
"Gimana keadaan bayi kita?" tanya Andra dibalik telepon tapi didengar oleh Elina. Elina yang merasa Iri, dia meneteskan Air Matanya dia berusaha menenangkan dirinya.
"Baik, kata dokter janin yang aku kandung Boy" ucap Zavera membuat Andra terharu bahagia. Dia ingin seorang pewaris dari perusahaannya kelak dan akhirnya terwujud juga.
"Baiklah aku tutup teleponn dulu" ucap Zavera yang cukup berbasa basi bersama suami tercintanya itu.
Tut tut tut
Bunyi ponsel Elina...
"Halo Ser" ucap Elina yang terasa akan santai sambil menikmati makanannya.
"Kak tolong kak" ucap Xiola dibalik telepon.
"Ola, kamu kenapa? Dimana kamu sekarang?" tanya Elina dengan nada khawatirnya.
"Sersan kak, Suamiku hiksh...." tangis Xiola yang masih bergema di telinga Elina
"Kirim lokasi kalian" ucap Elina lalu menelepon Asisten Suaminya, karna bagaimana pun juga dia Hamil tidak mungkin dia menyelesaikan permasalahan dengan keadaannya yang genting itu.
"Xiola" teriak Elina yang melihat Sersan terbaring dalam keadaan lemah di Jalanan yang cukup sepi dan tangan Xiola yang seakan menutupi Luka suaminya itu.
"Mama kak, Mama Membunuh suamiku hiksh... Ayah anakku terluka kak" teriak Xiola yang tak henti memeluk dan memjamkan matanya didetak Jantung Sersan yang sama sekali tidak berdetak lagi.
Haris menyentuh denyut nadi Sersan yang ada ditangan, memanģ benar. Denyut nadi itu tidak terasa atau berhenti.
"Suami Anda telah meninggal Dunia" ucap Haris masih ragu dengan Kenyataannya.
"Tidakkk, Ayah anakku tidak boleh pergi" ucap Xioĺa yang masih menangisi Suaminya.
"Bagaiamana ini bisa terjadi?" tanya Elina sedangkan Zavera dan Kenzo tidak ikut bersama mereka.
"Mama, Mama pelakunya. Mama akan berbuat apapun demi Keuntungannya sendiri. " ucap Xiola sambil terbengong melihat kearah Suaminya
"Kini statusku Janda, Hehehe. Kenapaaaa? Apa salahku sehingga Orang yang menyayangi ku meninggal ditangan Ibu Kandungku. Kenapaaaaa?" teriak Xiola
"Tenang Ola, tenang." ucap Elina menenangkan Xiola
"Kak, Bayiku belum lahir tapi dia cepat sekali meninggalkan aku dan Putrinya ini" ucap Xiola
__ADS_1
"Putri?" tanya Elina memastikan pendengaranya masih bagus atau tidak.
"Kami baru mengetahuinya tadi, Hahaha. kami baru saja bisa memeriksanya karna Mas Sersan mendapatkan Bonus besar" ucap Xiola sambil mengelus perutnya yang kini menginjak 8 Bulan.
"Sabar" ucap Elina
"Ceritakan dengan perlahan kepada Pak Polisi" ucap Elina karena Pak Polisi sudah berada didekat kejadian itu karena panggilan dari Asisten Haris.
"Ceritakan," ucap Elina dan dianggukin pelan oleh Xiola.
"Saat Suamiku gajian, dia diberi bonus oleh Bossnya. Dan Uang dari Bonus itu kami pergunakan untuk memeriksa dan sekaligus untuk mengetahui Jenis kelamin bayi kami." ucap Xiola lalu menarik nafas dalam dalam dan menceritakan Persatu satu kejadian yang menimpanya sehingga membuat Suaminya tergeletak dan meninggal.
Flashback On
"Putri Dady" ucap Sersan dengan gemash sambil mencium berapa kali keperut Xiola.
"Geli tau" gemash Xiola sambil mengacak acak rambut Sersan.
"Kita jalan kaki aja Mas, kan Kontrakan kita dekat Doseberang sana" ucap Xiola dan dianggukin oleh Sersan.
Mereka berjalan menggeritangi Jalanan yang padat, Ketika Xiola kelelahan mereka berhenti sejenak. Mungkin karna ada Bayi yang berada di perut membuat Xiola selalu terlihat lelah.
"Ahhh Mangga" teriak Xiola dengan nada menggiurkan.
"Aku ingin Mangga itu Mas" ucap Xiola menunjukkan Pohon Mangga yang berada dikawasan Sepi itu.
"Tapi" ucap Ragu Sersan
"Putri kamu yang minta bukan aku" ucap Xiola membuat Sersan mengalah dan mengambill buah Mangga itu.
"Yessss"ucap Xiola yang merasa senang karna Mangga itu akhirnya bisa dilahapnya
"Hallo sayang" ucap Xera yang tiba tiba muncul dihadapan mereka berdua, sedangkan Wiliam dia tidak ada dibelakang Xera.
"Jika rencana ini yang bisa membuatmu kembali menjadi Model, maka Mama akan lakukan" gumam Xera dengan wajah liciknya.
" Mama mau apa?" teriak Xiola yang berusaha menjauh dari Mamanya.
"Kamu tidak merindukan Mamamu ini?" tanya Xera dan digelengkan oleh Xiola.
__ADS_1
"Dasar anak kurang ajar" ucap Xera lalu menampar wajah Gembul Xiola.
plakkkk
"Itu karna kamu sudah berani Menjadi anak pembangkang" ucap Mama Xera masih dengan nada sinisnya.
"Mama Jahat" ucap Xiola dengan memegang Pipinya yang terasa Perih.
"Kau harus pulang" ucap Mama Xera yang menarik Xiola.
"Dia istriku, anda tidak boleh Melakukan hal kasar. karna dia sekarang tanggung jawabku" bentak Sersan.
"Baru jadi suaminya sudah belagu" geram Mama Xera
"Ma, dia Ayah dari Cucumu" ucap Xiola dengan menghempaskan Tangan Mamanya yang berada di lengan Xiola.
"Dia Bukan Cucuku, dan aku harus membunuhnya" ucap Sinis Xera yang ingin membunub Bayi itu. karna tujuannya harus menggugurkan Bayi itu.
"Apa yang Mama Lakukan, stopp Maa" teriak Xiola, sedangkan sersan yang bingung mau berbuat apa. dia berpikir keras agar Bayinya selamat.
dan sleeekkkk
"Awwwww" ringis Sersan yang merasakan sakit di bagian Purutnya yang menancap sebuah Pisau.
Walaupun Xera salah kena sasaran tapi dia menguntungkan kejadian ini, jika Bayi itu tidak selamat maka Ayahnya saja yang boleh Mati.
Xera memperdalam Sayatan pisau itu diperut Sersan, karena sudah tidak kuat apalagi Kehilangan banyak darah. Sersan terjatuh dan terkulai lemas. Ada perasaan bahagia diwajah Xera saat melihat Menantunya yang akan mati.
Sedangakn Xiola masih memejamkan matanya dan dia hanya mendengar suara teriakan Sersan. dia membuka kedua matanya dan betapa terkejutnya dirinya melihat Suaminya tidak sadarkan diri, dia mengambil Ponsel Sersan dan menghubungi Elina. dan disinilah Elina...
Flashback off
"Dia telah pergi kak, Si Siapa Ya yang. ak akan menjagaku? Ba bayiku tidak memi liki seorang Ayah lagi Hikshh" tangis Xiola membuat rasa Iba terlintas dipikiran Elina.
BERSAMBUNGGG
Hallo semuanya, Author hari ini Double Up. semoga suka💗
Jangan Lupa dukung Author💙
__ADS_1
Komenn Ya, kasih kritikan bagus buat Author😁😍