
Jam menunjukan pukul 02.30 dini hari. Samuel dan julio masih terjaga sedangkan Michell sudah lelap dalam tidurnya.
“Apa baik baik aja, kalo menyembunyikan Michell disini? Bagaimana jika tuan Manuel marah saat mengetahui hal ini?” Tanya julio dengan nada serius.
“Tch, kayak baru kenal kemarin aja.” Decih samuel membuang mukanya.
“Emang kenapa kalo dia marah? Kamu pikir aku takut? Kamu pikir aku peduli?” Sinis samuel.
Julio hanya bisa bersabar menghadapi samuel yang sikapnya semena mena. Tapi, ini lah fungsi kehadirannya. Dia harus menyadarkan samuel agar dia tidak salah mengambil langkah.
“Berapa lama kita disini? Kamu tau disini berbahaya kan? Banyak orang yang mengincar mu.” Tanya julio khawatir.
“I know. Justru hal itulah kenapa aku kesini.”
Julio terdiam selama beberapa detik.
“Tuan Manuel, mau menjadikan Michell sebagai anak angkatnya. Katanya sih, dia mau bertanggung jawab atas kehidupannya.” Ujar julio.
“Apa? Hahahahahha…!” Tawa samuel.
“Nggak! Dia pikir, dia siapa?” Tambahnya.
“Kalau begitu, Michell harus menikah denganmu.”
JLEP
Seketika samuel terdiam. Dia ngerutkan dahinya selagi berfikir.
“Kenapa?” Tanya samuel tiba tiba.
“Y-ya?” Julio merasa kebingungan.
“Sebutin alasan, kenapa aku harus nikah dengannya.”
Julio mengambil nafasnya dalam dalam. “Haruskah saya mengatakannya?
“Ya. Katakan saja.”
“Baiklah. Kamu sendiri tau kan kalau Hana, adalah tulang punggung bagi keluarganya?”
__ADS_1
“Hmm.” Samuel mengangguk pelan.
“Kamu juga tau kan, kedua orang tuanya menghilang?” Tanya julio lagi.
“Hmm.” Samuel kembali mengangguk.
“Dan kamu tau kan, neneknya bunuh diri di panti itu?”
Dengan berat hati, samuel mengangguk.
Julio menjeda kalimatnya selama beberapa saat.
“Tuan Manuel sudah tau itu semua. Dia merasa bersalah pada hana. Hana sendiri, sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Berhubung Michell gak punya siapa siapa lagi, Untuk itu tuan Manuel merasa ada hak untuk bertanggung jawab atas kehidupan Michell sekaligus sebagai tanda perminta maafnya.” Jelas Julio panjang lebar.
“Tapi ada aku disini yang bakal nge rawat dia. Kamu liat sendiri kan, aku nggak ngebunuh dia.”
“Ya untuk saat ini sih enggak. Tapi kita nggak tau kedepannya gimana.” Bisik julio.
“Apa…?!” Geram samuel. Dia hendak saja menghajar temannya itu.
“Mau saya berkata jujur?” Kata julio.
“Saya nggak tau apa yang bakal terjadi antara kamu dan Michell di masa depan. Saya juga nggak tau perasaan kamu saat ini kepadanya.”
“Tapi, apa kamu bisa nge jamin selamanya dengan Michell?” Tambahnya.
“A-apa?” Samuel tidak mengerti.
Julio menepuk kedua pundak samuel lalu menatapnya dalam dalam.
“Kita udah temenan dari lama. Selama saya hidup, saya nggak pernah liat kamu bertahan sama satu wanita.”
“Kamu orangnya bosenan, sam. Paling kalau nggak dibuang, kamu bunuh.”
Samuel yang merasa sedang di rendahi langsung berapi api. Otaknya seperti sedang di bakar habis habisan. Dia marah.
Samuel mengeraskan rahangnya.
“Aku buktiin kalau ucapan kamu itu salah.” Bisik samuel dengan tajam.
__ADS_1
“Buktiin kalau itu benar, mr Kim.”
“5 bulan. Kalau kamu bisa bertahan lima bulan dengannya….. bunuh saya.” Tantang julio.
Samuel menerima tantangan itu. Sambil tersenyum miring ia berkata.
“Oke. Jangan sesali ucapanmu itu. Karena aku, nggak akan segan ngebunuh, sekalipun kamu teman ku.”
“Dengan satu syarat, kamu nggak boleh menyakitinya. Baik fisik maupun batin.” Ujar julio.
Sepertinya itu akan terasa sulit. Tapi biarlah. Samuel akan tetap menerima tantangan itu.
“Jika kamu gagal, serahkan dia.” Ucap julio.
“Padamu?” Tanya samuel.
“Ya.” Julio mengangguk.
“u like Michell?” Samuel bertanya dengan nada serius.
“exactly” jawab julio.
Lantas Samuel yang mendengar itu menjadi sangat marah.
“go to hell, motherfucker!”
BUGH
Samuel menonjok rahang julio dengan emosinya yang sudah menggebu gebu.
Dugaannya benar. Pantas saja, julio berbeda semenjak kehadiran Michell. Dia telah jatuh hati padanya.
Julio mengelus elus rahangnya. Shhhit. Rasanya sakit sekali.
“How bout you? You love her?” Tanya julio dengan suara lantang.
“exactly as you thought” sesudah menjawab itu, samuel langsung pergi meninggalkan julio sendirian di sana.
“Fu*ck you!” Maki samuel dalam hati.
__ADS_1
“She’s mine. Jangan harap, jul.”