Suamiku Duda Beranak Satu

Suamiku Duda Beranak Satu
Berlian Zavera


__ADS_3

Hari ini Dimana Arya akan pergi keluar Negeri untuk menyelesaikan Pekerjaannya. Arya Sudah rapi dengan pakaian Kemeja berwarnah hijau tua dan dibakutin Jas yang hampir sama dengan warna kemeja membuat Penampilan Arya semakin menawan dan Tampan.


"Sudah lengkap"ucap Elina yang sedang melihat Isi Koper Arya. dia takut barang Arya ketinggalan karna Arya sudah berjanji akan pulang sebelum Penerimaan Raport Kenzo.


"Ini Koper kamu" ucap Elina sambil menggeser Kopernya kearah Arya.


"Aku pergi dulu ya!" ucap Arya dianggukin oleh Elina, sedangkan Kenzo.. dia sedang berada disekolah.


"Hati hati mas" teriak Elina sambil melambaikan tangannya.


"iya" ucap Arya lalu memasuki Taksi yang sudah dipesan oleh Elina secara online.


Arya sengaaja memakai Taksi Online karna Arya tidak ingin merepotkan orang lain, cukuplah Pak Supir Taksi yang report, karna itu merupakan Tugas Pak Supir.


Pada Saat Elina yakin kalau Arya sudah pergi, Elina ingin menutup Pintu tapi tiba tiba kehadiran Anjani membuat Elina terkejut.


"Kamu tidak mengantar Arya ke Bandaraa??" tanya Mama Anjani secara tiba tiba membuat Elina terkejut pada saat itu.


"Mama Ini buat Aku terkejut aja" ucap Elina sambil mengelus elus Dadanya agar kembari normal.


"Hehehe Maaf" cicit Mama Anjani


"Gak apa apa Ma ..." ucap Elina dengan senyuman Manisnya.


"Kenapa gak antar Arya kebandara hem??" tanya Mama Anjani lagi


"Eh itu permìntaan Mas Arya Ma" ucap Elina


"Oh" ucap Anjani yang hanya berohria aja.


"Mama, Mama gak sarapan??" tanya Elina


"Ehm, Mama mau sarapan sama menantu cantik Mama ini" ucap Mama Anjani seketika membuat Elina salah tingkah.


"Eh iiya ma, maksud El. El juga mau saparan sama Mama" ucap Elina membuat Mama Anjani Tertawa.


"Mama kok ketawa sih??" tanya Elina

__ADS_1


"Kamu lucu tau" ucap Mama Anjani membuat Elina seketika bulshing mendengarnya.


"Mama ada ada aja dehh" ucap Elina yang menetralkan detakan Jantungnya.


"Sudah,Ayo" ajak Mama Anjani


"Mbak Rina Masak apa mbak??" tanya Elina yang melihat Rina berkutat Dengan alat alat Dapur.


"Masa Nasi Goreng Nyonya" ucap Mbak Rina lalu fokus kembali dalam pembuatan Nasi Goreng.


"Kamu gak pandai masak El?" tanya Mama Anjani


"Hehehe El tau nya sedikit sedikit Ma, El masak hanya buat Mas Arya dan Kenzo. El gak mau Tanggung Jawab El kasih ke orang lain" ucap El dengan senyuman Kikuk.


"Bagus Dong, Itu Namanya Kamu Masih Mau Melayani keluarga kecil kamu. Sedangkan Mama dulu, Mama hanya kerjanya tidur , Makan Dan Bersenang senang. Mama gak pernah pegang alat Dapur" bisik Mama Anjani


"Mama Ada ada Aja deh" ucap Elina yang merasa Agak canggung berbicara bisik bisik dengan Mertuanya itu.


"Mama Mengatakannya dengan jujur loh El" ucap Mama Anjani


Disekolahh


"Kakak" panggil Zavera dengan melambaikan Tanggannya.


"Ada Apa Zav??" tanya Elina


"Kakak, Apakah ada yang beda dengan penampilan ku hari ini???" tanya Zavera membuat Elina memperhatikan dengan seksama Penampilan Zavera.


"Tidak Ada Zav, Kamu seperti biasanya Ceria gak seperti minggu lalu yang sediih" ucap Elina membuat Zavera cemberut.


"Kak, coba perhatiin lagi." ucap Zavera membujuk Elina


"Baiklah Saya akan memperhatikannya kembali" ucap Elina


"Kamu sudah kembali ceria gak seperti minggu lalu Selamat" ucap Elina membuat Zavera cemberut lagi Kata katanya sama tapi cara pengucapannya beda.


"Bukan itu Kak, tapi ini ini " ucap Zavera sambil menunjukkan Kalung Berlian di Leher Zavera.

__ADS_1


"Kamu mencuri"


"Oh my god, Zavera cepat pulangkan" ucap Elina berdecak kesal. Dia aja tidak pernah dibelikkan sebuah kalung, Dan menurut Elina jika dia tidak pernah dibelikkan oleh Mas Arya maka Zavera juga tidak mungkin dibelikkan oleh Andra.


Karna menurut Elina sifat dan tabiat Andra dan Arya itu Sama. Sama sama Nyebelin, Sama sama Mes***, Sama Sama Pengusaha, Sama sama Bucin, Sama sama Sok keren. ahh pokokknya banyak dehhh.


"Ini bukan hasil Curian kak" kesal Zavera kepada Elina,karena Elina menuduh itu Kalung Curian.


"Jadi apa hem???" tanya Elina dengan wajah Memcurigakan.


"Ini Kalung pemberian Mas Andra sebagai permintaan maafnya karena membuatku kesal kkk" ucap Zavera


"Oh my god, kau dengan mudahnya memaafkan dia hanya sebuah kalung" ucap Elina dan dianggukin oleh Zavera.


"Seharusnya kau tidak usah memaafkannya agar kau mendapat seluruh hartanya hahahahah" Ucap Elina dengan tertawa keras.


"Kau jahat Kak, Emang Kakak udah maafin kakak Arya??" tanya Zavera dengan wajah menyelidik.


Karena pertanyaan Zavera membuat Elina terdiam. Dia yang menyuruh Zavera untuk tidak saling memaafkan tapi kini kata kata itu berbalik padanya.


"Em em Em bel lom" ucap Elina berbohong


"Wahh, kalau begitu aku akan mengembalikkan kalung ini dan tidak akan memaafkan dia lagi." ucap Zavera membuat Elina melototkan matanya.


Bersambung...


Kini Author akan Up 2 kali dalam 1 hari😚


Jangan Lupa Dukung Author💙


Like


komen


Vote dan Kasih Hadiah Buat Author.


i

__ADS_1


__ADS_2