
"Kenzo makan sarapannya sayang" ucap Elina
"Mama, apakah papa akan pulang seminggu ini?" tanya Kenzo
"iya papa akan pulang, hmm makan ya!" ucap Elina sambil menodorkan Suapan ke arah mulut Kenzo
"Hmm enak! Masakan mama the best" ucap Kenzo sambil mencodongkan kedua jempolnya.
"Tidak sia sia aku belajar masak di Asrama" gumam Elina
"Mama, kenapa teman teman bilang Mama dan Kenzo gak mirip?" tanya Kenzo membuat Elina menelan ludahnya dan tidak bisa berpikir jernih karna Kenzo ini anak pintar, dan kepintarannya menurun dari Arya.
"Karna Kenzo Itu miripnya sama Papa"
"Kok aku merasa kenal deh dengan suaranya?" ucap Elina membuat Kenzo juga ikut berpikir.
"Iya, Malah suaranya mirip banget sama Papa ketika sedang berteleponan" ucap Kenzo membuat Arya menampakkan diri.
"Jadi Putra papa ini gak kenal sama suara papanya sendiri?" tanya Arya
"Papa?, apa ini Papa?" tanya Kenzo
__ADS_1
" iya hem, kamu pikir aku hantu apa?" ucap Arya lalu melihat kearah Elina.
"Papa, Kenzo Kangen sama papa. Papa tampan deh! pantesan Kenzo ini Mirip Banget sama Papa" ucap Kenzo
"Mama, ini Beneran Papa kan Ma? Bukankah kata Mama, Papa pulang seminggu lagi?" tanya Kenzo
"Ehmm, ehmm" gagap Elina
"Papa bohongin Mama Ken, Papa sengaja untuk memberi suprise buat anak Papa ini" ucap Arya
"Yeehh ,Papa emang betul Papa sering liat kenzo waktu Kenzo kecil?" tanya Kenzo
Ya walaupun, Arya menghindar dari Elina karna Arya takut akan jatuh cinta sama sosok ibu sambung Kenzo. Arya sangat menghargai Elina karna Elina begitu baik dan tanpa protes ketika Arya meninggalkan Kenzo dari bayi hingga Kenzo sudah besar dan menjadi anak sopan yang penuh tata kerama.
Begitu juga Elina, dia tulus menyayangi Kenzo bagaikan Harta paling berharga yang dia miliki. Walaupun dia menutup rapat rapat hatinya untuk seorang yang namanya pria, tapi Elina memiliki Perasaan sedikit buat Arya karna Arya setiap hari menghubungi Elina untuk menanya kabar sang putra.
"Ehm Iya Papa Sering melihat jagooan kecil papa ini" ucap Arya
"Aku pikir Papa gak sayang sama aku" ucap Kenzo
"husttt jangan pernah berkata bergitu kenzo, Mama udah bilang kalau Papa kamu begitu menyayangi kamu sama seperti Mama yang menyayangi kamu bagaikan piala mama." ucap Elina membuat hati Arya tersentuh.
__ADS_1
"Tidak Arya, kamu tidak boleh mencintai gadis ini... dia hanya ibu sambung buat Kenzo gak lebih dari itu"batin Arya yang memperingati Dirinya agar tau diri.
"Kenapa perasaan ku mengatakan bahwa Kenzo ini mirip banget sama Zifa" gumam Elina
Dikamar.
"Ziff kamu dimana zif? Lihatlah aku menikah dengan pria lain. kamukan janji padaku akan menjodohkan ku dengan pria yang kamu tunjuk. Zifff apakah kamu sudah melahirkan? huftt aku merindukanmu, sudah lama aku tidak melihatmu, dan sudah lama kamu tidak mengirim surat padaku" ucap Elina memandangi Foto Zifa dan Elina pada saat masih bersama.
Arya yang melihatnya merasa rindu akan sosok istri yang dicintainya.
"Maafkan aku El, aku menyembunyikan ini semua. Zifa sudah memilihkan pria untukmu yaitu aku. dia sudah melahirkan dan anak itu yang sedang kamu rawatt, Zifa kenapa aku tidak bisa menerima kepergiaanmu? rasaanya aku merindukan momen itu ketika kita bersama!" batin Arya.
"Kalau dilihat Zifa mirip banget sama Kenzo, atau jangan jangannnn, ussttttt jangan berpikir begitu Elina. gak mungkin Zifa menyukai Arya yang seenaknya membeli wanita, jangan jangan Arya sudah memiliki banyak wanita lagi disana makanya dia tidak pulang.. pantesan aja dia gak peduli sama anaknya sendiri" ucap Elina tapi didengar oleh Arya.
"Dasar gadis gak berprasaan, enak aja dia bilang aku punya banyak wanita. dan apa tadi enak aja dia bilang Zifa gak mau sama ku, malahan Zifa itu cinta pertamaku dan kami saling Menyayangi" batin Arya yang tidak terima ketika dia dijelek jelekkan oleh Elina
Bersambungm..
Maaf semuanya, aku jarang up, tapi mulai hari ini dan seterusnya aku janji akan up ketika masih punya waktu.
ikuti kisahnya ya!
__ADS_1