
Waktu pun berlalu,kini Elina sudah seperti sedia kala. Dia memulai Aktivitasnya dari menemani Sang Putra yang membuat Hatinya selalu tenang.
Kini Elina sudah bersikap manja terhadap suaminya, ntah kenapa? atau bagaimana? itulah yang terjadi pada Elina. Sejak kecelakaan itu. Elina kini menjadi Posesif dan Manja. Arya menjadi kewalahan menuruti Permintaan Elina karna Arya takut nantinya dia khilaf.
"Mas Aryaaaa" rengek Elina yang melebih lebihin dari Kenzo.
"Hem" deheman Arya membuat Elina tersenyum menang. karna setiap Arya berdehem berarti Keinginan Elina akan terwujud.
"Aku ingin mencari Kuburan Zifa" ucap Elina membuat Arya terbatuk batuk.
Uhuk uhuk uhuk
"Kenapa?? apa kau tidak ingin membantuku mencarinya???" tanya Elina
"Ehm Tidak, bukan itu maksudku. Em, kenapa kau ingin sekali mencarinya?? bukannya dia sudah tiada??"
"Ya, memang dia sudah tiada. tapi aku ingin menemuinya. Walaupun aku hanya melihat kuburannya , hatiku akan merasa tenang. Etssss tunggu dulu, Zifa kan sedang hamil? Apakah Bayinya selamat?? Ahhh tidakkk, kalau anaknya selamat ada kedua kemungkinan keberadaan anaknya..."
"Yang pertama, Anaknya pasti dibawa bersama Ayahnya, karna kata Zifa. Suaminya begitu baik dan mencintai dia dengan sepenuh hati. Ehmmm aku mengingkan Laki laki itu" ucap Elina
"Kau bodoh Elina, Akulah suami Sahabatmu itu,dan anak itu, itulah putramu yang selalu kau manjakan itu. Ck"gumam Arya dalam Batin.
"Aku ada, apa aku harus bersikap begitu padamu??" tanya Arya sambil memandang Wajah Elina dengan dekat.
Elina yang bisa merasakan Hembusan Nafas Arya, dia merasa deg degan. ntah kenapa? Jantung Elina berdegup kencang. Dia baru pertama kali melihat Wajah Laki laki dengan begitu dekat.
Dia memandangi wajah tampan itu dengan tanpa Sadar dia menyentuh Bulu mata lentik itu dan dia memegang Wajah itu dengan penuh kelembutan.
"Bulu Mata ini Mirip sekali dengan punyanya Kenzo" ucap Elina membuat Arya tersenyum lebar.
__ADS_1
"Kenapa wajah ini tidak mirip dengan kenzo??" ucap Elina membuat senyuman Arya hilang.
"Jadi kau Bilang Kenzo Bukan Putraku??" tanya Arya sambil menjauhkan Wajahnya dari Elina.
"Bukbukbukan itu maksudku, maksudku Wajah Kenzo begitu mirip dengan Zifa." ucap Elina sambil menundukkan kepalanya.
"Tentu saja Kenzo mirip dengan Zifa, Zifa kan Ibu Kandungnya" ucap Arya bermolog hati.
"Jadi Maksudmu apa hah? Kenzo mirip dengan Zifa? ck, ibu kandung Kenzo paling sempurna dimata ku. Sudahlah kau tidak akan mengerti" ucap Arya lalu ingin beranjak dari Kursinya.
"Tunggguuuu" ucap Elina setengah berteriak.
"Bagaimana dengan mencari kuburan Zifa???"
"Lupakan, Aku sudah marah padamu. dan kau masih mengingat hal konyolmu itu" ucap Arya lalu ingin pergi lagi
"Ada apa lagi? belum puas jawabannya?"
"Eh bukan, aku hanya mau ngasih ini. makan tepat waktu ya! Suami Martan"
"Suami Martan???"
"Eh itu panggilan sayangku padamu" ucap Elina sambil tersenyum Geli.
"Kauuu, apa kau tidak membohongiku???"
"Ehmn, tidak... tidak mungkin aku membohongi Suamiku yang pintar ini" ucap Elina
"Hm baiklah aku berangkat Dulu" ucap Arya sambil menodorkan tanganya.
__ADS_1
"Untuk apa tangan ini???, kau mau aku menyalammu??" tanya Elina dengan senyum liciknya.
"Menurutmu??"
"Menurutku,kau itu Gila."
"Kau bilang aku Gila?"
"Ya, kau Gila. Memang kita ini sepasang suami istri tapi aku tidak mau melakukan kewajibanku" ucap Elina
"Kau...
"Mama dan Papa selalu aja bertengkar. aku bosan mendengarnya.. sebentar lagi baikan,nantinya Bertengkar lagi" ucap Kenzo
"Papa mu yang membuat Mama Marah" ucap Elina langsung disangkal oleh Arya
"Kau yang membuatku Kesal"
"Kau"
"Kau
"Diamlah Ma, Pa" ucap Kenzo
Bersambunggggg
maaf teman temannya author
semalam author gak Up nanti author usahakan untuk up.😚
__ADS_1