
"Katakann El, kalau kau sudah jatuh hati padaku"
"Memang aku sudah mencintaimu Arya, tapi aku tidak mau Merusak harapan. karna Kenzo menginginkan seorang adik. Aku tidak bisa memberikannya seorang adik karna aku takut melakukannya" batin Elina
"Aku sudah mengatakannya, aku tidak bisa mencintaimu Arya" ucap Elina dengan suara tegas dan lantang.
"Aku hanya Ibu buat Kenzo, dan aku hanya ditakdirkan untuk menjadi Ibu Buat Kenzo" ucap Elina
"Tidakk El, itu hanya permikiranmu"
"Tidak Mas, Sudahlah Lupakann. Besok adalah hari pernikahannmu, kau sudah berjanji padaku." ucap Elina lalu pergi.
"El, kau egois... Kaulah Wanita yang Rela melihat Suamimu menikah Kembali. Kau sama seperti Zifa , kau sama. Zifa telah membiarkan aku menikah denganmu, dan kau sekarang merelakanku untuk menikah dengan wanita itu... Kalian tidak memikirkan perasaanku... aku juga manusia biasa. bagaimana perasaan kalian jika kalian dinikahkan lagi dan lagi? Aku sudah menikah 2 kali...dan sekarang kau memintaku menikah ke3 kalinya. Aku pikir kalian bukanlah Manusia." ucap Arya tapi tidak didengar oleh Elina.
Anjani mendengar semua Perbincangan Arya dan Elina. dia merasa Arya yang sudah dikekang oleh Anjani selama baertahun tahun dia kini merasa bersalah .
"Arya" panggil Anjani yang berusaha membujuk Putranya itu.
"Aku ingin sendiri Ma" ucap Arya.
"Maafkan Mama Nak" ucap Anjani lalu memeluk Arya putra semata wayangnya itu.
"Mama tidak perlu minta maaf, bukannya Mama bahagia kalau Arya menderita? seperti perkataan Mama ketika aku membawa Zifa untuk meminta Restu?" tanya Arya dengan tertawa sinis . dia mengingat begitu kejam kata kata mamanya untuk mendoakan Rumah tangga anaknya hancur.
Flashback On..
"Mama" teriak Arya yang gak sabar memperkenalkan Zifa sebagai Calon istrinya.
"Kau baru Pulang?" tanya Anjani sambil menurunin Anak Tangga.
"Kau tau Ma, aku bawa Orang spesial buat Mama. Dia sekarang berada di ruang tamu." ucap Arya yang sangat Bahagia ingin memperkenalkan Zifa.
" Oh Ya? Apakah Dia Xiola?" tanya Anjani
__ADS_1
"Tidak Ma, dia lebih Sempurna dari pada Xiola" ucap Arya dengan senyuman mengembang Diwajahnya.
"Baiklah,Mama akan menemui Calon istrimu yang kamu banggakan itu" ucap Anjani.
Sesaat Anjani Melihat kearah Sofa yang Kosong, dia merasa kebingungan.
"Dimana calon Mu Arya?" tanya Anjani
"Eh iya ya! Zifa dimana ya?" tanya Arya pada dirinya sendiri. dia juga merasa bingung, tadi dia sudah menyuruh Zifa untuk duduk dan menunggu.
"Oh, jadi namanya Zifa ya! Hmm anak Nakal" ucap Anjani sambil mencubit tangan anaknya itu.
"Hehe iya Ma, jadi ketahuan deh" ucap Arya dengan nada pelan.
"Arya" panggil Zifa sambil membawa Plastik yang berisi Semua cemilan kesukaan Zifa.
"Kamu Darimana aja hem? Jajan lagi?" tanya Arya. karna Arya tau Hobi Zifa yaitu memakan cemilan cemilan.
"Hehe itu tau" ucap Zifa sambil menunjukkan senyuman manisnya bagaikan Bidadari.
"eh saya lupa, Ma ini Zifa, dan Zifa ini Mamaku" ucap Arya yang memperkenalkan dua wanita yang beda usia itu.
"Zifa tante" ucap Zifa Ramah.
"Anjani, Mamanya Arya" ucap Anjani ketus karna telah melihat penampilan Zifa yang begitu sederhana.
"Mari duduk, jangan pada bengong" ucap Arya
"Heheh" zifa Terkekeh sedangkan Anjani dia memperhatikan semua pada diri Zifa.
"Sudah berapa lama kalian Pacaran?" tanya Anjani.
"Em, Sudah Hampir 3 Tahun Ma" ucap Arya
__ADS_1
"jadi kalian kenalan sejak kuliah?"
"Iya Tante" ucap Zifa
"Kenapa kau begitu menyukai anakku?"
"Dia begitu sopan pada setiap wanita tante" ucap Zifa
"Oh" ucap Anjani Berohria
"Siapa nama Ayah dan Ibumu? Dan dimana dia tinggal? berapa bersaudara? dan apa perkerjaan orangtuamu?" tanya anjani
Arya yang sudah tau tabiat Mamanya. dia menggenggam Tangan Zifa agar dia sabar menghadapi sikap Ibunya itu.
Zifa yang diberi pertanyaan bertubi tubi. dia hanya menghela nafas dalam dalam dan berpikir jernih untuk menjawab pertanyaan itu dengan sopan.
"Saya anak Yatim Piatu" ucap Zifa singkat dan mudah. karna jika dia mengatakan panjang lebar, maka suaranya akan habis. tapi jika dia hanya mengatakan itu pasti otomatis Anjani tau Berarti Zifa tidak memiliki orangtua dan tinggal di Panti Asuhan.
"Ck. rupanya kau dibuang oleh kedua orangtuamu. Pantas saja penampilanmu seperti orang miskin" ucap Anjani berdecih. dia malu jika dia memiliki Menantu jelek dan kampungan seperti Zifa.
"Jaga Ucapan Mama, dia Zifa kekasihku. dia yang akan menjadi Ibu dari anak anakku" ucap Arya dengan tegas.
"Kau membela wanita menjijikkan ini? kau itu mikir gak sih Arya? dia ingin menikah denganmu agar statusnya tinggi" ucap Anjani
"Tidak Tan, saya tulus mencintai Arya...
" jangan bohong kau wanita jelek" ucap Anjani geram.
"Ma.. Aku juga mencintai Zifa dengan setulus mungkin" ucap Arya
"Mama tidak merestui hubungan kalian" ucap Anjani
" Kami tidak membutuhkan persetujuan Mama. Kami akan menikah" ucap Arya sambil menarik tangan Zifa untuk keluar dari Rumah mewah itu.
__ADS_1
"Mama doain Semoga Rumah tangga kalian Hancurrr" teriak Anjani
Flasback Off