Surat Perjanjian

Surat Perjanjian
Bab.25 Sandiwara


__ADS_3

Hai reader, selamat membaca. Makasih jejak komen, like dan vote nya yaaaah 🙏


Aku kembali ke meja makan saat melihat Alang dan Iwan di masuk.


"Sarapan yuk" sapaku sambil tersenyum sambil menawarkan sarapan. Keduanya menghampiriku, "Duduklah, sarapan bareng. Makan sendirian nggak enak" kubuatkan sarapan untuk mereka.


Menuangkan minuman kegelas.


Aku tidak ingin dalam kecanggungan lagi.


.


.


Kubenahi piring kotor ke dapur sekalian membuatkan mereka minuman teh manis hangat.


"Nih minumannya" kuletakkan di meja makan kembali.


Ku pergi ke garasi dan bersiap membuka toko. Iwan membantuku membuka pagar rumah dan menggeser beberapa maneqin.


"Makasih" ujarku.


Kubersihkan etalase dan menyapu toko.


"Kalian kenapa?" tanya ku heran, sedari tadi mereka hanya memperhatikanku.


"Nggak pegel berdiri? Tuh ada sofa kan?" sambil menunjuk sofa yang memang kupakai ketika rasa pegal datang.


Aku kembali mengerjakan urusan toko, meneliti buku transaksi toko.


"Viiin" panggil Alang, aku menoleh saat dia memanggilku.


"Kenapa Lang?"


"Bisa kita bicara?" sambil masuk menuju Gazebo di taman belakang, kuikut berjalan dibelakangnya.


Alang melangkah ke pintu samping dapur, sebelum ke Gazebo.


"Bi, tolong jagain toko, Iwan nggak paham" pintanya


"Ooh iya tuan" keduanya langsung menuju garasi.


Aku menunggunya di Gazebo sambil berpikir, "Apa yang ingin dibicarakan?"


Alang duduk disampingku, memegang tanganku erat.


"Maafkan aku kemarin Vin"


"Memangnya kemarin kenapa? Apa penting untuk dibahas lagi?"


Kudekati wajahnya, menatapnya dalam "Kamu masih belum sehat, jangan banyak pikiran" Alang langsung memelukku.


\=\=\=


Selama 2 hari ini, Alang selalu datang pagi ditemani Iwan. Kami sarapan bersama, setelah aku tidur keduanya baru balik ke apartement.


"Besok kita jalan yuk Vin" ajak Alang


"Mau jalan kemana?" tanyaku


"Kemana aja kamu mau" sambil menarikku dalam pelukannya.


"Aku ikutin kamu aja mau kemana" sambil menghela nafas.


"Ya udah, besok kamu nurut aku aja"


"Iyaaa, aku turuti kamu besok mau kemana".


\=\=\=


Hari ini Alang mengajakku jalan-jalan, dia tau tempat yang kusukai. Pemandangan Laut.


Kami pergi ke pantai Dyvette, menyewa kapal dan menuju ke tengah laut.


Pemandangan yang indah.


Terlihat gugusan beberapa pulau dan perahu nelayan yang masih melaut.


"Pak Kesuma pasti belum pulang" pikirku.


Alang mengajariku memancing ikan, "Jangan cuma makannya doang yang doyan, cara dapetinnya juga harus bisa" sambil memberiku kail.


Lumayan banyak ikan yang kami dapat. Koki kapal memasakkannya untuk kami. Kami sangat menikmati liburan dadakan di laut.


Menjelang sore kami baru kembali kedaratan.


"Kita pulang ke apartement ya Vin?" bertanya sambil melirikku, menggenggam tanganku. "Terserah maumu"


"Wan, kita ke apartement" perintah Alang ke Iwan yang sedang mengemudi.


Selama dalam perjalanan, kami mengobrol kejadian di kapal tadi.


Hal yang lucu, menegangkan saat menarik kail, atau tingkah kami yang seperti polosnya anak kecil.


Keseruan hari ini membahagikan kami sampai apartement.

__ADS_1



Sudah hampir seminggu aku di apartement, "Hari ini aku pulang dulu, mau ngurus toko" sambil menyiapkan sarapan roti.


"Aku anter pulang ya?" sahut Alang menuju meja makan.


"Sehabis sarapan langsung jalan ya?"


"Hemmm" sahut Alang sembari mengunyah roti yang kubuatkan.


\=\=\=


Flashback


"Hallo pak Andi, ini saya Vina. Masih ingat saya pak?" kuhubungi orang pemasaran yang ngurus rumahku.


"Ooh iya bu Vina, tentu saya masih ingat. Ada yang bisa saya bantu bu?"


"Begini pak, bisa bantu saya carikan pembeli rumah saya sekarang?"


"Waaahh kenapa dijual bu? Apa ada komplain dari ibu?"


"Oooww bukan pak, saya hanya ingin jual aja".


"Baiklah bu Vina, saya akan bantu ibu cari pembeli. Butuh buru-buru atau tidak bu?"


"As soon as possible pak".


"Baik bu, saya akan usahakan".


"Ok, makasih ya pak".


"Sama-sama bu".


Flashback off.


\=\=\=


Iwan POV


"Ada apa pak ?" tanya Iwan pada penelponnya.


"...."


"Begitukah...? Kapan nyonya hubungi bapak?"


"...."


"Saya akan siapkan dalam minggu ini, pak Andi atur saja hal itu. Sisanya urusan saya"


"...."


"...." panggilan diputus.


"Apa yang akan dilakukan nyonya" jariku mengetuk-ngetuk meja.


"Hubungan nyonya dan tuan sudah membaik, lalu apa lagi?"


"Apa mungkin nyonya ingin melarikan diri dari tuan?" kutepis pikiran ini. Rasanya sulit untuk kubayangkan bagaimana tuan nantinya


"Aku harus mendapatkan jawabannya".


Dengan tergesa-gesa aku menuju ruangan tuan Alang. Ku ketuk pintu ruangannya.


"Masuk" jawaban dari dalam.


"Siang tuan" sapaku


"Ada apa Wan? Tumben".


"Apa perlu saya jemput nyonya kemari tuan?"


"Ide bagus, sekalian kami makan malam diluar".


"Permisi tuan"


Aku bergegas menuju tempat nyonya.


\=\=\=


Vina POV


Iwan datang menjemputku, karena Alang ingin makan malam diluar.


"Tunggu sebentar ya Wan" segera kurapikan susunan didalam etalase.


Ku pamit kepada kedua ART ku di dapur "Bi, saya balik ke apartement dulu, mungkin seperti kemarin, agak lama saya baru kesini lagi" kataku menjelaskan. "iya nyah, hati-hati di jalan" akupun pergi bersama Iwan menuju kantor Alang.


\=\=\=


Dalam perjalanan....


"Apa nyonya kurang enak badan?" aku menoleh ke Iwan yang melihatku dari spion dalam pengemudi.


"Aku baik-baik saja Wan" sahutku

__ADS_1


"Tolong urungkan niat nyonya melarikan diri dari tuan"


"Apa yang kamu bicarakan?" dengusku


"Saat nyonya tenang bagi saya menakutkan"


"Maksudmu?"


"Laut yang terlihat tenang ombaknya dibawah"


Aku tak menanggapi ucapan Iwan. Ku hanya diam dan memandang jalan dari jendela.


.


.


Iwan membawaku ke kantor Alang yang baru kali ini aku tau, baru kali ini aku datangi.


Kami langsung masuk ke kantornya, karena Iwan sudah menghubungi sejak kami sampai kantor.


Iwan membukakan pintu untukku, kemudian aku masuk, Alang belum menyadari kedatangan kami, pandangannya masih ke layar komputer, "Tuan" panggilan Iwan menyadarkan Alang.


Alang tersenyum padaku "Kemarilah" panggilnya memintaku menghampirinya.


"Duduk sini dipangkuan ku" sambil menarik pinggangku hingga ku terduduk dipangkuannya.


"Capek ya?" tanyanya sambil mengelus perutku.


"Yang capek ibunya, bukan debaynya" celetukku. Alang hanya tersenyum.


"Nyonya mau minum apa?" Iwan menawarkanku minum.


"Aku ingin jus Alpukat" pintaku.


"Baik nyonya" Iwan pun keluar dari ruang kantor.


"Vin, aku lanjutkan sedikit kerjaanku dulu. Kamu tunggu di sofa".


Ku melihat sekeliling, "Apa aku boleh ke balkon?" pintaku "Silakan, aku susul nanti ke balkon" aku membuka pintu kaca menuju balkon.


Memandang gedung-gedung kantor yang tinggi.


.


.


Iwan POV


Aku tidak tau apa yang harus kulakukan pada nyonya.


Aku berpikir keras bagaimana mengurungkan niat nyonya.


Nyonya sedang di balkon saat ku membawa jus pesanannya.


"Saya temani nyonya dulu tuan" pamit Iwan setelah meletakkan jus Alpukat ke meja.


\=\=\=


"Nyonya" sapanya padaku saat di balkon.


"Ada apa lagi Wan"


"Jangan meninggalkan tuan" mohonnya.


"Kenapa kau berpikir seperti itu" dengusku.


"Nyonya menjual rumah, padahal disana nyonya bersemangat dengan usaha nyonya. Nyonya tinggal di apartement karena merasa wajib. Itu semua yang saya pikirkan"


"Apakah aku terpergok?" lirikku sambil tersenyum.


"Begitu tersiksanyakah nyonya hidup bersama tuan?" suaranya tercekat sedih. Aku terkejut mendengarnya.


"Kau ingat siang itu? Saat Alang mengungkapkan isi hatinya di depan Indra?" kumenatap Iwan dengan air mata yang menggenang.


"Hatiku sakit mendengarnya. Apakah itu menyinggungku? Hal itu justru menamparku dengan keras"


Aku menghela nafas panjang.


"Tuanmu mengatakan kejujuran"


"Nyonya...."


Kumenatap Iwan dengan dalam, "Jagalah dia untukku, kumohon"


"Jika nyonya ingin meninggalkannya, kenapa nyonya mematuhinya?"


"Aku bisa lari kemana?" gumamku.


"Tumben kalian akrab" suara itu membuat aku dan Iwan terdiam seketika. Alang memberikan jus Alpukat padaku.


Iwan pun langsung berlalu pergi.


"Apa yang kalian bicarakan?" selidik Alang.


"Udaranya mulai dingin..." sambil memeluk Alang, kamipun berjalan kembali kedalam ruangan.

__ADS_1


Kami makan malam bersama diluar.


__ADS_2