiba memutuskan Kontrak kerja menjadi modeling.
"Menjadi Model bukan Cita cita Xiola Ma... Mama yang memaksa Xiola untuk mengejar Cita cita modeling. Mama tau, Xiola hampir Diper**sa Sama Menejer Modeling" ucap Xiola yang selama ini menjaga dirinya , sedangkan para Menejer dan para Skru Modeling menikmati Semua Adegan Foto Dewasa yang Xiola lakukan.
"Dari kecil Xiola Mama kekang menjadi model, Mama selalu mengancam akan membuat Hidup Xiola menderita sama Seperti Kak Elina" ucap Xiola yang mengeluarkan semua unek unek dalam hatinya.
"Pada Saat Xiola berumur 10 tahun saja , Mama memaksa Xiola menjadi Model. apa mama tau? Xiola dijadikan Tokoh model dewasa Ma..." teriak Xiola lalu pingsan
Brakk
Dengan cepat Sersan menggendong Xiola menuju Ruangan Satunya lagi agar Dokter dapat memeriksa keadaan Xiola.
"Mama Puas sekarang hah" ucap Elina yang memiliki keberanian Melawan Mamanya.
"Diam kau Wanita tidak tau diri, Mas ayo kita pulang" ucap Xera sambil memijit kepalanya agak pening karna menghadapi Xiola yang sudah berubah total sejak dia menikah dengan Sersan. Dan Kini Xiola menjadi Lebih Bijak daripada Waktu dulu.
__ADS_1
Wiliam tidak bisa berkata apa apa, karna dia sangat mencintai Xera, apalagi Elvi mengucapkan Sumpah yang membuat Wiliam takut dan selalu turut dan Selalu berada di sisi Xera.
"Aku Bersumpah atas kematianku. Kau Mas, Kau akan ditinggalkan oleh Istri Jala**mu itu dan kau akan merasakan bagaimana penderitaanku ketika aku melihat penghiantanmu. Setelah itu terjadi maka Roh ku akan tenang" ucap Terakhir Elvi selaku Ibu Kandung Elina.
"Aku mencintaimu Xer" ucap Wiliam yang melihat kearah Xera
"Kau tidak bisa diam, kau selalu mengatakan hal itu. Lihat kedua Putrimu itu, mereka tidak becus sama sekali" ucap Xera yang merasa Kesal sama Elina dan Xiola.
"Aku harus berbuat sesuatu" gumam Xera dengan wajah Berbinar yang akan menjalankan rencana jahatnya.
"Keadaaan Ibu Xiola Baik baik saja dan begitu juga Bayinya, tapi jangan biarkan Istri bapak stresss. Sepertinya dia streesss akan Pikiran yang ganjal di otaknya. jadi selesaikan dengan baik baik ya pak" ucap Dokter itu lalu pergi meninggalakan Suami dan Istri itu.
"Bagaimana Keadaan Xiola?" tanya Elina Di Ruangannya.
Elina dan Zavera melangsungkan Vidio Call, karna Keposesifan Arya terhadap Calon Bayi Elina apalagi, Elina yang sempat naik darah waktu melawan Mama Xera membuat Keposesifan Arya meningkat.
"Kenapa kau tidak langsung datang saja?" tanya Sersan
__ADS_1
"Bos mu ini, buat kepalaku Pusing. Sudahlah, Gimana keadaannya?" tanya Elina lalu memerhatikan Kenzo dan Alya yang sedang belajar lalu melihat Xiola yang tertidur.
"Dia tertidur?" tanya Elina tapi digelengkan oleh Sersan
"Dia belum sadar" ucap Sersan membuat Elina berohria lalu mengakhiri Panggilan.
"Sini" ucap Arya menarik paksa Ponsel Yang dipegang oleh Elina
"Mama ini jawabannya apa?" tanya Kenzo yang belajar karna besok mereka akan menghadapi ujian lagi. Dengan penuh kesabaran Elina mengajari Kenzo dan Alya. Sedangkan Arya pergi ntah kemana?
Bersambunggv
Author up cuman segini dulu ya!
Author janji akan up Nanti😁
Komen yang positif dan jangan lupa Like dan dukung Author💗
__ADS_1