Sweet Psycho

Sweet Psycho
39


__ADS_3

Michell membawa julio ke lantai dansa. Mereka saling membungkukan badan sebelum memulai kegiatan tersebut. Setelah itu Michell meraih tangannya dan menyarankan julio agar menyentuh pinganggnya.


Julio sempat ragu saat menyentuh pinggang Michell yang ramping itu.


“Tatap mata Michell. Ikutin gerakan Michell.” Ucapnya.


“Ya”


Michell pun menggerakan kakinya dengan perlahan. Ia bergerak mengikuti alunan lagu. Begitu juga dengan julio yang masih terlihat kaku.


Michell berusaha meyakinkan julio agar dirinya tidak grogi. Dengan begitu, ia bisa leluasa menggerakan tubuhnya.


“Hanya ada kita berdua di sini. Santai aja.” Bisik Michell.


Lama kelamaan, julio mulai terbiasa dengan gerakan yang dilakukan. Ia jauh lebih percaya diri dibanding sebelumnya.


Sedangkan di lain tempat, samuel sedang membidik targetnya. Ia bersiap siap untuk melepaskan pelurunya itu.


TARGET LOCK


Saat samuel ingin menembak, tiba tiba seorang lelaki melintas di depan Reeves. Hal itu membuat samuel terkejut setengah mati.


“Ahk bocah sialan itu.”


Samuel menarik nafasnya dalam dalam kemudian kembali membidik targetnya. Ia memastikan agar senapannya itu tidak mengarah pada valir yang ada di sampingnya.


“Satu… dua… tiga.”

__ADS_1


DOR


Samuel tersenyum puas saat melihat Reeves yang sudah ambruk begitu saja. Dahinya bolong akibat tembakan yang samuel lakukan.


Dia buru buru memasukan senjatanya ke dalam koper kemudian pergi dari sana sebelum ada orang yang melihat.


Kembali pada Michell dan julio di lantai dansa. Dunia serasa milik berdua. Mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing masing, sampai sampai tidak menyadari kehebohan yang sedang terjadi.


BRUK


Hampir saja Michell terjatuh. Untungnya julio cepat tanggap dan menahan dirinya.


“So-sorry.” Ucap seorang wanita yang menabraknya barusan.


“Yes. No problem.” Jawab Michell sambil tersenyum.


Baru lah Michell sadar dengan sekitarnya. Semua orang panik dan berlomba lomba untuk keluar dari pesta ini.


“Samuel, berhasil membunuh targetnya.” Batin Michell.


“Michell, kenapa?” Tanya julio panik saat melihat keseimbangan tubuhnya mulai oleng.


“Emmph, michel… Michell pusing.” Ucap Michell terbata bata.


Kepalanya terasa sedang di tusuk oleh ribuan pisau. Ditambah lagi semakin lama, rasanya semakin berat. Michell nggak tahan lagi.


Tak lama, tubuh Michell hilang kesadaran. Julio sudah lebih dulu menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke lantai.

__ADS_1


Bertepatan dengan itu, samuel datang dengan koper di tangannya.


“Serahkan michell padaku. Tetap Jalan sesuai rencana.” Kata samuel.


“Michell harus dibawa ke rumah sakit.”


“Biar itu yang menjadi urusanku. Dia adalah tanggung jawab ku. Lebih baik kamu pergi sekarang sebelum ada orang yang melihat.”


Julio sempat terdiam. Ia melirik michell kemudian ikut berlari bersama dengan para tamu. Tak lupa, ia membawa koper berisikan senjata itu.


Samuel menatap kepergian julio kemudian melirik Michell. Tubuhnya pucat. Samuel menjadi panik.


“Michell. Michell bangun.” Samuel menepuk nepuk pipinya.


Saat itu, para bodyguard mulai masuk ke dalam. Mereka terlihat sangat terburu buru. Dengan liciknya, Samuel memanfaatkan kejadian tersebut.


“Hey help! She has to be taken to the hospital!” Kata samuel kepada ketua bodyguard yang melintas di depannya.


Bisa dilihat dari raut wajahnya, pria itu sangat kesal. Samuel telah menghalangi jalannya. Bagaimana jika pelakunya melarikan diri?! Ahk.


“you don't know who i am? I'm Kim Samuel!”


“Fuck off! I dont care.” Bentak ketua bodyguard tersebut.


“Come on. Lets go.” Ucapnya pada anak buahnya.


“Heyyy!!! She need help!” Bentak samuel balik. Ia bahkan nekat menahan lengan pria tersebut.

__ADS_1


Dengan cepat, pria itu menepis tangan samuel dan berlari menuju tangga.


__ADS_2