Sweet Psycho

Sweet Psycho
7


__ADS_3

Michell menangis, menahan sakit pada tubuhnya. Punggungnya yang terluka parah, tak henti mengeluarkan darah, serta perutnya yang perih dan pipinya yang merah.


Sungguh, michell sangat amat tersiksa. Keadaanya memprihatinkan.


Saat seekor kelabang naik ke atas kakinya, michell tak melakukan apa apa. Hanya diam dalam ke gelapan. Duduk dan bersandar pada dinding yang terbuat dari batu bata yang sudah menghitam.


Bawahnya becek, seperti air comberan. Hitam dan bau.


Beraneka macam bau menusuk hidungnya. Amis, busuk, dan sesuatu yang sulit di jelaskan.


Michell menangis. Ia tak bisa melakukan apa apa. Ia sudah menggedor pintu berkali kali, tapi nihil. Tak ada yang mau membukanya.


Kini ia hanya bisa pasrah. Berharap sebuah keajaiban datang atau, menunggu samuel kembali.


Tapi, sanggupkan ia bertahan sampai samuel kembali nanti?


Streeet


Michell menoleh kaget mendengar itu. Ia mendengar Suara rantai dari kejauhan.


Streett


Jantung michell berdetak kencang saat suara itu semakin mendekat ke arahnya. Ditambah suara langkah kaki yang lambat.


“S-siapa?” Tanya michell namun ia tak mendapat jawaban.


“Hallo??”


Michell memeluk tubuhnya sendiri. Pandangannya turun ke bawah. Ia takut.


Saat suara itu berhenti di depannya, michell melirik perlahan. Sebuah sepasang kaki, yang dimana satunya telah pincang dan satunya lagi di ikat oleh tali rantai.


Michell tak berani melihat. Ia kembali menundukan kepalanya. Ia menduga itu adalah setan penunggu ruangan ini.

__ADS_1


Tapi nyatanya salah.


“K.. k… mu..”


Michell mendongak.


DEG


Betapa terkejutnya ia. Bagaimana tidak? Orang di depannya terlihat tidak seperti manusia. Melainkan alien.


Tubuhnya kurus kerontang. Kepalanya botak. Dan tubuhnya penuh dengan luka. Ditambah lagi ia tak menggunakan pakaian, bahkan selembar helai kain pun.


“Makhluk seperti apa kamu…” bisik michell tak percaya.


“K.. kamu harus keluar dari sini..” ucapnya. Suaranya ilang ilangan dan serak seperti pita suaranya di jepit.


“K-kenapa?”


“Kalau kamu… tak mau menjadi seperti… ku..” sambungnya.


BRUK


Sesaat kemudian, tubuhnya ambruk.


Michell buru buru mengecek ke adaannya.


Astaga…


Dia telah tiada.


Sungguh, michell rasanya ingin menangis dan teriak sekencang kencangnya. Tapi ia tak bisa. Apa yang harus ia lakukan pada mayat ini.


Ia hanya bisa meneteskan air mata sambil menggeleng.

__ADS_1


Niatnya semakin mantap untuk melarikan diri.


Ia tak boleh mati perlahan di sini. Hidupnya masih panjang.



Gedung M


Pukul 09.00


Disinilah samuel berada. Gedung hotel yang ia bangun sendiri. Dengan 34 lantai. Hotel ini merupakan hotel bintang 5.


Hanya sampai lantai 32 saja yang dipersilahkan untuk para pelanggan.


Di lantai 33 dan 34 merupakan laboraturium yang digunakan untuk meracik dan memproduksi narkoba dalam jumblah besar.


Inilah pekerjaan samuel.


Bos pemilik gedung hotel dan mall bintang lima serta, bos gelap yang memproduksi narkoba.


Tak banyak orang yang tau tentang itu.


Hingga ia di juluki sebagai the secret mafia.


Ia benar benar cerdas hingga para polisi tak dapat mencurigainya bahkan menangkapnya.


Sampai sampai samuel pernah berkata, “pemerintah menghabiskan banyak uang untuk polisi yang tidak ada gunanya.”


“Polisi pun tak akan bisa menangkap saya. Bahkan menjebloskan saya ke dalam penjara.”


Sombong, tapi benar apa adanya. Tak ada bukti untuk menjerumuskan samuel ke dalam penjara. Bahkan menahannya sekalipun ia tak punya wewenang.


Ialah samuel, pria kaya raya dengan segala kekuasaan yang di milikinya. Apapun yang ia inginkan selalu terkabul dalam sekejap mata.

__ADS_1


“Tak ada yang tidak bisa kamu lakukan di dunia ini, jika kamu punya dua hal ini. Uang dan kekuasaan.”


__ADS_2