Sweet Psycho

Sweet Psycho
15


__ADS_3

Mereka bertiga berangkat ke kantor menggunakan mobil. Julio menyetir di bagian depan sedangkan samuel dan Michell duduk di kursi penumpang.


Tak ada percakapan selama perjalanan itu. Mereka hanya bungkam dengan pikirannya masing masing.


Michell masih merasa kesal dengan samuel. Dapat dilihat, dia hanya memandangi jalan sembari mengingat ingat jalan untuk keluar dari mansion tersebut.


Tak terasa, mereka sudah tiba di kantor. Julio membuka pintu untuk Michell sedangkan samuel keluar dengan mandiri.


Michell yang melihat seperti apa bentuk bangunan kantor tersebut langsung menganga. “Nggak sesuai ekspetasi.” Katanya dalam hati.


Semua bayang bayangan tentang kantor dengan gedung bertingkat, berada di tengah kota, dan mewah hancur seketika.


Bayangkan saja, kantor samuel berada di pelosok desa. Lingkungan sekitarnya kumuh. Dan terlihat dari luar saja, seperti rumah yang tak terurus. Michell bersumpah, rumahnya lebih bagus di banding kantor ini.


“Jadi, ini kantor kamu?” Tanya Michell yang terpaksa membuka mulut.


“Ya. Masalah?” Ketus samuel.


Michell menggeleng sambil tersenyum kikuk.


Samuel berjalan didepan, diikuti oleh Michell dan julio di belakang. Pria tersebut membuka pintu yang hampir ingin copot akibat kerusakan yang ada.


Dalam hati Michell berkata. “Rumah aja gede. Masa pintu udah kaya gini gak diganti.”


Saat pintu itu terbuka, langsung tercium bau menyengat. Seperti bau darah dan juga bangkai yang sudah membusuk.


“Ueeekkk… Michell nggak kuat. Bau apaan ini.” Dia menjepit hidupnya menggunakan ibu jari dan jari telunjuk.


Samuel yang melihat reaksi itu langsung tersenyum puas. Dengan gerakan cepat, dia menggenggam jemari tangan Michell dengan erat.


“Cih. Lebay.” Pria itu menarik tangan Michell agar segera masuk ke dalam.


“Gaaaakk!! Michell gak mau masukk!!” Dengan sekuat tenaga Michell berusaha berlari keluar.


“Julio. Tutup pintunya!” Perintah samuel sambil tersenyum gemas melihat tingkah laku Michell yang berusaha melepaskan diri.


“baik” Jawab julio hendak menutup pintu.

__ADS_1


“AAAAHKKKK JANGAAANN!!!!” Teriak Michell.


Dengan sedikit paksaan, samuel membawa Michell agar berjalan bersamanya.


Mereka berjalan melewati sebuah lorong gelap. Tanpa diterangi lampu atau pun obor disana. Benar benar hitam hingga tak ada yang bisa mereka lihat disana.


Dibawah mereka, terdapat genangan air. (Becek). michell yang tidak tau itu air apa, langsung merinding. Ia sudah membayangkan yang aneh aneh saja.


Michell sedikit lega melihat cahaya kekuningan di ujung lorong. Dan rupanya terdapat sebuah pintu yang dijaga oleh dua orang bertubuh besar. Dari wajahnya saja sudah terlihat mereka berasal dari Italia.


Mereka langsung memberi hormat ketika samuel datang.


“buongiorno signor kim” ucap salah satu dari mereka. Yang artinya selamat pagi tuan Kim.


“Hm.” Samuel menatap mereka dengan datar.


Tak lama pintu itu terbuka. Bau busuk juga amis semakin menusuk hidung Michell. Ditambah lagi terdengar suara jeritan membuat Michell dag dig dug.


Saat samuel ingin melangkah masuk, Michell sudah lebih dulu menahan tangannya.


Samuel menaikan sebelah alisnya. Menunggu alasan apa yang akan Michell berikan.


“Michell takut.” Bisiknya.


Samuel tersenyum miring. “Just hold my hand, dear.”


“Close ur eyes if u scared.” Sambungnya.


Dengan berat hati, Michell kembali melangkah. Dia menggenggam tangan samuel dengan sangat erat. Tak ada niatan untuk melepaskannya.


Mereka berjalan melewati sel sel penjara. Michell melihat ada banyak sekali orang yang terlihat tidak berdaya lagi. Keadaan tubuhnya sangat memprihatinkan.


Ada yang sudah dikuliti tubuhnya, atau kaki dan tangannya buntung, Luka memenuhi tubuhnya, Dan masih banyak lagi.


“Sam” panggil Michell gemetar.


“Yes honey.” Jawab samuel.

__ADS_1


“mereka kenapa dikurung kaya gini? Mereka juga udah pada sekarat. Kamu nggak kasian?” Tanya Michell berbisik.


“Hahahaha.” Tawa samuel.


“Nggak seharusnya kamu kasian sama mereka.”


“Kenapa?” Tanya Michell, menatap samuel dengan polos.


Samuel berhenti. Diikuti oleh julio di belakangnya. Pria itu menatap Michell dengan dalam lalu mengelus kepalanya.


Tak lama,


“AAAAAAAKKKHHHH…!!!!” Teriak Michell histeris saat lengannya di cekal oleh seorang pria yang berada di dalam sel.


Samuel yang cepat tanggap, langsung mengeluarkan belatinya dan menebas tangan tersebut hingga terpisah dari tubuhnya.


“AAAAHHHHHHH.” Teriak pria tersebut kesakitan.


“Kamu gapapa?” Tanya samuel panik.


Michell yang tadinya menunduk ketakutan langsung mendongak. Wajahnya terkena cipratan darah pria tersebut. Samuel buru buru mengeluarkan sapu tangan dan mengelap wajah Michell hingga bersih.


“Itu alasan kenapa kamu nggak boleh kasihan sama setiap orang yang ada di sini.” Ucap samuel pelan.


“Aku takut sam.. hiks.” Rengek Michell dengan suara gemetar.


“Ya. Kita keluar dari sini ya.” Jawab samuel memeluk Michell yang sudah menangis.


“Ayo keluar. Michell takut. Huaaa… hiks.”


“Iya iya…”


“Bunuh dia!” Seru samuel pada julio.


Julio mengangguk sebagai jawaban.


__ADS_1


__ADS_2