
Pesta telah di mulai. Para tamu mulai berdatangan. Dan Para pelayan sibuk mengantar minuman. Suasana semakin ramai dibanding sebelumnya.
Valir dan samuel sudah rapih dengan pakaiannya. Mereka menyapa para tamu dengan hangat. Samuel pun merasa untung dengan adanya pesta ini. Ia bisa berkenalan dengan orang orang terkaya di dunia. Ia bisa menjalin sebuah hubungan yang menguntungkan.
Sedangkan Michell, masih berada di kamar. Ia gugup sekali. Michell memandang pantulan dirinya di cermin. Ia terlihat sangat cantik dengan gaun yang sedang ia kenakan. Riasan di wajahnya pun membuat Michell semakin merasa kalau dirinya adalah seorang ratu ajang kecantikan.
Tok tok tok
“Yaa?” Sahut Michell saat pintu di ketuk dari luar.
“Ini saya. Julio.”
“Ohh, masuk aja.” Teriak Michell dari dalam.
Julio pun menurut. Ia membuka pintu kemudian masuk dengan perlahan. Betapa terkejutnya ia saat melihat penampilan Michell saat ini.
“Kenapa?”
“Michell harus keluar sekarang ya?” Tanyanya.
Melihat julio yang hanya mematung di tempat, membuat Michell menjadi kesal.
“Heeeii??!!” Panggil Michell.
“Uh? Kenapa?” Tanya julio gelagapan. Ia baru saja tersadar dari lamunannya.
“Ih kamu. Michell yang nanya malah ditanya balik.” Protes Michell sambil membuang mukanya.
__ADS_1
“Y-ya. Sudah waktunya.” Kata julio.
Michell kembali bercermin selama beberapa detik, memastikan dirinya benar benar sempurna kemudian, ia berjalan mendekati julio.
Julio menyarankan agar Michell merangkul tangannya. Michell sempat ragu, namun pada akhirnya Michell merangkul tangannya. Mereka terlihat seperti pasangan yang serasi. Walau sebenarnya, julio hanyalah pendamping.
Julio berusaha menahan kegugupannya. Sungguh demi apapun, dadanya berdebar kencang. Ia tidak bisa mengontrol dirinya yang gemetar.
“Kamu keliatan lebih keren dengan jas itu.” Puji Michell.
DUAR
Jantung julio terasa ingin meledak saja.
“Hmm, terima kasih. Nona juga terlihat lebih cantik malam ini.” Bisik julio.
“Oh, rupanya dia dengar.” Batin julio.
“Ahh, Michell gugup banget..”
“Jangan khawatir. Ada saya.” Kata julio. Preeet, padahal dia sendiri juga gugup.
Mereka berdua pun mulai memasuki ruang aula. Dimana para tamu sudah berkumpul dan berbincang satu sama lain.
Kedatangannya, membuat para tamu langsung melongo. Mereka shock akan kecantikan yang dipancarkan oleh Michell.
“this is so unreal”
__ADS_1
“Who is she? Damn she so hot.”
“God, she is the most beautiful person i have ever seen.”
Sudah saatnya julio melepaskan tangan Michell. Sang pangeran sudah datang menjemputnya. Ya, siapa lagi selain samuel.
“Eh, kamu mau kemana?” Tanya Michell sambil berbisik.
Julio hanya memberi kode agar segera menengok. Rupanya samuel sudah ada di sampingnya.
Michell menelan ludahnya susah payah. Samuel terlihat sangat tampan berkali kali lipat dari hari biasanya. Tubuhnya yang tinggi sangat cocok dengan pakaian itu. Membuatnya terlihat gagah dan kokoh.
Begitu juga sebaliknya. Samuel sedang terpesona dengan kecantikan Michell. Ia bahkan tidak bisa berhenti tersenyum.
“You look so pretty.” Puji samuel sembari mengulurkan tangannya.
“Thanks.” Balas Michell sambil menerima uluran tangan itu.
Michell di bawa menemui valir yang sedang berbincang dengan tamunya.
“Oh my god.” Ucap tamunya shock, setelah melihat Michell.
“Perkenalkan namamu.” Bisik samuel.
“Hi. My name is Michell.” Kata Michell sambil tersenyum kikuk.
“Hi. Im zhacks. Nice to meet you.” Balasnya.
__ADS_1