Sudah Cukup Main Mainnya

Sudah Cukup Main Mainnya
Episode 17 [Kenyataan]


__ADS_3

"𝘋𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘠𝘪𝘭𝘢𝘯? 𝘉𝘪𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘊𝘢𝘧𝘦, 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘯𝘪𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢," gumam Nata sembari melihat setiap sudut ruangan Cafe yang masih nampak sepi.


Ia kemudian memberanikan diri untuk bertanya pada pekerja lain, yang belum pernah sekalipun berbicara dengannya.


"Maaf, apa kau melihat bos?" tanya Nata.


"Kudengar katanya hari ini bos tidak datang ke Cafe. Aku tidak tau apa alasannya, jadi lebih baik kau tanyakan saja pada bos," ungkap nya dengan ketus.


Nata hanya membalas perkataan pekerja itu dengan anggukan disertai senyuman kecil. Lantas ia melanjutkan pekerjaannya yang mulai padat.


......................


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Rasanya, baru beberapa menit yang lalu Nata tiba di Cafe, dan sekarang sudah waktunya bagi Nata untuk pulang.


Seperti biasa, ia mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian yang sebelumnya ia gunakan. Ia berjalan dengan langkah kaki kecil menuju sebuah taksi yang kebetulan sedang terparkir di sisi jalan.


Di pasangnya headset pada kedua telinganya. Ia mendengarkan musik yang sempat membuat kedua matanya tertutup rapat.


Namun suatu hal kontan membuatnya terbangun, begitu ia teringat akan Joy serta Darren yang sebelumnya meminta untuk bertemu kembali.


Sesegera mungkin ia menghubungi nomor telepon Joy dan mengatakan bahwa dirinya ada waktu sore ini.


Hanya membutuhkan waktu beberapa menit, akhirnya taksi yang di tumpanginya pun sampai di gedung apartemen tempat tinggalnya.


Terlihat sebuah mobil berwarna merah yang juga memarkirkan mobilnya di sisi jalan. Dua orang nampak keluar dari mobil tersebut dengan pakaian yang sama seperti sebelumnya.


Kedua orang yang tak lain adalah Joy serta Darren lantas mendekati Nata yang baru saja turun dari taksi.


Satu persatu dari keduanya mengulurkan tangan mereka untuk memberi salam.


"Bagaimana jika kita mengobrol di Cafe itu saja? Sepertinya perbincangan kita akan lebih jelas jika sambil bersantai," usul Joy yang mendapat respon positif dari Nata.


Tanpa berpikir panjang, mereka bertiga mendatangi Cafe yang nampak sepi pengunjung.


Minuman dengan rasa yang berbeda di hidangkan untuk ketiganya.


"Kau mengenal orang ini?" tanya Joy sembari memperlihatkan foto seorang wanita.

__ADS_1


"Tidak, memangnya siapa dia?"


"Dia adalah wanita yang bernama Angelyn. Apa kau tau? Bahwa dia adalah ibumu?" lontar nya yang sontak membuat Nata terdiam mematung.


Ponsel yang sedari tadi di pegangnya dengan erat lantas terjatuh lantaran ia syok begitu mendengar bahwa foto wanita itu adalah sosok ibunya.


"Tidak, tidak mungkin ... " sangkal Nata dengan raut wajah tak percaya.


"Itu mungkin saja terjadi. Asal kau tau, kau adalah cucu dari keluarga Konglomerat. Itu artinya, kau adalah generasi pertama dari keluargamu itu," ungkap Joy menjelaskan.


Nata memperlihatkan wajah yang nampak tak percaya setelah mendengar penjelasan dari Joy. Dirasanya semua yang dikatakan oleh dua orang di hadapannya hanyalah sebuah mimpi yang sejak dulu menjadi keinginan terbesarnya.


"Jika kau tidak percaya, kau bisa ikut dengan kami, untuk membuktikan semua perkataan ku benar."


"Ta-- tapi ...."


"Tidak masalah, kau jangan takut. Jika terbukti kau memang penerus generasi pertama dari keluargamu, maka kau akan menjalani hidup sebagai orang yang paling berkuasa di Kota ini," papar Darren diiringi senyuman lebar yang mengembang di wajahnya.


"Jika terbukti aku memang benar penerusnya, apakah aku bisa membalas semua perbuatan jahat Hansen? Akankah aku bisa melakukannya?!!" gumam Nata.


Kedua bola matanya nampak menatap sudut ruangan hingga terbelah menjadi dua. Ia lantas menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Darren.


****


Nata serta beberapa orang keluar dari mobil-mobil tersebut. Beberapa dari mereka yang mengenakan pakaian serba hitam nampak berjalan mengelilingi Nata.


Begitu sampai didepan sebuah pintu ruangan yang nampak asing baginya, ia dipersilahkan untuk masuk dan menemui seseorang yang berada di dalam.


Perlahan tangannya membuka pintu tersebut dan melangkah masuk. Nampak seorang pria yang tengah duduk di kursi putar berbalik ke arahnya.


"Silahkan duduk, Natalia Faralyn," perintah Pria itu dengan lembut.


"Aku mengundangmu datang ke sini karena ingin melihat wajahmu secara langsung. Dan begitu melihatmu, aku jadi yakin kalau kau benar-benar anak dari istriku yang sudah lama meninggal," paparnya.


Beberapa kali Nata sempat menelan ludahnya, lantaran merasa gugup karena harus berbicara secara langsung dengan orang yang paling berkuasa di Kota mereka.


"Sepertinya, perkataan Joy dan Darren benar. Natalia, anakku ... akhirnya ayah menemukanmu. Setelah puluhan tahun kau menghilang, dan sekarang aku di pertemukan kembali denganmu." Pria itu beranjak dari kursinya dan mendekati Nata.

__ADS_1


Ia membuka lebar-lebar kedua tangannya dan mempersilahkan Nata untuk memeluknya.


Kenapa harus menolak? Jika Pria di hadapannya benar sang ayah.


"Anakku, akhirnya aku menemukanmu, akhirnya ...."


"Ayah, terima kasih karena kau sudah berusaha dengan keras untuk mencariku," cakap Nata sembari menangis tersedu-sedu.


Keduanya nampak menikmati momen yang baru pernah terjadi seumur hidup. Lantas sang ayah mengajaknya untuk makan malam bersama, karena kebetulan Nata juga belum mengisi perutnya semenjak pulang bekerja.


"Natalia, apa kau tau? Ayah benar-benar tidak menyangka akhirnya bisa bertemu denganmu. Sebelumnya Ayah benar-benar khawatir jika tidak bisa bertemu denganmu hingga hidupku berakhir," ungkap sang Ayah.


"Ayah, kau tidak boleh berbicara seperti itu. Mungkin semua ini memang sudah takdir kehidupan yang sebelumnya sudah direncanakan oleh Tuhan."


"Benar, Putriku."


*****


Kebisingan nampak terjadi di rumah apartemen Nata yang dikunjungi oleh beberapa orang suruhan Tn. Lyn, ayah Nata.


Mereka nampak mengemasi barang-barang milik Nata untuk dibawa ke kediaman utama, tempat dimana wanita itu akan tinggal mulai saat ini.


*TOK! TOK! TOK!*


Suara ketukan pintu yang tiba-tiba saja berbunyi membuat Joy menghampirinya.


"Maaf, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Joy memastikan. Wajah seseorang di hadapannya sempat membuat Joy teringat akan satu orang yang saat itu melamar Nata di acara pernikahan Hansen.


"Dimana Nata?" tanya nya dengan raut wajah khawatir.


"Apa Anda mencari Nn. Natalia? Sekarang dia tidak lagi tinggal disini. Jika ingin bertemu dengannya, Anda harus membuat janji terlebih dahulu," tutur Joy memberitahukan.


Perkataannya itu kontan membuat Harwell sempat terdiam membisu. Raut wajahnya memperlihatkan rasa heran yang tinggi. Hingga pada akhirnya, Joy memperlihatkan tanda mengenalnya.


Tanda pengenal yang sengaja diperlihatkan pada Harwell tentu membuat lelaki itu menyadari dengan siapa dia sedang berbicara saat ini.


𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....

__ADS_1


𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀


__ADS_2