
Untuk pertama kalinya michell tidur seranjang dengan lelaki yang bukan sedarahnya. Tubuhnya tak bisa berhenti bergerak kesana kemari.
Rasanya seperti ada yang janggal. Ia tak nyaman tidur bersama seorang lelaki asing.
Ia mencuri pandang pada samuel yang ada di sampingnya.
Matanya terpejam rapat. Wajahnya terlihat tenang saat sedang tidur.
Michell memandanginya diam diam. ia mengakui, samuel adalah pria tampan. Hidungnya mancung, rahangnya tegas dan kulitnya putih.
“Tidur, atau saya congkel matamu.”
DEG
Michell melotot kaget karena ucapan samuel yang tiba tiba itu.
Ia buru buru memejamkan matanya rapat rapat. Dalam hatinya panik. Perkataan samuel membuatnya ketakutan.
Bagaimana jika hal itu benar terjadi? Bagaimana jika matanya benar benar di congkel oleh pria ini?
Michell semakin cemas saja memikirkan hal itu.
Tanpa aba aba, samuel menarik michell kedalam pelukannya. Lengannya melingkar tepat di atas dada gadis itu.
“Dasar cabul!” Maki michell dalam hati.
Bau mint khas tubuhnya langsung tercium dengan sangat amat jelas menusuk hidungnya.
Dada michell menjadi berdebar kencang tak karuan.
“Tenang, aku hanya perlu memejamkan mata dan tidur.” Batin michell menenangkan dirinya sendiri.
“Ahhkk, tapi kenapa rasanya sulit sekali.” Tambahnya.
“Kamu ini ingin sekali kehilangan mata ya? Sudah bosan melihat, hm?” Tanya samuel sambil berbisik. Nadanya terdengar sinis dan penuh mengintimidasi.
“Ma-maaf..” lirih michell.
__ADS_1
“Tidur!”
“Ya…”
Dengan segala paksaan akhirnya michell pun berhasil tidur dalam pelukan samuel.
Hingga 10 jam kemudian…
Tak terasa hari sudah pagi. Matahari mulai terlihat. Sinar nya masuk melalui sela sela jendela.
Michell terbangun dalam pelukan samuel. Siapa sadar ia memeluk samuel dengan begitu erat. Sampai sampai hidungnya berada di leher samuel.
Dilihat pria itu masih tertidur pulas.
Syurkurlah.
Michell pun merasa pagi ini terasa sangat fresh meski perutnya masih terasa perih. baginya, Tidur di pelukan samuel sangat nyaman. Tubuhnya hangat dan tenang.
Saat mulai menyadari waktu, Ia langsung beranjak panik karena kesiangan.
“Aku harus bekerja.” Bisik michell.
“Kenapa bekerja di hari minggu?”
Michell sempat terdiam.
“Ta-tapi, aku ini kan pembantu. Berbeda dengan mu yang kerja di kantoran.” Jelas michell.
“Sudahlah. Diam saja disini.”
“A-aku perlu membersihkan rumah. Kalau tidak aku diomeli kepala pelayan. Aku takut.”
“Saya majikanmu. Yang harusnya kamu dengar adalah saya. Saya melarangmu untuk takut kepada siapapun kecuali saya.”
Michell tak bisa berkata kata. Ia pun menuruti perintah samuel sambil mencurutkan bibirnya.
Tepat ia berhadapan dengan wajah samuel yang masih memejamkan mata.
__ADS_1
Michell memandang samuel tanpa kedip. Ia menatap kesal sekaligus kagum.
“Rasanya aku mau membunuhmu detik ini juga.” Katanya dalam hati.
“Dia tampan tapi kejam. Mana ada gadis yang mau dengannya.”
Sedetik kemudian ia menggeleng.
“Ah, aku lupa. Ada Rachell yang mau bersama dengan psychopath ini..” sambungnya.
“Huftt.. sampai kapan aku harus menunggu dia terbangun dari tidurnya.” Keluh michell sebal.
Tak lama mata samuel terbuka perlahan.
Cup
Sebuah kecupan mendarat pada bibir michell. Rasanya hangat.
”morning kiss.”
Deg deg deg
“Ini kali kedua, kamu menciumku.”
“Kenapa?”
Michell menggeleng.
“Kamu beruntung karena saya menciummu dengan suka rela. Banyak wanita yang mengantri di luar sana.”
“Iya?” Tanya michell tak percaya.
“Kamu meremehkan saya.”
Michell kembali menggeleng dengan cepat.
“Aku nggak berani.”
__ADS_1