Sudah Cukup Main Mainnya

Sudah Cukup Main Mainnya
Episode 35 [Perselisihan Keluarga]


__ADS_3

Hambusan angin yang begitu kencang mampu menembus lapisan kulit manusia. Burung-burung nampak beterbangan kesana kemari dengan mudahnya.


Terlihat seorang Pria yang tengah memberhentikan mobilnya di depan sebuah Restoran bintang lima. Nampaknya, ia membawa seorang wanita bersamanya.


Keduanya lantas masuk ke dalam Restoran yang sudah berada di depan mata.


"Jalan … lu– lurus! Ayo jalan lurus," titah Pria itu pada wanitanya.


Begitu sampai di sebuah meja mewah, si wanita langsung menghentikan langkah kakinya seperti yang diminta oleh Pria tersebut.


Pria yang tak lain adalah Harwell lantas membuka penutup mata yang diikatkan pada kedua mata Nata.


"Taraaa!!!"


"Wah … ini indah sekali …."


"Tentu saja indah, karena aku membuatkannya khusus untukmu."


"Terima kasih, Harwell."


"Tidak masalah …."


Pasangan suami istri itu kemudian duduk dan menikmati hidangan yang sudah disiapkan khsusus untuk mereka. Salah satunya adalah kue besar yang bertuliskan Anniversary.


"Biar aku potongkan untukmu," ujar Harwell seraya meraih sebuah pisau yang di gunakannya untuk memotong kue tersebut.


"Aaa …." Pria itu menyuapi wanita yang duduk berhadapan dengannya.


"Aww, ini manis sekali …."


"Manis, sama seperti dirimu."


Tawa bahagia menyertai acara anniversary mereka yang ke dua bulan. Nata serta Harwell nampak begitu menikmati hari dimana ke dua bulannya mereka menjalin hubungan sebagai suami istri.


Ditengah berlangsungnya dinner malam itu, tiba-tiba saja Nata merasa mual setelah makan beberapa hidangan yang ada. Hal itu sontak membuat Harwell begitu khawatir akan keadaannya.


"Nata, apa yang terjadi padamu?!" tanya nya dengan raut wajah khawatir.


"Huek … a– aku tidak tau, huek … ugh, aku mual sekali," rintih Nata seraya memegangi perutnya.


"Ayo, aku antar kau ke toilet. Disini …."


Harwell mengarahkan jalannya untuk Nata, sembari memegangi tangan wanita itu yang terlihat kurang bertenaga.


"Huek … Ha– Harwell, rasanya aku mual sekali … kepalaku juga tiba-tiba pusing …."


"Baiklah, kita ke rumah sakit saja. Kondisimu lebih penting dibandingkan acara malam ini," ujar nya dengan raut wajah cemas.


Keduanya lantas memasuki mobil yang terparkir di depan Restoran. Harwell melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah sakit.


Setelah cukup lama menempuh perjalanan menuju rumah sakit, akhirnya mereka pun sampai. Sesegera mungkin Harwell membawa Nata menemui dokter yang tengah berada di ruangannya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan keadaan istri saya, Dok? Apa dia keracunan setelah memakan sesuatu atau ba–."


"Tidak, Tn. Harwell, istri Anda sekarang sedang hamil," ungkap sang dokter yang sontak membuat Harwell terdiam mematung.


Pria itu berdalih menatap istrinya yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit. Keduanya nampak kebingungan saat mendengar bahwa Nata tengah hamil.


"A– apa maksudnya …."


"Benar, Nyonya Natalia."


Harwell nampak memperlihatkan senyuman lebar penuh kebahagiaan. Ia sampai tak sadar bahwa air matanya menetes tanda bahagia.


*****


Sementara itu, kericuhan tengah terjadi di kediaman Gard. Nampaknya, Hansen masih mempermasalahkan hal mengenai Floryn yang beberapa hari lalu tidur di ranjang bersama pria lain.


"Sekarang, aku tanya lagi padamu. Siapa pria itu?!!" bentak Hansen dengan suara lantang hingga menggema ke seluruh ruangan.


"Sudah kubilang aku tidak mengenalnya!!! Aku sama sekali tidak mengenal pria itu! Aku tidak berbohong!!" wanita di hadapannya pun tak kalah berbicara dengan suara lantang.


"He … kau pikir aku percaya dengan apa yang kau katakan? Sudah seperti itupun kau masih tidak mau mengaku!" ketus Hansen dengan raut wajah sinis.


"Hansen, percayalah padaku … aku sama sekali tidak mengenal pria malam itu. Tapi tenang saja, aku akan membawanya ke hadapanmu! Karena aku yakin dia adalah orang suruhan Nata!"


"Kau masih mau menuduh ini semua perbuatannya?!"


"Ta– tapi, itu semua memang Nata yang sudah merencanakannya sejak awal! Aku sangat yakin!"


"Berhenti!" Perkataan serta tangannya yang sempat memukul Floryn sontak terhenti begitu Nata serta Harwell datang.


"Kenapa kalian sudah pulang?" tanya Hansen seolah tak ada yang terjadi.


"Iya, tadi Nata mual-mual, dan ternyata dia hamil," ungkap Harwell sontak membuat keduanya terdiam membisu.


Nata serta Harwell berjalan melewati kedua manusia yang tengah terdiam begitu mendengar perkataannya.


"𝘈– 𝘢𝘱𝘢?! 𝘕𝘢𝘵𝘢 … 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭?!"


****


Nampaknya, Harwell telah mengatakan sesuatu pada kakek mereka, hingga membuat pria paruh baya itu mengumpulkan cucunya untuk membicarakan sesuatu di ruang keluarga.


"𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘕𝘢𝘵𝘢," pikir Hansen begitu melihat Harwell yang juga berada di sana.


Tak berselang lama, sang kakek tiba bersama dengan asisten keluarganya. Wanita di sampingnya itu membawa nampan yang berisi beberapa gelas jus untuk disajikan pada mereka.


"Akhirnya Kakek datang juga. Memangnya, apa yang ingin Kakek bicarakan dengan kami?" tanya Hansen mencoba untuk membuka pembicaraan.


"Ada hal penting yang ingin aku sampaikan. Ini perihal tentang siapa penerus keluarga ini setelahnya," papar nya kontan membuat Hansen menelan ludahnya keras.


"Memangnya apa lagi yang salah dengan Floryn, Kek? Seharusnya anak kami yang menjadi penerus selanjutnya!" sanggah Hansen penuh emosi.

__ADS_1


Pria di sebelahnya memperlihatkan raut wajah sinis. Ia kemudian meneguk segelas jus yang dihidangkan khusus untuknya.


"Kenapa anakmu yang menjadi penerusnya? Jika anakku laki-laki, pasti dia yang akan menjadi penerus," sela Harwell.


"Tapi, bagaimanapun juga … anakku yang pastinya akan lahir lebih dulu!


Nampaknya sang kakek merasa iba lantaran keduanya terus berdebat. Begitu hilang kesabarannya, Pria paruh baya itu memukul meja ruang keluarga hingga menggema ke seluruh ruangan.


*𝐁𝐑𝐀𝐊!*


"Siapa yang menyuruh kalian berdebat di hadapanku?!" bentaknya yang sontak membuat kedua cucunya terdiam.


"Ini akan menjadi keputusanku. Jika anak Harwell lahir, dan dia adalah laki-laki, maka anaknya yang akan menjadi penerus keluarga kita. Walaupun anakmu dengan Floryn yang lahir lebih dulu," urai nya.


Hansen yang merasa geram akan keputusan sang kakek, membuatnya pergi meninggalkan seisi ruang keluarga tersebut.


Sementara itu, nampaknya Floryn tengah berjalan kesana kemari didepan pintu kamar Nata. Rasanya ingin sekali ia menemui wanita itu, namun hal itu membuatnya ragu.


Setelah lebih dari 15 menit ia berjalan mondar-mandir tanpa tujuan, akhirnya Floryn pun memutuskan untuk mengetuk pintu kamar di hadapannya.


Terlihat seorang wanita yang tak lain adalah Nata menampakkan sosoknya setelah membukakan pintu untuk Floryn.


"Ada apa?" tanya nya dengan raut wajah dingin tanpa ekspresi.


"A– aku, aku ingin berbicara denganmu didalam. Ada yang ingin aku sampaikan," ucap Floryn sedikit terbata-bata.


Nata nampak terdiam cukup lama, dan akhirnya mempersilahkan wanita itu untuk masuk.


"Ngomong-ngomong, selamat atas kehamilanmu."


"Terima kasih …."


"I– iya."


"Sepertinya ada hal lain yang ingin kau katakan, apa itu?" tanya Nata yang sudah cukup lelah di buatnya.


"I– iya, memang ada. Sebenarnya, aku ingin kau mengatakan yang sebenarnya bahwa malam itu kaulah yang sudah merencanakan semuanya," tutur Floryn sembari menempelkan kedua jari telunjuknya.


Nata tak menggubris perkataannya, ia berjalan menghampiri rak buku yang berada di dalam kamar. Dan diambilnya sebuah buku yang cukup tebal.


"Maaf, tapi aku akan beristirahat sekarang juga. Dan aku minta kau keluar dari sini," perintah Nata dengan lembut.


Namun, nampaknya Floryn tak mau menerima hal itu. Ia lantas mengambil sebuah gunting yang kebetulan berada di atas meja kerja milik Harwell.


Wanita itu berlari ke arahnya dan hampir menusuk perut Nata. Untungnya, Harwell tiba-tiba saja masuk.


Mengetahui akan kedatangannya, membuat Floryn mengurungkan niatnya untuk menggugurkan kandungan Nata.


𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....


𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀

__ADS_1


__ADS_2