
Hari Yang Elina Tunggu...
Hari Dimana Seharusnya Memancarkan Kebahagian Dari Sang Putra tapi telah dihancurkan oleh Sang Ayahnya Sendiri.
Dengan penuh Kemarahan Elina menatap Sayu anaknya yang meringis kesakitan karna Tamparan yang masih beberkas diwajahnya. Dia memeluk Tubuh Anaknya itu dengan penuh Cinta.
"Maafkan Mama sayang" ucap Elina kepada Bocah yang mau berusia 8 Tahun itu. Elina ingin merayakan Ulang tahun Kenzo dan memperingati Hari Kematian Istri Pertama Arya tapi Pestanya telah direncanakan Oleh Sang Papa.
"Maafkan saya Mbak...
"Ini pasti karna kehadiran saya. Maafkan Tante ya Kenzo...
"Tante akan mengganti Semua kerugianmu" ucap Afyani dengan ikutan Memeluk Tubuh mereka berdua.
"Sudahlah, Aku sudah mempersiapkan Pesta yang lebih meriah dari ini. Maafkan Papa ya Mama" ucap Arya kepada Elina, Ini adalah rencananya dengan Kenzo.
Kenzo ingin ini terjadi agar dia bisa lebih dekat dan menjalinkan Pertemanan Baik dengan Putra Arden dan Afyani itu.
"Papa sudah memeprsiapkan yang lebih baik Mama...
"Jangan menangis... Kenzo gak suka lihat Mama dan Tante merasakan rasa Bersalah itu" ucap Kenzo mengusap Air Mata Mamanya dan Afyani.
"Maafkan Aku Mbak, Lain kali Keluargaku tidak akan pernah hadir lagi dalam Acara kalian" ucap Afyani membuat Arden menarik Afyani dalam Pelukannya. Stevven Terpaku melihat Pelukan itu, Dia juga merindukan Hal romantis dengan Afyani. Tapi Afyani bukan miliknya lagi, Dia milik Orang lain. Dan Stevven harus sadar akan hal itu.
"Ciee Romantis nioo" ejek Reyan yang sudah menjadi kebiasaannya menjahili Bunda dan Ayahnya itu.
"Ayo Pulang Sonya" ajak Stevven yang sudah menahan rasa malunya.
"Mama Kenapa marah gitu Pa? Mama Kan Hanya punya pakaian gitu? tapi kenapa Mama diejek sama Tante itu? Kalau emang Tante itu gak suka! Jangan menghina Mama" ucap Lio yang sudah berada dipangkuan Stevven.
__ADS_1
"Lioo, Tante itu gak salah. Yang salaj itu Mama kamu.Yang dikatakan Tante itu Benar...
"Seharusnya seorang Wanita menghargai Suaminya. Dan Tubuh seorang Istri seharusnya hanya diperlihatkan dihadapan Suaminya bukan Pada Masyarakat" ucap Stevven tapi perkataannya itu mengarah pada Sonya yang tertunduk dengan merutuki kebodohannya.
"Maafkan Aku Mas" ucap Sonya tiba tiba, Dia benar benar takut ucapan Elina menjadi kenyataan Dia akan menagih 100Jt ke Semua rumah Tamu Undangan.
Uang Itu sangat disayangkan jika diberikan kepada Elina hanya sebagai Ganti Rugi. Padahal Tamu sangat ramai, Maka uang 100JT Elina akan banyak dan Elina akan bertambah Kaya. Itulah yang dipikirkan Oleh Sonya.
"Sudahlah, Aku akan menyuruh Sekertaris ku untuk menyiapkan Uang itu." ucap Stevven dengan mengusap Kepala Lio agar tertidur.
"Tapi Mas...
"Dia sudah sangat Kaya, Untuk apa uang itu? Lebih baik kita berlibur dulu untuk menghindari hal ini" protes Sonya
"Sonya Ini karna dirimu, Kau yang membuat Ulang Tahun Putranya hancur. Kau yang membuat masalah dengan Afyani, Dia hanya menghadiri bukan mengajakmu Bergulat" ucap Stevven membuat Sonya Murka.
"Ehk, Tatap Maataku. Apa Aku menyalahimu? Tidak, Ini kenyataannya Sonya. Jangan membawa Nama Bayi kita, Dia belum lahir dan dia belum tau apaa-apa! Kontrolkan Emosimu, Dia tidak pernah menganggu kita, Cukuplah Sudah" ucap Stevven membuat Sonya berdecak Kesal.
Dipestaa...
Selamat Ulang Tahun...
Selamat Ulang Tahun....
Selamat Ulang...
Selamat Ulang...
selamat Ulang Tahun...
__ADS_1
"Selamat Ulang Tahun Putra Mama Yang Tampan, Dan Jadilah Kakak Yang Baik buat Princess, Kelvin dan Kevin ya Sayang" ucap Elina mencium seluruh wajah Anaknya.
"Selamat Ulang Tahun anak Papa, Maafkan Papa baru bisa ngerayaain Ulang Tahun kamu yang ke8 Tahun ini" ucap Arya sambil mencium Pipi Gembul Kenzo.
"Selamat Ulang Tahun Cucu Oma yang Tampan Ini"ucap Anjani lalu mencium Cucu Pertamanya itu.
"Hallo adik Princess" sapa Kenzo dengan senyum dan di riangkan oleh Princess Aluna
"Selamat Ulang Tahun anak Tampan" ucap Zavera dengan Hangat sambil menggendong Anaknya.
"Selamat Ulang Tahun Kenzo, Semoga kamu nanti menjadi Jodohku dimasa depan. Heheeh" kekeh Alya dengan mengedipkan Matanya tapi tidak dihiraukan Oleh Kenzo.
"Selamat Ulang Tahun Kenzo, Maafin Tante ya karna rusakin Pesta meriah kamu ini" ucap Afyani lalu dianggukin Kenzo. Dia menatap Rehan, Yang baru sah menjadi temannya.
Dia Mendekat ketiga Kembar itu.
"Hallo Kenken, Nama Aku Reyan Kembaran yang ke3" ucap Reyan dengan Manisnya.
"Hai Reyan Namaku Kenzo bukan Kenken" ucap Kenzo membuat Reyan terikikik.
"Hai Kenzo, Namaku Revan Adik tengah Rehan. Selamat ulang tahun ya! aku tidak bisa memberikanmu sebuah Hadiah. Maaf ya" ucap Revan dan dianggukin Kenzo.
Kenzo mendekat kearah Rehan dia Melihat mata Rehan yang menunduk. Dengan keberanian Rehan Memeluk Kenzo, Kenzo terkejut tapi dia Bahagia. Semoga pertemanan sampai Akhir.
"Selamat Ulang Tahun, Aku tidak mempersiapkan Kado karna aku tidak suka Melihatmu. Aku lebih suka melihat Kau menderita. Hehehe"Kekeh Rehan dan diacungkan Jempol oleh Kenzo dan Farel.
Dan Itupun dilakukan Semua orang Yang hadir dalam Acara itu. Mereka merayakan secara privasi. Ini adalah Rencana Kenzo dengan Arya. Mereka sengaja menyediakan Acara Ulang Tahun kedua secara sederhana. Karna yang datang hanya sebagian keluarga dan keluarga Teman Kedua yang Kenzo undang.
Bersambunggg
__ADS_1