Sweet Psycho

Sweet Psycho
11


__ADS_3

"hentikan sam!" seru manuel terhadap anaknya.


samuel tersenyum sinis saat manuel menatapnya dengan tajam. ya, asal kalian tau, samuel belajar menatap orang dengan tajam karena meniru ayahnya itu.


"apa?" samuel bertanya seolah tak tau apa apa.


"kenapa, kamu membunuh nona hana, sam? dia sekertarisku!" bentak manuel yang terpancing emosi karena melihat wajah samuel yang menunjukan wajah tak bersalah sedikit pun.


oh, rupanya pria tua ini sudah mengetahuinya. pikir samuel.


samuel melipat tangannya dengan angkuh kemudian memasang wajah yang tampak sedang berfikir.


"hmmm. entahlah" samuel mengedikan bahunya.


"aku nggak tau kalau dia itu sekertarismu." tambahnya.


"asal kamu tau, dia hanya seorang wanita. dia tulang punggung bagi keluarganya sam! kamu tidak kasihan?!"


samuel menggeleng. "aku bahkan nggak peduli."


manuel mengeraskan rahangnya. "ku peringatkan, agar segera meninggalkkan kebiasaan burukmu itu sam! berhenti membunuh!"


samuel kembali menggeleng. "asal ayah tau, aku... nggak bisa meninggalkan hobiku."

__ADS_1


"hobi? apa membunuh merupakan hobi huh?!!!" geram manuel marah.


"lebih tepatnya sebuah kegiatan yang wajib dilakukan. ayolah, kenapa ayah heboh? aku sudah melakukannya selama 2 tahun, don't you know?"


manuel menggelengkan kepalanya. ia menatap anaknya dengan kecewa. "apa untungnya sam? apa yang kamu dapat setelah membunuh?!!"


"hmmm..."


"kepuasan? kebahagiaan? entahlah."


"tak pernah terbayang sebelumnya. ayah tak menyangka mempunyai anak psikopat sepertimu, samuel. ayah benar benar kecewa." ucap manuel pelan.


"kamu pantas masuk neraka!" sambungnya dengan suara melonjak tinggi ke atas.


manuel yang melihat itu pun kebingungan sendiri. dahinya mengerut dan penuh tanda tanya. apa samuel merasa hancur dan kecewa karena ayahnya berkata demikian?


namun, tak lama dari itu kepalanya terangkat kembali. sam yang tadinya terlihat sedih, kini tidak lagi. ia justru merubah ekspresi wajahnya 100%. pria itu bertopang dagu dan wajahnya dimiringkan. ia menatap manuel sambil tersenyum lebar. bahkan terlihat kerutan di dekat matanya.


"apa ayah mau ikut bersamaku, kedalam neraka?"


shock! manuel benar benar shock saat mendengar kata kata itu keluar dari mulut anaknya. dia tidak habis pikir. anaknya berkembang menjadi seorang iblis.


"KELUAR! KELUAR DARI SINI SAM!!" teriak manuel sambil berdiri dari kursinya.

__ADS_1


"HAHAHAHAHAHA" tawa samuel berbahak bahak. ia sangat puas melihat mimik wajah manuel.


"bukankah itu tidak baik? ayah yang mengundangku, ayah juga yang mengusirku. perlakukan aku layaknya seorang tamu, mr. mamuel." ujar samuel sembari bersandar pada kursinya.


"ayah salah menilaimu." kata manuel.


"memang seperti apa ayah menilaiku?"


cukup! ia sudah muak. samuel sudah diluar batas. sudah saatnya dia mengakhiri semua ini.


"ayah beri satu kesempatan lagi. berhenti membunuh, atau ayah laporkan polisi." ancamnya tak main main.


samuel tersenyum miring. "jangankan polisi, pengadilan pun tunduk padaku."


"ayah tidak tau ya? aku berhasil lolos selama delapan kali. lagi pula, apa ayah punya bukti untuk melaporkanku? yang ada ayah yang akan masuk penjara karena melakukan tuduhan/laporan palsu."


SKATMAT!


inilah alasan mengapa, jangan pernah mencoba coba untuk mencari masalah dengan kim samuel. bisa dilihat, dia membalikan kata dan menjebak seorang bos besar, terkaya di dunia. samuel sangat pintar memainkan kata. lidahnya tajam ditambah dengan pemikirnnya yang cepat tanggap.


"keluar! KELUAR SEKARANG!!!" teriak manuel. terlihat dari raut wajahnya, ia sangat marah. urat uratnya terlihat. matanya pun merah.


"dengan senang hati." samuel tersenyum sumringah lalu bangkit dari kursi.

__ADS_1


"semoga harimu, menyenangkan, mr. manuel." sambungnya sebelum meninggalkan ruang kerja milik ayahnya itu.


__ADS_2