Suamiku Duda Beranak Satu

Suamiku Duda Beranak Satu
KECELAKAAN...


__ADS_3

"Elina, Kamu kenapa?" tanya Wanita Yang sudah agak rentah.


"Zifa Bu, Dimana Zifa?" tanya Elina


"Zifa? Zifa sudah pergi dia sudah lama meninggalkan Panti ini" jawab Ibu Panti


" Nggak, Zifa gak boleh tinggalin Elina Bu...


Zifa udah janji sama Elina, dia udah janji buu" ucap Elina frustasi


"Tenanglah Elina" ucap Ibu panti sambil menuntun Elina duduk di Taman Panti.


"Elina, kamu sudah dewasa kenapa kamu masih bersikap gini?" tanya Ibu panti yang melihat Elina memainkan Boneka.


"Ini Boneka pemeberian zifa Buu, nanti kalau Zifa sudah pulang, Elina akan berikan hadia ini Horeeee" riang Elina


"Elina, sadarlah Syaang, ini bukan duniamu, Duniamu sudah dewasa bukan anak anak lagi. Sadarlah ibu mohon" ucap Ibu Panti yang gak tega melihat Keadaan Elina


"Ibu, Elina Mau Susu" ucap Elina manja


"Kamu sudah dewasa Elina"


"Ibu jahattt, Elina mau susu buu mau susuuuu" ucap Elina sambil menarik narik ujung baju Ibu Panti


"Baik baik ibu buatkan,kamu disini Jangan kemana mana"


"Baik, Buat Susunya banyak banyak ya Buu" teriak Elina sambil melanjutkan Permainannya.


Peringatan🚫


Siapa yang gak suka sama Cerita berbau Horor lebih baik skip aja.

__ADS_1


Elina yang sedang duduk Sambil memainkan Boneka milik anak panti. Elina melihat Mama dan Zifa yang memanggil manggil dirinya


Elina melihat Mamanya yang merentangkan tangannya untuk ingin memeluk Elina, sedangkan Zifa memberikan kode untuk mengatakan jangan datang kemari.


"Mama, Mama Masih hidup?" tanya Elina


"Mama, Apa Elina hanya Menghayal saja?"


"Sinilah Sayang, Mama merindukanmu" ucap Elvi yang mengenakan Gaun Putih sambil merentangkan tangannya.


"Jangan Elina jangan" ucap Zifa Sambil menyilangkan tangannya.


"Zifa, kamu kenapa gak bilang kalau kamu ketemu sama Mama? Kamu jahatt" ucap Elina sambil berlari kepelukan Mamanya dan


Brak


Elina terpental kejalanan dengan kepala berdarah dan luka dibagian tubuh. Semua orang berbondong bondong mengelilingi kejadian dan melihat seseorang yang terpental dengan luka ditubuh yang ditabrak oleh Mobil. Ibu Panti yang tidak melihat keberadaan Elina, dia malah melihat suara ramai di Jalan ujung.


"Elina... Bangunnnn, Elinaaaa" teriak Ibu Panti


"KALIAN SEMUA KENAPA DIAM? KENAPA KALIAN GAK BAWA KERUMAH SAKIT? CEPATTT" teriak Ibu Panti


"Baik baik buu" ucap Salah satu Warga yang melihat kejadian itu.


"Elina kamu harus kuatt, kita akan mencari Zifa jika kamu kuat dan sembuh, ibu janji akan hal itu" janji Ibu Panti yang berada dimobil sambil memangku kepala Elina yang bercucuran darah.


Sedangakan Arya yang baru tiba dipanti, dia juga merasa heran sama warga yang berbondong bondong dijalan, tapi dia tidak memperdulikannya karna tujuannya yang sekarang sang Istri yang tiba tiba kabur.


Jika Memang Elina mau kabur, sudah dari dulu Elina kabur pada waktu Arya di Luar Negeri, tapi yang menjadi pertanyaan Arya, Kenapa Elina baru kabur sekarang? dan apa penyebabnya? Alasan Zavera itu belum masuk akal menurut Arya makanya Arya tidak bisa memahaminya.


Arya melangkah kearah Rumah Panti, dan dia melihat sekelompok anak anak yang sedang bermain petak umpet, main kelereng, main Tali Lompat dan lainnya.

__ADS_1


Arya bertanya pada salah satu anak panti yang sudah lebih tua dari pada anak panti lainnya, mungkin Arya bisa dapat informasi dari gadis itu.


"Permisi"


"Ya ada apa Om?" tanya Gadis itu


"Apakah aku sudah setua itu?" batin Arya


"Em, Apa Ibu Panti ada disini?" tanya Arya


"Em itu Om, anuuu emm gimana mau ngomongnya ya!" ucap Gadis itu berpikir mau gimana ngomongnya membuat Arya Geram dan kesal.


"Gini, Om tadi Aku lihat ada Kak Elina datang kesini, nahh Kak Elina menghilang saat Ibu Panti datang membawakan Susu. ntah lah untuk siapa itu Susunya? Nah, pada waktu Ibu Panti menanyakan pada saya, saya bilang saya tidak tau,terusss Ibu Panti Mencari kak Elina lalu Aku mengikuti Ibu panti dan aku melihat Kak Elina berlumuran Darah, dan dibawa Ibu Panti kerumah sakit. Jadi Ibu Panti gak ada dia pergi" ucap Jenni


"Kenapa kamu gak bilang dari tadi? Elina Dibawa rumah sakit mana?"


"Em, itu yang saya tidak tau Om" ucap Jennie sambil menunduk


"Aku bukan suami Tantemu, jangan panggil aku dengan sebutan Om, aku suami kakakmu.


apakah kau paham?"


"Eh iya Om, maksudku Kak" ucap Jennie nunduk


"Lebih baik Kakak nanya sama Pak Armin deh, tadi Pak Armin juga lihat kejadiannya.."


Bersambungg...


Wee kalian kasih dulu suportd untuk Author


supaya Author lebih giat lagi.

__ADS_1


__ADS_2