
Dimalam Ini...
Dimana Malam yang akan mengisahkan Bahwa Kedua Insan yang Tidak saling Mencintai Mereka dengan tidak sengaja menajani Rumah Tangga dengan perasaan Benci dan tidak ada namanya rasa Cinta.
"Tuan Fadil" Panggil Gisel dengan menunduk dia takut memandang Wajah Suaminya yang kini berstatus sebagai Imamnya.
"Hem"deheman Fadil membuat Gisel tidak berani berkata kata lagi dia diam dan membisu tanpa mengeluarkan suara. Dia harus menjadi Istri yang baik dan yang sempurna.
"Kenapa Diam? Katakanlah jangan membuatku Mati penasaran" bentak Fadil membuat Gisel gelagapan dan Memulai membuka Suara.
"Tuan, Saya tidur dimana? Dikamar ini hanya memiliki 1 Tempat tidur" ucap Gisel takut takut karna Merka berada Dihotel tempat yang sipesankan Mami untuk awal Malam Pengantin mereka.
"Dimana? Hah? Kamu bertanya dimana? Kamu itu Butah gak sih? Dimana Mata kamu Hah? Kamu pikir aku mau tidur dengan pembantu jelek sepertimu? Tapi jika kau menginginkan Aku tidur denganmu , Oke baiklah kita akan jadikan Malam ini menjadi Malam panjang bagi kita" ucap Fadil dengan senyuman Licik terbit dibibirnya.
"Aku belum pernah mencoba Gawang Virgin? Gimana ya rasanya? Apakah akan Terasa lebih nikmat?" tanya Fadil dengan mendekat kearah Gisel membuat Gisel ingin keluar dari Kamar Hotel itu.
"Ah Ayolah Gisel, Aku suamimu. Kenapa kau tidak ingin memuaskan ku? Aku adalah Suamimu dan akan menjadi Ayah Anak anakmu. Kau tidak ingin memiliki seorang bayi yang lucu?" tanya Fadil membuat Gisel melangkah jauh dari hadapan Fadil dan Brukk
Tidak ada lagi Jalan yang bisa Gisel lakukan dia sudah menghindar dengan sepintarnya. Dia tidak ingin memiliki Anak Dari Laki Laki Playboy dan sebrengseknya Fadil.
__ADS_1
"Jangan Sok jual Mahal" ucap Fadil mencengkram Dagu Gisel dengan kasar.
"Aww Sakit Tuan" lirih Gisel dengan menahan rasa sakit yang teramat dibagian Dagunya.
"Ayo kita Mulai dari sini" ucap Fadil dengan wajah yang licik membuat Gisel tidak bisa lagi berkata kata. Dia akan pasrah walaupun sebenarnya dia tidak melakukan Dosa, Dia memang tidak melakukan Dosa tapi dia melakukan penghianatan Di hati Fedil sang Kekasih Hatinya.
"Emmm"lenguhan Gisel yang tidak menguasai dirinya. Kenapa dia terlalu bodoh? Seharusnya dja bisa menghindar dengan menendang Jenis Kelamin Fadil.
"Jangan Lakuka Tuan...
"Saya masih ingin seķolah, Saya tidak ingin menjadi seorang Ibu diusia Muda saaya. Saya mohon tuan... Lupakan Niat Tuan. Saya tidak ingin melakukan Hubungan itu" ucap Gisel dengan wajah was wasan dia takut jika Dia menyerang kembali dirinya. Dia takut dan dia tidak akan membiarkan Fadil Meniduri dirinya.
"Kamu menolakku?" tanya Fadil dengan suara meninggi membuat Gisel takut. Dimana keberaniannya yang telah mengumpat Fadil dibelakang?
"Ss Stop Tu Tuuan... Aku Aku Mohon" teriak Gisel dengan suata ******* Fadil.
"Tu Tuan, Aku Aku mohonnnn" ucap Gisel tapi sia sia Saat Fadil melakukan Penyatuan membuat Gisel meringis hebat.
"Awwwww" ringisan Gisel saat merasakan Barang yang telah memasuki Gawang kegollannya.
__ADS_1
"Jahaat" ungap Gisel dengan menahan sakitnya karna Fadil memperlakukannya dengan Kasar. Dia bercinta dengan kasar yang membuat Tubuh Gisel lemas apalagi Tamu yang lumayan banyak dari kalangan Bisnis keluarga Papa Farhan.
"Tidur dilantai Bodoh" teriak Fadil dan mendorong Tubuh Gisel yang polos itu. Dia menikmatinya tapi dia membuangnya begitu saja.
Menurut Gisel dia sama saja seperti Ja**ng yang Memuaskan Laki laki setelah itu dia dilempar bagaikan Barang bekas yang baru dipakaianya.
Gisel melihat kearah Jam yang sudah menunjukkan jam 2 pagi. Fadil melakukan Hubungan itu sangat lama. Gisel sampai merisngis menahan rasa sakit itu apalagi rasa sakit dibagian pangkal pahanya.
"Kenapa Aku diperlakukan seperti ini? Apa ini namanya Kebahagian? Ini sama saja dengan penyiksaan" geram Gisel walaupun hatinya begitu rapuh karna menerima kenyataan Pahit yang dialaminya.
Gisel duduk didalam Kamar mandi dan menyalakan Keran dia memandikan dirinya dengan air dingin yang mengalir dia menggosok gosok semua badanya yang telah Fadil sentuh, Dia menggosok gosok dan tidak ingin Bekas itu tersisa.
"Aku membencimu Fadill" gumam Gisel dengan wajah Menahan sesak didadanya dia menangisi kebodohannya karna menerima pernikahan yang tidak diinginkan itu. Bahkan dia Masih Sekolah tapi Nyonya Boss dan orang tuanya tetap memaksanya apalagi pujaan Hatinya dia juga ikut memaksa Gisel untuk menikahi Iblis seperti Fadil.
Baca Yok cerita ini judulnya Hargai aku sebagai Istrimu...
kita lihat gimana perjuangan Gisel untuk memuaskan ***** suaminya yang masih berstatus SMA itu⛤
lihay di profil author author udah buat ceritanya...
__ADS_1
ikutin kisaj Gisel ya😁