Sweet Psycho

Sweet Psycho
10


__ADS_3

lamunan samuel buyar saat ponselnya berbunyi. ia sempat terkejut karena suara ponselnya yang begitu nyaring. dengan kesal, samuel merogoh sakunya dan mengambill benda kecil itu.


"Apa?!" tanya samuel didalam panggilan. nadanya terdengar sedikit emosi.


"maaf menganggu. tuan manuel meminta anda untuk datang ke kantornya." jawab seseorang di balik telfon. dia julio. tangan kanan samuel sekaligus teman dekatnya.


"aku baru datang kemarin, julio! don't make me mad!" samuel memperingati.


julio terkekeh. hilang sudah percakapan antara atasan dan bawahan. melainkan seorang teman biasa yang sedang berbicara.


"kayaknya kamu bakal marah beneran setelah mendengar yang satu ini." ucap julio membuat samuel penasaran.


"katakan apa itu!"


julio menghela nafasnya sebelum berkata. "jerommy sudah meninggal."


"APA?!!"


beruntunglah julio sudah bersiap siap akan diteriaki. ia sudah lebih dulu menjauhkan ponselnya dari telinga. jika tidak, bisa bisa gendang telinganya pecah.


"kan udah dibilang, jangan sampe dia mati. gimana sih?! kita aja belom tau siapa dalangnya! aaarrrhhh." protes samuel frustasi.


ingin sekali julio berkata kasar. namun mengingat samuel tetaplah atasannnya membuat julio mengurungkan niatnya. padahal penyebab kenapa jerommy meninggal, adalah samuel sendiri. dia yang menyiksa jerommy dengan brutal.


mana ada manusia yang bisa bertahan hidup setelah ditusuk oleh belati secara berkali kali? apa jangan jangan, samuel menganggap jerommy adalah dewa? dia ini bodoh atau apa sih? pikir julio bertubi tubi.


"cari siapa dalangnya dalam 24 jam. lebih dari itu? jangan heran kalo kau nggak bisa jalan di kemudian hari."

__ADS_1


TUT


samuel memutuskan panggilan sepihak. dia benar benar kesal. ingin sekali dia menendang wajah julio karena berani membuat paginya begitu berantakan.


...


Saat samuel ingin keluar dari kamar, ia tidak sengaja berpas pasan dengan Michell yang ingin masuk kedalam. Kedua orang itu tidak ada yang mau mengalah.


“Minggir!” Ketus Samuel dengan wajah datarnya.


Michell menggeleng. “Nggak! Kamu aja yang minggir. Michell mau masuk.”


“Michell. Jangan pernah memancing emosiku.” Geram samuel yang sudah terlihat kesal.


Mau tak mau, Michell lah mengalah. Dia takut kalau samuel melakukan hal yang tidak diinginkan.


Samuel tersenyum penuh kemenangan lalu keluar dari sana.


Saat Michell ingin masuk tiba tiba dia bertanya. “Mau kemana?”


Samuel yang tadinya ingin pergi, langsung berhenti di tempat. “Bukan urusanmu.” Setelah itu samuel kembali melangkah pergi.


Michell mengendus kesal. “Ish! Liat aja, huh!”


..


Michell duduk disamping jendela. Ia menatap langit sambil berfikir keras.

__ADS_1


“Rumah disini enak sih. Besar dan nyaman juga. Tapi Michell harus keluar dari sini.” Kata Michell.


“Yang pertama Michell lakuin, yaitu keluar dari pintu depan. Kalo Michell gagal, Michell keluar dari pintu belakang. Kalo gagal juga, Michell harus keluar dari jendela.”


Michell tersenyum puas. Ia kembali mengingat saat samuel berkata, kalau dirinya tidak akan bisa keluar dari rumah ini.


“Cih. Kita lihat saja.” Ucap Michell mantap. Yakin dan penuh percaya diri, kalau tak lama lagi dirinya akan keluar dari sini.


Mengingat samuel, membuatnya kembali berfikir.


“Sebenernya, dia siapa sih? Dia mesum, kejam dan nggak punya hati. Apa dia psikopat?” Tebak Michell.


Michell merinding seketika. Sudahlah, Michell tak mau memikirkannya lagi.


Tiba tiba dia teringat akan kakaknya dan juga omanya. Rasa sedih muncul saat mengingat malam itu.


“Andai aja, Michell langsung pulang dan gak main ke pantai.” Lirihnya.


“Pasti nggak bakal kaya gini..”


Gadis itu menggeleng. Berusaha menghalangi rasa kesedihannya. “Pokoknya setelah Michell keluar, Michell harus laporin dia ke polisi. Samuel harus nerima hukuman seberat beratnya!”


Tanpa dia sadari, viola dan natasya sudah memperhatikannya sedari tadi. Mereka hanya bisa menatap Michell dengan kasihan.


Michell masih polos. Dia tidak tau apa apa tentang rumah ini dan siapa Kim samuel. Tidak semudah itu untuk kabur dari rumah ini. Penjagaannya sangat ketat. Dan tidak semudah itu untuk menjebloskan samuel ke dalam penjara.


Samuel kaya raya. Dia bisa melakukan apapun dengan uangnya. Sedangkan Michell, dia hanya orang miskin yang dipandang sebelah mata.

__ADS_1


Biarlah waktu yang menjawab. Dan saat itu barulah Michell mengerti. Bahwa dirinya terikat dengan iblis.


__ADS_2