
Hari-Hari Pun Dilewati Elina dan Keluarga kecilnya dengan penuh bermakna..
Arya yang sudah menemukan Wiliam Meninggal di Rumah Miliknya sendiri dengan bercucuran darah di Bagian Perut dan Jantung mereka mengkuburkan Wiliam sesuai Rencana Elina yaitu didekat Kuburan Sang Mama, Elvi. Sedangakan Xera, Ntah Kemana Perginya tapi mereka tidak tau kemana menghilangnya Xera.
Hari Hari dijalanin dengan kebahagian..
Kini adalah Hari Ulang Tahun Kenzo yang Ke 8 Tahun. Elina yang sibuk mengurus Perisapan Kejutan Buat Sang Putra yang menemaninya. Dia berencana akan membuat Perayaan Ulang Tahun itu Ditempat Rahasia Arya , Dimana Arya menyembunyikan Kuburan Zifa.
Elina ingin memperkenalkan Diri karna dia baru pertama kali melihat Kuburan Itu, Kuburan yang indah dengan taburan Bunga. Dia melihatnya dan Dia tertunduk lemas. Sahabat Yang dia Kagumi bahkan dia Sayangi yang selalu ada buatnya ketika dia dihukum dibejadkan oleh Xera. Hanya Zifa seorang yang sayang pada Elina.
"**Mamaa Maafkan El... Bukaaa pintunya Ma..." teriak Elina dengan bercucuran darah dibagian Kepala karna baru memecahkan sebuah Gelas. Dan Hukuman yang diberikan Xera yaitu melukai Elina dengan pecahan Piring itu dan Mengurungkannya disebuah Ruangan yang merupakan Kamar Elina.
"Elina" sapa Zifa dengan membawakan Makanan ditangannya.
Zifa, Zavera dan Elina sudah membuat Jalan Rahasia melalui kamar itu. Mereka berkerja sama walaupun biaya untuk membuat Jalan Rahasia itu memerlukan Biaya Yang Banyak.
__ADS_1
"Makanlah, Aku dengar dari Xiola kau belum Makan" ucap Zifa memeberikan Makanan Sederhana yang dia Punya di Panti.
"Terimah kasih Zifa" ucap Elina dengan penuh syukur karna Cuman Zifa yang dia milikki sekarang**.
..."Sayang, Kenapa menangis? Jika kamu menangis... dia juga akan ikut menangis didalam sana" ucap Arya sambil memeluk Elina yang selalu isak saat melihat Kuburan Zifa pertama kali....
8 Tahun Arya dan Elina Menjalani Pernikahan dan baru kali ini dia melihat Sosok Istri pertama Arya. Itipun Sahabatnya sendiri.
"Kau tau, Zifa selalu menceritakanmu ketika Kenzo belum lahir.. Dia ingin meneluarkan mu dari Asrama itu. tapi dia tidak memiliki Tanda Tangan Orang Tuamu ." ucĂ p Arya membuat Elina menangis sejadi jadinya.
"Ini Bukan keinginanmu ataupun bukan keinginan Zifa, Ini Takdir.." jelas Arya dengan Memeluk Elina.
"I Love You Elina... Zifaa... kalian Berdua wanita yang paling aku sayangi dan akan selalu begitu." ucap Arya dalam Hati tanpa didiengar oleh Elina.
"Ini ada Sebuah Kue enak Buatmu Makanlah" ucap Zavera tiba tiba dengan menodorkan Kue, Dia juga sama dengan halnya Elina. Mereka sangat Menyayangi Zifa, Karna Cuman Zifa wanita kuat yang mampu membuat Mereka terkesan dan kagum akan sosok Itu.
__ADS_1
"Enak banget ya habisin Kue yang aku buat" geram Cinta kepada Zavera
"Hehehe, Bumil gak boleh marah marah nanti anak didalam perut kamu jadi cepat tua" ucap Zavera membuat Amarah Cinta meluap luap.
"Tenangkan dirimu Cinta, kau akan melukai Anak kita" ucap Moses dengan keposesifannya, Moses mengelus perut Buncit itu dengan hati hati tapi penuh Cinta.
"Ehkm Cieee"ledek Zavera tapi dia juga cemburu pada momen itu. Cinta bersama Moses sedang mendengar dan membisikkan kata kata kepada perut Cinta, Sedangkan Elina dan Arya saling memeluk untuk meluapkan Rasa Rindu dan Kesedihan. Sedangakan Rael dan Kay sedang mengurus Bayi Mereka yang sedari menangis sedangkan Anjani dia mengurus si Twin K dan Princess. Andra sang Suami apalagi Itu, Dia mengurus Putranya dengan keposesifannya, sampai-sampai Zavera tidak bisa menyentuh Putranya. Zavera bisa menyentuh putranya saat Putranya itu Haus.
"Huftttt Cepat pulang Putri Mommy... Mommy Rinduuu" teriak Zavera secara tiba tiba membuat sudut arah mata mereka mengarah pada Zavera.
Zavera hanya tersenyum Kiku saat menyadari jika pusat Perhatian mereka mengarah Padanya.
"Sayang, Siniii" panggil Andra membuat Zavera harus menuruti perkataan Suaminya. Sekarang Saingan Zavera Putranya sendiri, Sedangkan Saingan Andra Putrinya sendiri. Siapa lagi Bukan Alyađ
Bersambunggâ
__ADS_1
Ayo Komen kasih Kritikan Bagus