
“Saya bilang juga apa, negara ini terlalu berbahaya untuk orang sepertimu.” Kata julio sesudah samuel menelfon seseorang.
Samuel tidak menanggapi ucapannya. Ia berfokus pada jalan dan berfikir bagaimana caranya agar Michell tidak jatuh ke tangan Manuel.
Kalau di pikir pikir, untuk apa samuel repot repot menyembunyikan Michell sampai ke negara Rusia seperti ini? Sebesar itukah cinta samuel? Lantas, mengapa tidak langsung menikah saja dengan Michell?
Entah, hanya samuel yang tau alasan di balik itu.
“Ini dia tempat teraman. Rumah sang jendral. Nggak ada satu pun orang yang berani masuk ke dalam sini. Pengamannya ketat, jadi tidak perlu khawatir kalau ada penyusup yang datang.” Ujar julio.
Mobil yang ia naiki mulai memasuki kawasan mansion milik jendral yang di kenal dengan nama valir.
“Kamu ingin menjebak ku? Aku ini seorang mafia. Pengedar narkoba terbesar! Bisa bisanya kamu membawa ku kepada seorang jendral.” Protes samuel.
“Justru itu. Jendral adalah pencandu narkoba. Kamu hanya perlu membujuknya. Memberi secara gratis atau memuaskannya dengan seorang gadis virgin.” Jelas julio.
“Tenang, kita ini tamu.” Sambungnya.
Michell yang mendengar percakapan itu langsung melongo. Woah! Kini ia tau pekerjaan samuel sebenarnya. Ia memang berkerja di dunia malam!
Setelah meyakinkan samuel, akhirnya mereka turun dari mobil. Di belakangnya terdapat rombongan samuel. Orang orang yang mengawalnya di jalan tadi.
“Доброе утро, мистер Ким. генерал ждал внутри.” Ucap seseorang berseragam yang menyambut kedatangan samuel juga rombongannya.
“Apa artinya?” Tanya Michell kebingungan.
Julio langsung menoleh dan tersenyum tipis.
“Selamat pagi tuan kim. Jendral sudah menunggu di dalam.”
“Oooo.” Michell mengangguk angguk.
“позволь мне провести тебя внутрь.” Ucap pria Rusia tersebut.
“Kalau itu? Apa artinya?” Tanya Michell kembali.
“Kurang lebih artinya begini, biar aku yang mengantarmu ke dalam.”
__ADS_1
“Hmmm gitu.”
“Ok makasih ya.”
“my pleasure” jawab julio.
Samuel yang tak senang melihat itu, langsung mencibirnya.
“Ohh, jadi kamu udah berubah profesi jadi seorang penerjemah ya?”
Julio tersenyum meledek kemudian memberi kode pada pria Rusia tersebut agar segera menunjukan jalan.
“Beraninya dia…” geram samuel.
Sedetik kemudian, rasa kesalnya itu terganti dengan rasa terkejut. Michell tiba tiba saja menggandeng tangannya tanpa di suruh.
“Pelan pelan ya.” Bisik Michell.
Samuel membuka mulutnya, tak percaya. Shock.
Saat mereka sudah sampai di ruang tamu, samuel langsung di sambut kedatangannya oleh sang jendral.
“Morning mr Kim.” Ucapnya sambil menjabat tangan samuel.
“long journey isn't it?” Tanyanya.
Samuel yang mendengar itu langsung terkekeh.
“Not really.” Jawab samuel seadanya.
Mereka berdua sempat terdiam selama beberapa detik. Saling menatap satu sama lain. Tatapan yang menyimpan sebuah tujuan di balik itu.
“Oh. Mari. Mari duduk.” Ajak valir, sang jendral.
Samuel yang mendengar langsung terkejut. “So u can speak indonesia?”
“Little bit. Istri saya orang Indonesia.”
__ADS_1
“Wah. Itu luar biasa.” Kata samuel sambil duduk di sofa. Senyumnya terukir jelas di wajahnya.
Samuel mengikuti arah pandang valir. Yang ternyata, ia sedang melihat ke arah Michell.
“Your wife?” Tanya valir.
“Nooo. She is my fiance” jawab samuel sambil tersenyum.
“Ohh, i see.”
“Sini duduk. Mari mari..” ucap valir kepada Michell.
Michell tersenyum gugup kemudian melirik samuel.
“Sorry sir. Tapi sebelumnya, dia sedang sakit. Dia butuh istirahat.” Kata samuel.
Valir yang mendengar itu terlihat kebingungan dengan apa yang samuel katakan.
Untungnya julio cepat tanggap.
“ему нужен отдых. Он болен”
“Oooo. Saya mengerti.” Ucap valir sambil tersenyum.
“Ouvert! come here quickly” panggil valir.
“Yes sir? I am here.” Jawab ouvert, pelayan pribadi valir.
“Take her to the room.” Perintah valir.
“Sure.” Ouvert pun segera mendekati Michell. Mengajaknya ke kamar agar Michell bisa beristirahat.
Terlihat jelas, samuel sedang khawatir. Ia melirik julio, kemudian memberinya kode. Bertujuan agar julio ikut bersamanya.
Julio dengan senang hati menerima perintah itu.
Dan disinilah mereka berdua. Hanya valir dan samuel seorang.
__ADS_1