Sudah Cukup Main Mainnya

Sudah Cukup Main Mainnya
Episode 25 [Kecelakaan Besar]


__ADS_3

Sayup-sayup angin berhembus kencang menembus kain tubuh. Terlihat banyak orang yang mengenakan kain tebal agar tubuh mereka terasa hangat.


Begitu juga dengan Harwell dan juga Nata. Keduanya yang tengah melakukan perjalanan ke sebuah BAR nampaknya cukup kedinginan, walaupun posisi mereka saat ini masih berada di dalam mobil.


"Malam ini anginnya kencang sekali, ya," ucap Harwell membuka pembicaraan.


Nata mengelus pelan kedua lengan tangannya, sembari beberapa kali menghembuskan nafas kecil.


"Sebentar lagi kita akan sampai, minum Soju di saat seperti ini akan membuat tubuh kita terasa hangat."


"Iya, ku harap rasa dinginnya berkurang," ujar Nata berdalih menatap suaminya.


Setelah cukup lama berada di perjalanan menuju lokasi BAR, akhirnya mereka pun sampai. Harwell memarkirkan mobilnya di sebuah mobil yang tampangnya mirip dengan mobil milik Hansen.


Mereka kemudian memasuki BAR dan mencari-cari Floryn serta Hansen di dalam. Sebuah tangan melambai-lambai ke arah mereka. Lantas keduanya bergegas mendekat ke arah lambaian tangan tersebut.


"Akhirnya Kak Harwell datang juga. Kami sudah cukup lama menunggu, loh ... " tutur Floryn dengan manja.


"Haha, maaf ... cuaca diluar sangat dingin. Jadi, aku membawa mobilnya dengan lambat," jelas Harwell yang kemudian menuang soju ke dalam gelas miliknya.


"Ah, Kak Nata pasti mau minum juga, kan? Biar aku tuangkan untukmu." Wanita bernama Floryn itu menuangkan soju pada gelas Nata.


"Terima kasih ...."


"Sama sama."


Nampaknya, tiga dia antara empat orang di sana sangat menikmati minuman mereka. Namun tidak dengan Floryn yang hanya memperhatikan orang-orang yang satu meja dengannya.


Karena merasa heran, Nata pun menanyakannya, "Kenapa kau tidak ikut minum? Atau ingin ku tuangkan?"


"Ti-- tidak perlu, aku kan sedang hamil. Hansen menyuruhku untuk menjaga kesehatan, karena tidak akan baik bagi bayiku jika mengkonsumsi minuman seperti ini," ungkap Floryn yang kemudian memeluk lengan suaminya.


"Ah, begitu ya ...."


Floryn hanya menanggapinya dengan senyuman yang mampu meluluhkan hati Nata. Ketiga orang itu kemudian melanjutkan meneguk setiap tetes Soju dalam gelas.


Karena terlalu banyak minum, Hansen menjadi tak sadarkan diri lebih dari dugaan mereka. Pria itu beranjak dari kursinya dan berceloteh mengenai perasaannya pada Nata.

__ADS_1


"A-- aku sangat mencintai Nata. Tapi aku tidak tau kenapa dia tidak mencintaiku, mu-- mungkin ini salahku karena sudah mengecewakannya," papar Hansen dengan keadaan tak sadarkan diri.


Nata menelan ludahnya pelan. Ia berdalih menatap suaminya yang duduk bersebelahan dengannya.


"Jangan pedulikan dia. Hansen hanya sedang mabuk berat," sangkal Nata dengan raut wajah iba.


"Jika memang benar bagaiamana? Suamiku, Hansen ... dia jadi menyukai Kak Nata ...." Floryn memperlihatkan wajah murung nya. Sambil sesekali ia berusaha untuk membuat Harwell membelanya.


"Ah, tapi itu semua memang salahnya, kan? Itu juga salahmu, Floryn. Tapi, karena sosokmu, aku jadi berterima kasih. Karena Tuhan memberiku wanita sebaik dan secantik Nata," lontar Harwell sembari memperlihatkan senyuman licik yang terpampang di wajahnya.


Nata memukul kecil bahunya. Ia kemudian tertawa kecil pada Harwell.


"𝘚𝘪𝘢𝘭! 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘥𝘶𝘭𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘩𝘢𝘥𝘪𝘳𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪?!" geram Floryn dalam hati.


"Ah, Kakak-kakak, aku pergi ke toilet sebentar, ya. Tiba-tiba saja perutku sakit," ucapnya beralasan.


Kedua Kakak di hadapannya hanya membalasnya dengan anggukan kecil, dan melanjutkan candaan mereka.


"Lihat saja, Nata. Aku akan memberimu pelajaran!" Bukannya pergi ke arah dimana toilet berada, Floryn malah keluar dari BAR tempatnya minum.


Ia berjalan mengelilingi tempat parkir untuk mencari keberadaan mobil Harwell. Setelah cukup lama mencarinya, akhirnya ia pun menemukan mobil berwarna hitam. Mobil yang sengaja diparkiran di sebelah mobil milik suaminya, tak lain adalah kendaraan milik sang kakak.


Pria itu perlahan mendekat untuk mencari tau apa yang sebenarnya sedang Floryn lakukan.


"Lihat saja, aku yang akan menang!" seru nya. Wanita itu lantas berlari kembali ke dalam BAR setelah dirasa aman.


"Apa yang sedang Floryn lakukan tadi? Ah, sudahlah. Itu bukan urusanku." Karena tak merasa penasaran sedikitpun dengan apa yang dilakukan oleh wanita tadi, Yilan tak mempermasalahkannya. Ia memutuskan untuk segera pulang setelah meminum dua gelas Soju.


......................


Tak terasa sudah lebih dari dua jam sejak mereka berada di BAR tersebut. Nampaknya, Nata minum terlalu banyak. Hingga membuat wanita itu mabuk berat.


Begitu Harwell menyadari bahwa kini sudah larut malam, ia pun memutuskan untuk segera pulang.


"Floryn, terima kasih sudah mengajak kami untuk minum bersama. Lain kali ajak kami lagi ya," ucap Harwell seraya berusaha untuk mengangkat Nata.


"Iya Kak Harwell. Hati-hati dijalan ... "

__ADS_1


Setelahnya, Pria itu keluar dengan membawa Nata. Walaupun cukup kesulitan membawa orang yang sedang dalam keadaan mabuk, namun ia tetap berusaha untuk membawa Nata ke dalam mobil.


Begitu semuanya beres, Harwell mengemudikan mobilnya perlahan keluar dari tempat parkir. Ia lantas menginjak gas mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai rumah.


Namun siapa sangka, jika tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang berusaha untuk menyalip nya. Spontan Harwell menginjak tuas rem yang ternyata sudah tak berfungsi.


"Na-- Nata!! Sadarlah!! Ada yang tidak beres dengan mobilnya!!!" teriak Harwell sembari berusaha untuk terus menginjak rem.


"Nata!!! Kumohon, sadarlah!! Keluar dari mobil sekarang!!" Ia kembali berteriak. Hingga tak menyadari bahwa cairan bening perlahan keluar membasahi pipinya.


Karena sudah tak ada lagi harapan baginya, ia pun membiarkan kemudi bergerak dengan sendirinya. Di peluknya Nata dengan erat. Pikirannya hanya tertuju pada maut yang kemungkinan besar akan terjadi.


"Nata, ku harap ini bukan terakhir kalinya bagi kita untuk saling mencintai. Semoga ada keajaiban yang mampu membuat kita bersama untuk selamanya."


**𝐓𝐈𝐍!!!!!***


*𝐁𝐑𝐀𝐆𝐇!!**


Mobil yang di kemudikannya menabrak mobil-mobil lainnya yang tengah berjalan di atas aspal. Hal itu membuat mobil yang sedang di tumpanginya terjun ke lautan yang luas.


...****************...


"Harwell!!! Ku mohon, bangunlah!!! Harwell!!!" teriak seorang Pria sembari menggoyangkan dengan kasar tubuh Harwell.


"Dimana Nata?!! Apakah dia masih belum ditemukan?!!" tanya nya pada tim penyelamat yang kebetulan lewat.


"Belum, wanita yang berada di mobil bersamanya belum kami temukan sampai pagi ini," jelasnya dengan raut wajah lelah.


"Ha-- Hansen?! Apa yang terjadi pada mereka?!" Tiba-tiba saja seorang wanita berlari ke arahnya dengan tergesa-gesa.


"Bawa dia ke dalam mobil, akan aku jelaskan nanti."


Wanita itu lantas mengangguk dan membawa Harwell yang masih belum sadarkan diri ke rumah sakit terdekat.


"𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘪𝘢-𝘴𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢𝘬𝘶." Wanita itu tersenyum licik tanpa ada rasa penyesalan dalam dirinya.


𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....

__ADS_1


𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀


__ADS_2