
"Apa Elina tau kau adalah Suami Zifa? dan apa Elina tau kalau Zifa yang selama ini dia cari sudah tiada? dan apakah Elina Tau kalau Putra yang dia rawat adalah milik Zifa?" tanya Ibu Panti
"Elina tidak tau apa-apa buu, Aku menyembunyikannya. dia tidak tau Sama sekali."
"Kau Bodoh Arya, dia bukan Wanita sembarangan, kau tau Masa lalunya. pada saat dia berumur 10 Tahun dia kehilangan Ibu Kandungnya dan dia dideritai oleh sikap Ibu Tirinya. Ibu Minta kamu jangan menyembunyikan apapun darinya...Ibu masih banyak perrkejaan, Ibu pulang dulu.Ibu titipkan Elina, jika Elina sadar hubungin Ibu" ucap Ibu Panti
"Apa aku salah karna telah menyembunyikannya dari Elina?" gumam Arya.
Arya yang ditengah tengah Galau, karna memikirkan ucapan Sang Ibu Panti. dia tidak menyadari Jika Dokter yang menangani Elina berada dihadapannya
"Eh, Dokter... Kapan Dokter keluar?" tanya Arya yang ngelantur.
"Saya sudah keluar sejak dari Rahim Ibuku" canda Dokter Moses
"Dokter aku tidak bercanda, kau jangan membuatku marah. aku lagi Galau " ucap Arya
"Kau selalu sama seperti dulu, Ngapain kamu disini? Mana Zifa?" tanya Dokter Moses
"Gimana keadaan Istriku?" tanya Arya, Arya tidak ingin membicarakan Masa Lalunya. jika dia menjawab pertanyaan dari Dokter Moses yah gawat! Tambah lagi dong Galaunya...
"Istrimu? Nama Pasien didalam Elina bukan Zifa. mungkin kamu salah alamat" ucap Dokter Moses
"Kau jangan bercanda Moses"
"Iya iya, Elina baik baik saja. Aku tau kau mencintai Zifa, dan tidak akan melupakanya. tapi aku akan memperingatimu Jika kau tidak membutuhkan Elina lagi beri saja padaku" ucap Dokter Moses
"Kau Gila Mos, Kau sudah punya Istri tapi sifatmu seperti Playboy berkelas."
"Aku hanya Bercanda Arya, kau jangan masukkan kehati" canda Moses
"Katakan Gimana keadaan Elina?" tanya Arya
"Bukankah dia Istrimu, kenapa kau menyebutnya dengan Elina? panggil sayang kek, bebz, atau Honey" ucap Dokter moses tapi malah ditatap tajam oleh Arya.
" Huffttt oke oke, aku jelaskan keadaannya diruanganku, mari ikut aku" ucap Dokter Moses menuntun Arya keruangan Elina
__ADS_1
Saat Arya mendengar semua perkataan Moses. dan seketika raut wajah Arya sedih mendengar bahwa Elina mengalami Koma, atau Pikiran Elina sedang pergi dari tubuhnya.
Itulah yang dikatakan dokter Moses pada Arya.
"Kau harus mengajaknya berbicara, dia bisa mendengarmu, tapi jika dia tidak ingin kembali maka dengan terpaksa saya akan melepas bantuan alat medis yang ada ditubuhnya."
Ucapan Moses membuat Arya pusing, dia memang tidak mencintai Elina. tapi Gimana perasaan Putranya jika dia tau kalau ibunya sedang mengalami krisis.
"Eh, aku lupa menghubungi Kenzo" gumam Arya sambil memencet Nomor Kenzo melalui Ponselnya.
"Halo Pa? Apa Mama sama Papa?" tanya Kenzo
"Em, Mama kamu disini Ken.Mama lagi Tidur, lagi Istrirahat. "
"Emang Papa dimana?kok gak dirumah istirahatnya?"
"Em, Mama kamu yang minta. biar suasanya hening" ucap Arya yang menahan Rasa sesak didadanya. Dia gak kuat jika dia harus menipu putranya itu.
"Yaudah Kenzo kesana ya!" ucap Kenzo lalu mematikan Ponselnya.
"Kak, Apakah aku boleh bicara sama kak elina?" tanya Zavera
"Bicaralah, dan katakan padanya kalau aku merindukannya" ucap Arya yang tiba tiba kata kata itu terucap dari bibirnya tanpa dia sadari.
Zavera dan Andra yang mendengarnya malah menahan tawa yang bergelojak dia Hatinya.
"Kakak Romantis deh" ucap Zavera lalu masuk keruangan Elina
"Apa yang aku katakan?" tanya Arya pada Andra
"Ntahlah Kak, kau yang ngomong bukan saya"
"Tapi kau yang dengar brengsek" teriak Arya tapi diacuhkan oleh Andra dia malah melihat lihat kearah ponselnya.
"Kenzo, itu Papamu?" tanya Alya yang mendekat kearah wajah Kenzonya sedingin kutub itu.
__ADS_1
"Hm"deheman Kenzo membuat Alya mendengus kesal
Alya yang mempunyai Ide untuk mengkerjai Sang Cowok yang paling nyebelin yang Alya tau dia hanya tersenyum dengan keadaan senang.
"Aku akan membuatmu kesal" gumam Alya langsung melancarkan Aksi konyolnya itu.
"Calmer" panggil Alya dihadapan Arya
Arya hanya bingung kenapa gadis kecil dihadapannya ini memanggil Calmer, jika gadis kecil ini memanggil dia Calmer berarti Dia adalah kekasih Putra kecilnya itu.
"Kau memanggilku?" tanya Arya yang dianggukin oleh Alya.
"Ada apa Hem? kenapa kau memanggilku Calmer? " tanya Arya membuat Andra dan Kenzo Terkejut.
Alya yang melihat itu, dengan penuh kemenangan dia tersenyum licik. dia senang sekali jika menyangkut mengkerjai Kenzo.
Dikamar Pasien...
Zavera melihat kearah Elina yang terbaring lemah dia merasa sakit hati melihat keadaan itu. sungguh hatinya ingin menangis dan memeluk Tubuh itu yang seperti mayat tak bernyawa.
"Kak, hikshh... kenapa jadi begini? kita baru berjumpa 3 hari yang lalu. tapi kakak memberikanku kejutan hebat"
"Kak, Jika kakak sembuh, aku akan mempertemukan kakak dengan Kak Zifa. aku akan mencarinya walaupun harus pergi keluar Negeri. bangunlah Kak....apakah kakak gak rindu sama Kenzo? Putra kakak. Dia pikir kakak sedang mencari ketenangan,dia masih polos kak. dia pikir kakak ngambek samannya"
"Lihat Kak Arya, dia mencoba membujuk kakak untuk bangun dan kembali lagi seperti dulu. tapi kakak gak mau bangun juga.. apakah kakak marah padaku? atau kakak gak mau melihat ku lagi... apakah kau ingat kak? pada saat Kakak pergi keasrama, kakak memberikan kepadaku Surat kecil dalam botol dan aku tidak boleh membukakannya, dan kakak menyuruhku untuk menguburnya didalam tanah dan aku boleh membuka botol itu ketika aku menemukanmu kembali... dan lihatlah ini botol ini, ini botolnya apa aku boleh membaca isi dari botol ini?, aku sudah menemukanmu maka aku harus membacanya" ucap Zavera sambil membuka botol itu dan mengambil secarik kertas didalamnya
Dan Deg perasaan Zavera bahkan tersentuh dengan tulisan jelek Elina.
Ya, kan pada waktu itu Elina masih kecil mbak Zav.
Bersambung
Jangan lupa dukung Author...
author sayang kalian🦄
__ADS_1