
Hari menjelang malam. Langit kini menjadi hitam pekat begitu matahari terbenam. Terlihat cahaya terang yang berasal dari hotel XX, tempat dimana acara perpisahan Tn. Lyn sebagai pebisnis mendunia dilaksanakan.
Beberapa orang dengan gaya elite nampak memberhentikan mobil mereka didepan hotel tersebut. Pakaian serta gaya mereka terlihat begitu mencolok jika dibandingkan dengan orang-orang biasa.
Kedatangan mereka sebagai tamu undangan acara itu pun disambut dengan hangat oleh Tn. Lyn serta Nata secara langsung. Keduanya berdiri tepat di tengah pintu sembari mempersilahkan para tamu untuk masuk.
Setelah sudah lebih dari 30 menit hotel tersebut didatangi oleh para kaum elite, Tn. Lyn pun membuka acaranya, karena ia berperan sebagai tuan rumah kali ini.
"Selamat malam semuanya. Saya, Jordan Lyn ingin mengucapkan terima kasih banyak bagi para tamu yang sudah datang. Acara utama malam ini adalah sebagai pertemuanku dengan kalian yang terakhir kalinya di dunia bisnis. Aku mewariskan semua kekayaanku pada Putri satu-satunya, Natalia Faralyn."
Sorak sorai serta tepuk tangan yang meriah terdengar menggema di dalam hotel. Setelah acara pembukaan dimulai, mereka lantas menikmati setiap hidangan yang ada di meja.
Dekorasi yang megah serta tekstur dinding hotel yang terbuat dari emas membuat para tamu terpana melihatnya. Tidak hanya itu, setiap makanan yang dihidangkan pun mempunyai rasa yang tak biasa.
Terlihat para tamu undangan tengah melakukan kesibukan mereka masing-masing. Begitu juga dengan wanita bernama Floryn Lawrence. Wanita itu berjalan dengan anggun menghampiri Nata yang tengah memperhatikan setiap tamu yang ada.
"Nata," panggil nya kontan membuat wanita bernama Nata menoleh ke arahnya.
Ia berjalan dan terus berjalan ke arah Nata. Tangannya memegangi bahu kanan wanita itu, bibirnya nampak menempel pada telinga Nata sembari membisikkan sesuatu.
"Usia kita tidak berbeda. Aku, dan kau … lahir di tahun yang sama. Tapi kenapa aku harus memanggilmu Kakak? Jangan harap!"
"Aku tidak peduli, lagipula apapun yang kau lakukan, aku akan menganggapnya sebagai angin yang lewat begitu saja," ketus Nata seraya mendorong pelan Floryn.
Ia melihat setiap sudut ruangan hotel yang nampak ramai dipenuhi oleh para tamu undangan. Di dapatinya seorang Pria yang tengah ditunggu-tunggu nya sejak awal acara dimulai.
Tiba-tiba saja Nata menjatuhkan tubuhnya di atas lantai yang dilapisi dengan karpet merah.
"Arghhh!! Tolong!!" teriak nya yang sontak membuat Floryn keheranan.
Hanya dalam sekejap, beberapa orang berkumpul mengelilingi keduanya. Wanita bernama Nata itu dibantu berdiri oleh para pria yang menjadi tamu malam ini.
"Te– erima kasih … " ucap Nata dengan manja.
__ADS_1
"Apa yang terjadi padamu?" para Pria itu bertanya padanya. Kontan matanya melirik ke arah Floryn yang masih berdiri dengan tegak di sebelahnya.
"I– ini semua gara-gara dia mendorongku … aku jadi terjatuh. Kakiku juga sedikit sakit," rintih Nata yang dalam sekejap membuat kericuhan terjadi.
Beberapa orang termasuk Hansen berjalan menghampirinya. Pria itu mendorong setiap tamu yang berkumpul layaknya rintangan.
"Apa yang terjadi, Nata?" tanya Hansen seraya meraba wajah Nata.
"Tolong antarkan aku pulang, kakiku sakit karena Floryn mendorongku tadi."
"Ti– tidak! Itu semua tidak benar!! Aku tidak melakukan hal itu!! Dia berbohong!" sanggah Floryn.
Namun Pria itu tak mempedulikannya. Ia lantas membawa Nata keluar dari kerumunan yang tengah terjadi.
Sementara itu, nampaknya Floryn terkena masalah besar.
Beberapa orang yang mendengar bahwa Floryn mendorong Nata membuat mereka mengolok-olok wanita itu. Tapi tidak dengan seorang Pria yang terlihat asing baginya. Ia malah mendekati Floryn dan mengajaknya minum bersama.
"Apakah kau yang bernama Floryn Lawrence?" tanyanya memastikan.
"Aku ingin mengajakmu duduk dan minum bersama. Bagaimana?" ajak nya seraya menunjuk sebuah meja yang kebetulan sedang kosong.
Hanya dalam waktu beberapa menit, Pria itu sukses membuat Floryn mengikutinya. Mereka lantas duduk di sepasang kursi tersebut.
"Mau aku tuangkan wine untukmu?"
"Ma– maaf, tapi ak–."
"Ah, kau tidak bisa minum, ya? Sayang sekali, padahal aku menyukai wanita yang suka minum-minum," dengus nya kecewa.
Merasa diremehkan, Floryn pun menuruti perkataan Pria yang duduk berhadapan dengannya. Ia lantas meminum segelas wine yang baru saja dituang kedalam gelas besar.
"𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘬𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬!" gumam Floryn sembari meneguk setiap wine di gelasnya.
__ADS_1
"𝘈𝘩, 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘳𝘪𝘬. 𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭. 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢𝘬𝘶."
Di lain sisi, terlihat Nata serta Hansen yang tengah berdiri di atas jembatan. Keduanya menatap langit gelap yang terpancar sinar bulan.
"Bukankah kau memintaku untuk mengantarmu pulang ke rumah?" tanya Hansen memastikan. Raut wajah heran terpampang di wajahnya.
"Itu tadi, saat kakiku masih terasa sakit. Tapi sekarang sudah jauh lebih baik," lontar Nata tanpa menatap sedikitpun Pria di sebelahnya.
"Hmm, Nata. Apa tadi Floryn benar-benar mendorongmu? Rasanya agak aneh jika di–."
"Jika dia menuduhku berbuat jahat padanya, kau percaya begitu saja. Tapi kenapa jika aku yang mengatakan hal itu seolah aku sedang bercanda, ya?" sindir Nata berdalih menatapnya.
Pria itu menundukkan kepalanya sambil menelan ludah dengan keras.
"Apa kau masih mencintaiku?" tanya Nata yang sontak membuat tubuh Hansen bergetar hebat.
"A– apa?"
"Aku bertanya padamu, apakah kau masih mencintaiku? Apakah sejak awal kau menikahiku karena memang mempunyai rasa cinta terhadapku?" imbuhnya.
"A– aku …."
Tanpa diduga, tiba-tiba saja Nata mencium bibir Hansen. Wanita itu memeluk erat Pria di hadapannya. Begitu juga dengan Hansen. Ia yang masih memendam rasa cinta tentu menerimanya begitu saja tanpa berpikir panjang.
Dalam adegan itu, Nata nampak mengeluarkan ponsel dari dalam saku pakaiannya. Ia memotret adegan dimana keduanya saling memeluk serta berciuman. Tapi sayangnya, Hansen tak menyadari apa yang tengah dilakukan oleh wanita itu lantaran terlalu menikmatinya.
"𝘏𝘢𝘯𝘴𝘦𝘯, 𝘬𝘢𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘬𝘦 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘬𝘶!"
Sementara itu, sudah lebih dari satu jam yang lalu sejak Floryn serta Pria yang tak dikenalnya meminum dua botol anggur merah. Mungkin yang melihatnya akan menduga bahwa si Pria lah yang meminum sebanyak itu. Namun, siapa sangka jika sebenarnya Floryn lah yang menghabiskan dua botol wine di mejanya.
Mengetahui bahwa wanita yang sedang duduk bersamanya tengah mabuk berat. Ia pun membawanya keluar dari kerumunan para tamu undangan. Dibawanya wanita itu menuju sebuah ruangan yang jauh dari keramaian.
Ia serta wanita yang tengah dibawanya masuk ke dalam sebuah ruangan asing. Dimana ruangan itu adalah salah satu dari kamar hotel tersebut.
__ADS_1
𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....
𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀