Suamiku Duda Beranak Satu

Suamiku Duda Beranak Satu
Bonus Chapter 9


__ADS_3

"Nenek" Riang Kenzo saaat melihat kehadiran Anjani yang sudah menunggu Dipintu Utama.


Dengan perasaan Bahagia, Kenzo memeluk dan merengkuh tubuh Neneknya dengan penuh kebahagian.


"Gimana Liburannya?" tanya Nenek lalu mencubit Hidung Mancung Kenzo dengan Gemash.


"Sangat menyenangkan Nek, Adik Kelvin teruss saja Buat Ulah" gerutu Kenzo sambil mendelik kejam Kelvin yang masih saja mencuri perhatiàn Mamanya.


"Kok gitu sih sama Adik sendiri? Dia kan adik Kenzo.." ucap Mama Anjani dan terbuka lebar mengambil alih Aluna yang sudah tertidur dipelukan Haris sang Asisten


"Cucu cantik Oma kok udah langsung merem aja sih!" kesal Mama Anjani sambil mencolek colek Pipi Gembul itu.


"El, Kok makin gemuk aja sayang? Jangan-jangan kamu hamil lagi? Wahh Rumah tambah rame dong, kalau Gini caranya.." Ejek Mama sambil melirik Arya dengan tatapan tajamnya.


Mama Anjani bisa melihat keresahan yang mendalam dalam Dimata Elina, Bukannya liburan keluarga? Pasti Asik dikamar aja nih Anak Gak ada Akhlak" Decih Mama dalam Hati.


"Gak Mungkin Hamil Ma, Arya pakai Pengaman kok. Udah cukup punya anak 4, gak mau nambah lagi. Nanti mati kutu aku karna pawang Elina ada 3, apalagi Tambah... Jadi meresahkan" Ujar Arya yang menggendong sikecil Kevin didalam pelukannya.


"Yaudah, Kalian pasti lelah. Mama siapkan makan siang dulu ya! Kalian bersih-bersih dulu, Nanti turun kebawah oke!" ucap Mama dan diiyakan Elina


"Ayo Mas..."

__ADS_1


"Kamu diluan aja sayang, Mas ada urusan sama Mama" ucap Arya dan dianggukin Elina


"Udah siap kan Ma?" tanya Arya dengan wajah menyelidik dan dianggukin Mama Anjani dengan senyum bahagianya


"Mama sudah persiapkan Kejutan dan Makan Malam hari ini dengan sempurna, Ingat Arya kamu harus beli Sesuai rencana kita" ucap Mama dan Diiyakan oleh Arya.


"Tenang Ma.. Beli hadiah, aku sudah membeli berlian dari Korea. Mungkin inì akan kejutan yang besar buat Eliana" ucap Arya dan dianggukin Mama Anjani


"Pergilah, Mama akan meletakkan Princess ke Kamar Mama dulu" ucap Mama yang mrrasakan kram dibagian tanggannya.


Mungkin Kram ini datang saat dia mrnggendong tubuh Princess yang Sudah 1 Tahun itu Tapi kesatu tahunnya 1 Bulan lagi.


"Loh anak Papa udah bangun ya?" Tawa Kevin menggema ditelinga Arya dan hal itu membuat Arya mengulum senyum indahnya.


"Ayo makan, Anak anak sudah bangun. nanti Tidur lagi, kamu jadi repot sayang.." Ujar Arya dan dianggukin Elina


Sejenak dia menggantik Celana Kelvin yang Basah akibat Pipis celana yang membasahi Tempat Tidur Arya dan Elina.


"Anak Mama kok bodoh sih? Masih pipis pipis aja..." Gumam Elina membuat Kelvin tertawa terbahak bahak dan menendang menendang kearah Mamanya sebagai respondnya.


Elina Mengangkat tubuh mungil itu, Dia menggendong dan meletakkan didekat saudara kembarnya yaitu Kevin, Kevin yang memakan Buburnya ditemani oleh Baby sister yang khusus menjaga Aluna.

__ADS_1


"Eh aluna masih tidur Ma?" tanya Elina


"Bukan Aluna Ma, tapi Princess. Kenzo gak suka, jika nama panggilan Adik Kenzo dijelek jelekin" ucap Kenzo membuat Mama Elina menampilkan senyumnya dan mengacak acak rambut Kenzo


"Huuuu, Mamamamamam" Tangisan Princess membuat Baby sister itu meninggalkan sikembar dan Pergi Menuju kamar Nyonyanya untuk Membawa sikecil Princess


Babby Sister itu membawa Princes kepangkuan Elina dan sukses Kelvin menjerit menangis akibat cemburu, Dan Hal itu Membuat Mama Anjani mengerti dan mengambil àlih Aluna


"Dasar Anak Manja"Gumam Kenzo dia sesekali membuat tawa muncul disudut bibir Princess sedangkan Kelvin dia sukses menarik perhatiann Mamanya.


"Anak papa kok Cemburuan sih! Tiru nih saudara kamu, Dia masih makan dengan tenang walaupun agak berlepotan" ujar Arya lalu sadar jika Putranya kevin sudah Jorok akibat makanan berserak yang dia permainkan.


Mereka Mengahbiskan Makan siang dengan penuh kebisingan, Kebisingan itu yang membuat suasana kadang menegang dan kadang menghangat.


Elina dan Arya menidurkan sang anak anak, Dan sesuai permintaan Mama Anjani yang menitipkan sebuah Gaun di Butik dan mereka harus mengambilnya, Elina mengangguk pasrah.


"Butiknya masih jauh Mas?" tanya Elina yang menahan kantuknya disore hari


"Dekat lagi kok, Jangn tidur dulu ya!" ucap Arya sesekali pandangan menyetir dan mengusap lembut pipi Elina dengan penuh kemesraan.


Bersambungg

__ADS_1


__ADS_2