Sweet Psycho

Sweet Psycho
6


__ADS_3

Di meja makan sudah ada samuel dan michell. Mereka menikmati makan sarapan dengan begitu tenang.


Michell jarang sekali sarapan. Biasanya setelah bangun tidur ia langsung bersiap siap dan melakukan pekerjaannya. Ia tak sempat makan, paling hanya makan selembar roti.


“Kamu tau, saya jarang sekali ada di rumah. Saya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor.”


Michell mengangguk angguk.


“Untuk dua hari ke depan, saya tidak pulang. Saya akan menginap di kantor.”


Michell kembali mengangguk.


“Untuk itu, saya akan memberi kamu tugas.”


“Apa itu?”


“Saya menyerahkan kunci kamar pada mu. Hanya kamu yang boleh masuk ke dalam kamar saya. Itu pun hanya untuk merapihkan.”


“Ahh, baik.” Jawab michell.


“Jangan masuk ke ruang basement.”


“Lagi lagi, dia membahas ruang itu. Aku semakin penasaran.” Batin michell.


“Dan jangan pernah berniat untuk melarikan diri. Atau kamu tau akibatnya.” Tambah samuel memperingati.


“Ya, tuan.”


“Saya sudah selesai. Saya pergi sekarang.” Ucap samuel sambil berdiri dari kursi.


Michell yang melihat itu pun ikut berdiri.


“Kenapa?” Tanya samuel dingin. Matanya menatap michell dengan tajam.


“A-aku akan mengantar tuan ke depan..” jawab michell gemetar.


“Tidak usah! Habiskan saja makananmu.”


“A-ah, iya.”

__ADS_1


Samuel mengendus keras kemudian melangkah pergi.


Michell kembali duduk di kursi dengan lemas. Tatapan nya itu tajam hingga menusuk jantungnya. Kenapa? Kenapa ia menatapnya seperti itu?


Hati ku…


BRAK


Michell menoleh kaget saat seseorang menggubrak meja dengan keras.


Rupanya rachell serta dua orang temannya.


Masalah apa lagi yang mereka timbulkan?


“Sudah cukup! Bawa dia!” Bentak rachell pada dua orang temannya.


Seketika tangan michell di tahan oleh kedua orang itu lalu dibawa secara paksa menuju ruang basement.


BRUK


“Aaahhh…”


Michell mengelus kepalanya yang terasa sakit kemudian mengedarkan pandangannya.


Tempat macam apa ini..


Gelap..


Seram…


Mengerikan…


Hanya ada lilin yang menerangi ruangan. Bau amis sangat menyengat bercampur dengan bau busuk yang sangat dasyat.


Michell benar benar tidak tahan.


“Perempuan seperti mu harus di beri pelajaran!” kata rachell penuh emosi.


PLAK

__ADS_1


Satu tamparan berhasil mendarat di pipi michell.


“Kedatangan mu membawa sial!”


“Lalu?“ tanya michell pelan. Ia terus memegangi pipinya yang terasa perih akibat tamparan itu.


“Karena kamu!! Tuan tidak menyayangiku lagi! Dia bahkan tidak melirik ku!!! Itu semua karena mu!!!” Teriak rachell. Dadanya naik turun saking emosinya. Nafasnya tak teratur.


“Cih, kamu menyalahkanku karena itu?”


“kamu bahkan merebut posisi ku!”


“Siapa yang menginginkan posisimu? Aku bahkan nggak mau berada di sini.”


“Bukan itu aja, dia bahkan menamparku di depan banyak orang! Itu semua karenamu!! Karena mu!!! ARHHHHH…!!!!!”


“Kamu harus merasakan apa yang aku rasakan!” Tambah rachell.


rachell melirik temannya, kemudian merebut cambukan yang di pegang.


CLETAK


“Aaahhhhh…” teriak michell.


CLETAK


“AAARHHH… berhenti!”


CLETAK


“Kubilang berhenti, sialan!”


Namun rachell tak menghentikan aksinya. Ia mencambuk tubuh michell bertubi tubi tanpa ampun.


Hingga Michell tak ada kesempatan untuk melawan.


Rachell tersenyum puas melihat michell yang sudah tak berdaya lagi. Tubuhnya dibanjiri darah yang terus mengalir.


“Lihat, sampai kapan kamu bertahan disini.”

__ADS_1


Setelah itu mereka bertiga dengan teganya meninggalkan michell di dalam ruangan itu. Mereka serempak mengurung michell dalam ruang basement tanpa seorang pun yang tau.


__ADS_2