Sweet Psycho

Sweet Psycho
34


__ADS_3

“Saya tau kamu butuh bantuan.” Ucap valir.


Samuel yang mendengar hal itu tidak terkejut. Dia sudah bisa menebak apa yang akan valir katakan selanjutnya.


“Saya bisa membantu kamu, asal kamu mau melakukan sebuah tugas.”


Ya, hubungan timbal balik.


“Apa itu?” Tanya samuel.


“Kamu harus memberikan satu nyawa untuk saya.” Jawab valir.


Samuel yang tidak mau basa basi langsung bertanya. “Siapa targetnya?”


Valir tersenyum puas. “Reeves cambrela.”


Seorang mantan gubernur yang kini berprofesi sebagai pengusaha dengan tambang dimana mana.


“Bukankah dia sahabatmu?”


“Orang terdekat adalah orang yang paling berbahaya. Dia menyimpan rahasia saya begitu banyak. Dia adalah ancaman bagi saya.”


Samuel mengangguk pelan. Ia mengerti. Kalau rahasianya terbongkar, jabatan dan reputasinya hancur. Pria itu….. rela membunuh sahabatnya sendiri demi mempertahankan posisinya.


“Tak lama lagi, akan ada pesta di sini. Dihadiri banyak orang orang penting. Pengamanannya sangat ketat. Kamu bisa melakukan aksi pada hari itu.”


“Apa keuntungan yang aku dapat setelah membunuhnya?” Tanya samuel.


“Perlindungan.” Jawab valir singkat dan padat.


“Saya tau kamu membutuhkan hal itu demi tunanganmu.” Sambungnya.

__ADS_1


“Baiklah. Aku setuju. Asal…”


“Apa?”


“Kalau terjadi sesuatu padanya, kamu harus menyerahkan nyawamu.” Jawab samuel.


“Setuju.”



“Apa..?!” Kata julio shock setelah mendengar apa yang telah samuel katakan.


“Itu sangat beresiko. Reeves cambrela adalah orang penting di negara ini. Jadi nggak semudah itu untuk ngebunuhnya.”


“Kamu lupa? Ini adalah Pekerjaan pertamaku. Aku sudah sering membunuh orang penting.” Ujar samuel.


“Itu sudah tujuh tahun yang lalu. Dan kamu berhenti melakukannya sejak empat tahun yang lalu. Tuan lupa?”


“Saya harap tuan nggak menyesal di kemudian hari.” Ucap julio.


“Aku akan lebih menyesal jika tidak melakukan ini.” Jawab samuel tidak mau kalah.


Julio Hanya bisa menggeleng geleng. Samuel benar benar sudah di butai oleh cinta. “Baiklah, kalau itu yang tuan mau. Saya pamit.”


Samuel menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia menatap kepergian julio lalu masuk ke dalam kamar. Ia melihat Michell yang sedang tiduran di atas kasur.


Samuel mendekat kemudian ikut berbaring di sampingnya. Pria itu menatap langit langit kamar. Ia berfikir dengan keras sampai sampai kepalanya menjadi pusing.


“Ahhk.” Samuel mengubah posisinya menghadap michell. Ia segera memeluknya sembari mencium lehernya. Menghirup aroma tubuh Michell dalam dalam.


Hal itu membuatnya tenang.

__ADS_1


“Sam…” panggil Michell dengan lembut.


“Hm?”


Michell menoleh sekilas kemudian mengelus tangan samuel yang melingkari perutnya.


“Michell takut disini… kita pergi aja yuk?” Kata Michell ragu ragu.


“Apa yang ngebuat kamu takut? Ada aku disini.” Ucap samuel berusaha menenangkan Michell.


“Entah. Michell ada felling ga enak disini.”


“Emang, tempat yang lama kenapa? Kenapa kita harus pindah?” Tanya Michell.


“Kamu nggak perlu tau. Intinya kamu aman disini.”


“Aman dari siapa?” Tanya Michell lagi.


Samuel hanya diam. Hal itu membuat Michell membalik tubuhnya menghadap samuel. Michell menatap matanya dengan lekat kemudian mengelus rambut samuel.


Terlihat jelas, Samuel sangat menikmati sentuhan sederhana itu. Tubuhnya jauh lebih tenang dari pada sebelumnya.


Entah apa yang terjadi, hingga membuat Michell mengecup bibir samuel. Sekilas, namun rasanya sangat hangat dan membekas di bibirnya.


Ini pertama kali, Michell mencium samuel duluan. Tanpa paksaan, tulus dari hati.


Sepertinya Michell tau apa yang samuel butuhkan. Dia pun merasa sedikit kasihan saat melihat samuel yang sangat berbeda dari hari sebelumnya. Hari ini dia terlihat sangat panik, dan banyak pikiran.


Samuel menarik leher Michell kemudian menciumnya. ******* bibirnya dengan lembut.


Reaksi tak terduga pun terjadi. Michell membalas ciumannya. Ia sangat menikmati setiap gerakan dan sentuhan yang samuel berikan.

__ADS_1


__ADS_2