Surat Perjanjian

Surat Perjanjian
Bab.10 Lembaran Baru


__ADS_3

🔊 Makasih buat sobat reader yang sudah membaca. Jangan lupa komen, like dan vote ya. ***


Di ruang Direktur RS. Dyvette


"Wooow, suatu kehormatan kau datang ke tempatku Tuan Alang Asmadi" sambut sahabatku Niko, direktur RS. Dyvette


"Biasa aja sob. gimana kabar lu?"


"Seperti yang lu liat. Gua masih berguna di dunia medis" tawanya ringan.


Niko mempersilakan aku duduk, dan menawarkan minuman.


"Duduklah. Kopi atau gula?"


"Nggak usah, terima kasih" ujarku sambil duduk.


"Ada apa sampai lu ingat gua?"


"Jangan gitu sob. gua sibuk kerja lah"


"Lu udah punya segalanya, buat apalagi lu sibuk. Bini juga diumpetin dari gua. Lu pikir gua gak tau nyonya Alang Asmadi pasien disini?"


"Lu tau?"


"Gua pantau semua kerja dokter gua. Termasuk laporan pasien mereka"


"Jangan lu terlalu sibuk, sampe bini lu kurang perhatian. Apalagi kalo berbadan dua"


"Gua butuh bantuan lu sob"


"Bantuan apa?"


"Gua butuh perawat buat jaga bini gua 24 jam"


Niko terkejut dengan permintaanku.


"Kenapa lu butuh?"


"Gua gak bisa tangani bini gua sendiri"


"Lu gimana bisa kenal sama bini lu?"


"Panjang ceritanya"


"Persingkat buat gua"


Akhirnya ku ceritakan semuanya. Niko hanya tertegun mendengar semua penuturanku.


Niko menuju meja kerjanya, membuka file Vina. Membaca dan memperhatikan rekam medis Vins di RS. Dyvette. Kemudian kembali duduk didepanku.


"Ikuti saran dokter Dini. Soal perawat buat jaga bini lu nanti gua atur"


"Kenapa lu mikir begitu?"


"Demi kebaikan bini lu. Ikutin aja. Gak bisa di analisa kalo belum diperiksa"


"Gua harus tanya bini gua dulu. Kalo dia setuju baru gua urus"


"Kalo lu sayang sama bini lu, urus secepatnya"


Panggikan telpon dari Iwan mengalihkan perhatianku.


"Tunggu saya di kamar Vina. Saya segera kesana"


"Baiklah Alang, anda akan sangat sibuk mulai sekarang" sambil terkekeh padaku.


"Ok sob, gua masih ada urusan lain. Sampai ketemu. Dan terima kasih bantuannya"


Kami saling berjabat tangan. Dan ku segera menuju kamar Vina.


\=\=\=


Kulihat asistenku sedang menungguiku di depan kamar Vina.

__ADS_1


"Kenapa gak masuk?"


"Menunggu tuan datang" sambil membukakan pintu dan membawa tas pakaian ganti.


"Tunggu disini. Dan awasi Vina. Aku mandi dulu"


Ku bergegas ke kamar mandi. Menyegarkan tubuh dan pikiranku yang seharian ini sangat memusingkan.


Pekerjaan ku meng-akuisisi perusahaan lawanku, tidak seberat ini.


Ku keluar kamar mandi sudah rapih. Kuhampiri ranjang Vina, yang sudah didampingi suster pesananku.


Kuperhatikan luka-luka yang ada pada tubuhnya, hatiku terasa pedih. Karna ku tak tau apa sebab yang dialaminya.


"Tolong gantikan saya menjaganya sus. Saya keluar dulu" ucapku singkat dan berlalu setelah suster itu mengangguk.


Aku dan asistenku keluar dari ruangan Vina. Kulihat Iwan membawa berkas info yang kubutuhkan.


Kami pun pergi ke kantin RS. Dyvette setelahnya Iwan melaporkan apa yang kuminta.


"Well... Apa hubungan pria itu dengan Vina?" tanyaku langsung.


"Namanya Indra Saputra. Direktur Utama PT. Sakti Motor Kencana Indonesia. Usia 33 tahun. Berkarir ..."


"STOP" potongku mendengar laporan Iwan.


"Aku tidak butuh bio datanya. Jelaskan saja apa yang kuminta.


"Pria itu atasan Vina di kota Caera Dia memperk*s* Vina dan meminta Vina menandatangani Surat Perjanjian Damai diantara keduanya"


Deg


Jantungku memanas mendengar laporan dari asistenku. Ku kepalkan tanganku. Kuingin meninju apapun dihadapanku.


"Dan Vina menyetujui Perjanjian itu, serta meminta mutasi juga dicantumkan di surat itu. Kompensasi yang diberikan sebesar lima ratus juta belum dicairkan" Iwan mengambil nafas dan menyerahkan copy Surat Perjanjian Damai itu padaku.


"Pria itu mendatangi Vina untuk memintanya menikah. Pria itu tau Vina berbadan dua dan akan menikah. Tapi dia tidak tau kalau Vina menikah dengan Tuan"


"Semua keputusan ada pada Tuan" jawabnya singkat.


"Kuingin menghabisi laki-laki itu!" kutatap Iwan yang memahami maksud ucapanku.


"Segera laksanakan Tuan"


"Tidak! Jangan habisi. Kuingin menyiksanya dengan menikahi Vina. Dan memiliki anaknya. Pastikan acara pernikahanku berjalan aman"


The show will go on


"Bakar semua dokumen ini" aku pun beranjak pergi menuju ruang perawatan Vina.


\=\=\=\=


Suster sedang menyuapiku saat Alang datang. Dia menghampiriku, mengecup keningku lama dengan melingkarkan tangannya di pundakku. Kubalas dengan memeluk pinggangnya.


Dia duduk ditepian ranjangku, menggengam tanganku dan menyuruhku melanjutkan makan ku. Kuturuti apa perkataannya, kuhabiskan makanku yang disuapi suster.


Susterpun pamit setelah menyelesaikan  tugasnya. Dan menunggu di pos jaga perawat.


Alang memandangku hangat.


"Cepatlah sehat kembali. Kita tidak boleh mengecewakan keluargamu. Aku tak sabar mengucap ijab qobul dan menyematkan cincin di jarimu"


Ujar Alang sambil mencium tanganku yang terluka.


"Mana ada pengantin yang jelek begini. Terluka dimana-mana" celetukku padanya.


"Hanya pengantinku yang seperti itu" ucapnya sambil mendekatiku dan mencium bibirku dengan lembut.


"Baru kali ini kau berani mencium bibir ku" ujarku masih dengan bibir kami yang menyatu.


"Mulai sekarang aku akan berani mencium mu"


Ciumannya semakin dalam menerobos mulutku dan mempermainkan lidahku. Membuatku tak bisa bernafas.

__ADS_1


Ku pegang wajahnya tuk melepas pagutannya di bibirku. Kupeluk dan kusandarkan kepalaku di dadanya.


"Dokter bilang apa soal kondisiku?" masih dengan memeluknya erat.


"Luka mu sudah dirawat. Kau hanya grogi karna akan menikah denganku" ujarnya terkekeh. Ku pukul punggungnya.


Alang membaringkanku merapikan rambut yang berjuntai diwajahku. Memandangku dalam sembari mempermainkan jarinya di keningku.


Membuatku merasa mengantuk.


"Istirahatlah, aku akan menjagamu"


Dia pun ikut berbaring miring disampingku, terus menatapku kini mempermainkan jarinya di tanganku.


Diperlakukan seperti itu membuatku terlelap tidur.


\=\=\=


Ijab Qobul


Saya Terima Nikah Dan Kawinnya Vina Putri Binti Cahyo Wahyudi Untuk Memiliki Dan Menjaga Dari Sekarang Sampai Selama-lamanya, Pada Waktu Susah Maupun Senang, Pada Waktu Kelimpahan Maupun Kekurangan, Pada Waktu Sehat Maupun Sakit, Untuk Mengasihi Dan Menghargai, Sampai Maut Memisahkan Dan Inilah Janji Setiaku Yang Tulus. Dengan Maskawinnya Yang Tersebut Dibayar Tunai.



"SAAAAAH" Terdengar ucapan dari penghulu yang menikahkan kami di kantor KUA. Kucium punggung tangannya, dibalas dengan kecupan pada keningku.


Keluargaku menghampiriku mengucapkan selamat pada kami berdua.


Selepasnya kami menuju tempat syukuran yang sudah dipesan suamiku (sekarang manggil suami).


Dengan menyewa ballroom di Hotel Dyvette. Hanya keluarga dan kerabat dekat yang datang. Suasana kekeluarga terasa hangat. Saling bersenda gurau diantara kami sudah biasa.


Tak ada wajah lelah di suamiku yang terus tertawa. Suamiku melihatku dengan tersenyum. Menghampiriku dan berbisik.


"Kalo udah capek bilang. Kau istirahat duluan" mendaratkan kecupan dipucuk kepalaku.


"Belom capek"


"Nanti malam kubuat capek ya" godanya


"Jitak niiiih" kami tertawa bersama-sama.


\=\=\=


Aku terbangun di kamar hotel dengan tubuh kelelahan karena acara kemarin. Statusku adalah istri dari pria yang masih tertidur lelap disampingku.


Kuberanjak bangun tuk menyegarkan tubuhku. Kuberendam di dalam bathtub dengan aroma Jasmine.


"Aku seorang istri?" aku tersenyum memikirkan hal itu. Rasanya sangat berbeda. Ada sedikit beban dihatiku yang berkurang.


Akan ada seseorang tempatku bersandar, melindungiku.


\=\=\=


Kumenatap diriku di cermin. Yang sudah bersiap mengantar keluargaku kembali ke kota Caera. Kupegang perutku yang masih terlihat rata.


"Kau masih ada?" bisikku untuk janin dalam rahimku. Kulihat pantulan suamiku di cermin.


"Apakah dia menerima anak ini? kutakut bertanya padanya." sambilku menoleh ke arah sosok yang masih terlelap tidur.


Suara deringan hp nya terdengar, kuberlari mencari sumbernya.


"Iwan ...?" kubaca nama dilayar hp.


"Selamat pagi" sapaku pada penelpon.


"Selamat pagi nyonya"


"Panggil nama saja. Aku Vina"


"Ekhem ... Bisa bicara dengan pak Alang ? Ini dari kantornya"


"Sebentar ya ..."

__ADS_1


__ADS_2