
"Zif, Gimana Kabar kamu? Apa kau tau, Sahabatmu itu menyusahkan aku. Tapi aku mencintainya... Maafkan aku jika, Aku mencintainya dan Oya, Aku tidak akan pernah melupakanmu karna Kau Cinta Pertama ku. Dan Hasil dari Cinta kita adalah Kenzo. Putraku" ucap Arya sambil Membersihkan Kuburan Zifa yang memiliki beberapa Rumput kecil.
"Kau tau Zif, Dia sangat unik menurutku" ucap Arya lagi.
"Aku pergi dulu, Dan Aku merindukanmu" ucap Arya yang menitikkan air Mata.
Dirumah..
"Kau Adalah Suami Zifa" ucap Elina dengan mengamuk saat melihat Foto pernikahan Zifa dan Arya disebuah Kamar Yang terkunci Rapat.
"Kau jahattttttttt, Kenapa kau menikahiku??" tanya Elina kepada Foto Arya dan Zifa.
"Aku Aku tidak habis pikir, dengan jalan pikirmu Arya Ifdal Zafano" ucap Elina lagi lalu menangis dengan kencang.
"Kenapa aku menikahi Suami Sahabat ku sendiri? Kenapa? Kau bodoh Elina, kau bodoh! Kenapa kau tidak menyadari dari awal Hah?" teriak Elina lagi merutuki kebodohannya.
"Bayiku" gumam Elina sambil mengelus elus Perut Elina yang terlihat masih datar itu.
"Aku harus menyembunyikanmu dari Papamu" ucap Elina lagi.
"El.. El..." panggil Arya karna dia dapat pemberitahuan dari Rina kalau Elina Menangis sejak memasuki Kamar Diatas.
"El..."Panggil Arya dan mendekatkan tubuhnya ingin memeluk Elina.
"Lepaskan" ucap Elina dengan wajah sendunya.
"Kenapa? Aku Suamimu" ucap Arya
"Kau... Kau Bukan Suamiku, Tapi Tapi Kau... Kau Suami Sahabatku" ucap Elina dengan suara tangisnya. Dia tidak menyangka jika Dia menerima Bekasan dari Sahabatnya sendiri, Dan apa itu? Ketika mereka membuka lembaran baru karna pernikahan terulang, Arya tidak mau jujur padanya.
"El...
__ADS_1
"Diam, Urus Surat penceraian kita" ucap Elina
"El.. kau, tidak boleh seenaknya minta penceraian." ucap Arya
"Kenapa? Apa Hak mu melarangku?" tanya Elina yang lupa akan statusnya
"Kau istriku, dan aku suamimu. aku berhak melarangmu" ucap Arya
"Ck, Suami. Jika kau suamiku, Kenapa kau Menyembunyikan Semua ini? Kenapa? Kau Selalu melihat wajahku yang sedih ketika aku merindukan Sahabatku. Kau selalu membantah perkataan ku ketika Kenzo aku bilang mirip dengan Zifa" ucap Elina dengan menggebu gebu.
"El...
"Jangan kau sebutkan Namaku" ucap Elina dengan setengah berteriak.
"Awww" pekik Elina saat merasakan Keram dibagian Perutnya.
"El..." lirih Arya dengan mendekat kearah Elina.
"Mbak Rinaaaaaaa" teriak Elina dengan suara keras. Membuat Rina melangkahkan kaki dengan cepat dan sampailah dia Dikamar Nyonya dan Tuannya itu.
"Siapkan Mobil" ucap Elina dengan masih tangan melekat Diperutnya.
Mbak Rina pergi menyuruh Pelayan lain dan menopang Elina dan membawa Elina Menuju Rumah Sakit. Arya yang terdiam dan mengusap wajahnya dengan kasar.
Dia tidak menyangka jika Elina tau dengan sendirinya, Elina akan Terjadi begini.
"Gimana Dok??" tanya Elina
"Syukurlah, Kalian Membawa Mbak Elina Ke rumah sakit tepat waktu" ucap Dokter itu membuat Elina bernafas Lega.
"Sudah saya katakan Mbak, Jangan stresa dan jangan banyak pikiran" ucap Dokter itu yang sedikit Marah. Barusan Elina mengetahuinya dan sekarang Elina merasakan Kesakitan.
__ADS_1
Flashback On
"Mari Sini saya akan periksa kesuburan Rahim Anda dulu" ucap Dokter itu lalu membaringkan tubuh Elina di Brankar dan mengeluarkan Alat yang dibutuhkan.
"Ada Keganjalan" ucap Dokter itu yang masih memeriksa keadaan Elina.
"Kenapa Dok? Apa Kakakku kena Penyakit Mematikan??" tanya Zavera membuat Dokter itu menyuruh Suster untuk menyiapkan ruangan Khusus pemeriksaan Kandungan.
Suster mendorok Brankar milik Elina, Dan dengan terkejutnya Elina dan Zavera tidak mengerti kenapa Dia atau Kakaknya didorong Menuju ruangan yang dia tidak mengerti sama sekali.
"Kakak Ku punya penyakit apa dok??" tanya Zavera dengan wajah khawatir.
"Dok, apa aku punya penyakit??" tanya Elina dengan wajah sendunya.
"Nanti kalian akan mengetahuinya, lebih baik anda Berbaring dulu" ucap Dokter itu lalu membuka Kancing Elina dan menampakkan Perut Elina. Dan Dokter itu Menaburkan Sedikit Jell, lalu meletakkan Alat Untuk melihat apa Keganjalan itu Nyata atau tidak.
Zavera yang baru memahami karna dia juga sudah meñgalami keadaan Elina. dengan wajah bahagia, Zavera memerhatikan Hasil USG yang dilihatnya dan disana Zavera melihat Sebuah Biji yang masih kecil sekali, sama sepertinya yang sedang mengandung ini.
"Kenapa dok?" tanya Elina dengan wajah ketakutan dan membayanin jika dia meninggal dan Kenzo kehilangan Ibu atau dia akan menjadi anak Yatim.
"Selamat Buu, Ibu Sedang Mengandung" ucap Dokter itu dengan wajah tersenyum.
dengan bangga dan terasa haru, Elina mengusap Perutnya yang datar dan menatap Zavera yang ditengah menangis.
Zavera memeluk erat Kakanya dengan Mengucapkan Rasa Sykur. Akhirnya Kakaknya akan benar benar menjadi Seorang wanita sempurna.
Flashback Off
Bersambungggg
Hari makin Hari, Like Berkurang...😣😣
__ADS_1