Suamiku Duda Beranak Satu

Suamiku Duda Beranak Satu
Kelahiran Putriku


__ADS_3

"Xiola" tangis Elina yang melihat begitu hancurnya Xiola, Xiola dihancurkan oleh Ibu Kandungnya sendiri.


"Ahhkkkkkkkkk" teriak Xiola yang merasakan Sakit dibagian perutnya.


"Xiola, kamu kenapa? Ini baru 8 Bulan. tidak mungkin kamu mau melahirkan" ucap Elina yang khawatir dengan Keadaan Xiola dan Bayinya.


"Sakitttt Kak, Awww ini sakit sekaliiiiiiii" ringis Xiola dengan meremas Baju Elina


"Sakit Xiolaaaaaaaaaaaaa" teriak Elina yang merasa pelampiasan Xiola ke arah dirinya.


"Hei Asisten Haris yang bodoh, cepat angkat dia... Mungkin dia mau melahirkan" teriak Elina yang mengatakan Haris Bodoh. Haris yang dihina oleh Elina hanya menghela nafas, mungkin bawaan Debaynya kali.


Haris mengangkat Tubuh Xiola dengan hati hati, apalagi ketuban Xiola pecah berarti Xiola melahirkan anak prematur. Sedangkan Jasad Sersan diurus oleh Polisi.


"Aku akan menyusulmu" ucap Xiola dengan melihat Sersan yang diangkat oleh ambulance.


"Ayo Haris, cepatttttttt. Kau lihattt pendarahannya semakin hebat" teriak Elina, padahal Xiola menahan rasa sakitnya tanpa mengeluarkan suara.


"Ini yang mau melahirkan Nyonya Elina atau dia sih? kok Elina yang Menjerit" batin Haris dengan melajukan Mobilnya menuju Rumah sakit terdekat.


Dan sampailah mereka dirumah sakit, Haris menaruh Xiola ke Brankar dan sejumlah perawat mendorong dorong brankar Xiola menuju ruang persalinan.


"Dok, Selamatkan Adik saya dan Bayi nya dok. saya mohonnn" isak Elina dengan wajah sedih


"Saya akan berusahaa" ucap Dokter itu lalu masuk ke Ruang Operasi.


"Siapkan semua alat.." perintah dokter itu dan dianggukin Suster yang membantu Dokter itu.


"Sudah pembukaan keberapa?" tanya Dokter itu membuat Suster melihatnya dan merasa terkejut.

__ADS_1


"Dok, Pasien mengalami Pendarahan yang cukup hebat. Jika darah itu tidak berhenti maka kita harus menyelamatkan salah satu diantara mereka" ucap Suster itu membuat Dokter itu melihat kearah Area Terlarang Xiola dan betapa terkejutnya mereka melihat memang benar.


"Kita harus membicarakan kepada keluarga pasien" ucap Dokter itu dan hendak ingin pergi tapi ditahan oleh Xiola.


"Aku ingin menulis seusatu" ucap Xiola yang masih lemah


"Berikan dia tinta dan Kertas" ucap Dokter itu


Xiola menulis Surat yang akan diberikan kepada Elina. dan dia juga menulis Surat untuk Papa Wiliam sang Papa Kandungnya.


"Dok, selamatkan nyawa Bayi saya. Jika saya telah pergi , berikan surat ini kepada Kakak saya" ucap Xiola dengan nada lemah dokter itupun mengangguk dan melakukan tugasnya.


Oek Oek oek


lahirlah Bayi perempuan, Dia lahir secara prematur. ya walaupun lahir secara prematur tapi dia lahir dengan kesempurnaan sama seperti bayi sebelumnya.


Tet tet tet bunyi alat Medis (Ntah apa lah namanya Author gak tau)


"Pasien telah meninggal" ucap Suster yang memeriksa denyut nadi Xiola.


"Mana Suratnya" ucap Dokter itu kepada Suster, dan Suster itupun memberikan Surat yang dituliskan Xiola untuk diberikan kepada Kakaknya.


Ceklek


Elina yang melihat Dokter keluar, dia berdiri dengan wajah bahagia karna dia mendengar suara tangisan bayi. bahkan dia mengusap usap perutnya. mungkin dia akan mendengar tangisan bayinya sebentar lagi.


"Bagaimana keadaan adik saya dokter? apakah Bayi Adik saya benar benar Perempuan?" tanya Elina dengan wajah berbinar binar. jika dia tidak bisa melahirkan seorang anak perempuan bagi Kenzo, kenzo bisa memiliki adik perempuan dari Xiola


"Keadaan Bayinya Sehat dan lahir sempurna, tapi keadaan Ibunya sudah dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat dan disertai darah tinggi yang meningkat" ucap Dokter itu membuat Elina ingin terjatuh.

__ADS_1


"Dokter salah periksa kan, Adik saya tidak boleh meninggal. apa kau mengerti" bentak Elina membuat Sekertaris haris Mendekat dan menenagkan Nyonyanya itu.


"Saya sudah berusaha, dan ini surat titipan dari Almarhum" ucap Dokter itu memberikan 2 kertas.


Elina melihat kedua kertas itu dia begitu terkejut, dia melihat kertas itu ditujukan untuknya dan Papanya Wiliam.


Elina membuka Kertas buatnya dan dia menangis setelah membaca surat itu.


To : Elina


Kak, Aku bahagia kakak bisa memaafkanku. Aku senang kakak selalu ada untukku. Maafkan aku bila kesalahanku membuat hati kakak terluka.


Baru tadi Pagi aku melihat Bayiku di Layar USG dan di Sore harinya dia Lahir kedunia.


Aku mengalami pendarahan hebat, dan kau tau kak. aku ingin menyusul Suamiku, aku akan menitipkan Putriku bersamamu. Rawat dan sayangilah dia kak, aku percaya padamu. Dan untuk Mas Arya, jika dia menolak Putriku Bawa lah Putriku Ke Panti tempat Kakak Zifa dulu. Mungkin dia akan merasakan senang jika Dia dipanti itu.Dan satu permintaanku, Buatlah Makam ku didekat Suamiku, aku ingin berada disisinya selalu. Aku menyayangi kalian


Berikan Suratku satu lagi ini kepada Papa.


Aku menitipkan Putriku padamu


Bersambungg


maaf typo, Eitt aku senang kali baca Komenan kalian.


Setiap hari Othor baca komen kalian, apalagi Sama Ujang Yusuf dia selalu komen yang terbaik buat Othor.


Setiap Othor up, Ujang Yusuf pasti Komen. Ahh terimah kasih yang udah komen dan Like cerita Othor


Yok komen, kasih kritikan bagus buat othor

__ADS_1


__ADS_2