
Pesta pun di mulai. Para tamu mulai menari di atas lantai dansa. Diiringi dengan musik yang membuat para tamu enggan berhenti bergerak.
Para pelayan pun semakin sibuk melayani tamunya. Mereka bulak balik pergi ke dapur.
“Kamu ingin menari?” Tanya samuel saat melihat Michell sedari tadi memperhatikan orang orang yang sedang asyik berdansa.
“Y-ya?” Jawab Michell gelagapan.
“Aku bisa menjadi pasanganmu.” Ujar samuel.
“Ah, nggak usah. Kamu kan lagi sibuk. Nanti yang lain gimana?”
“Maksudnya?”
“Maksud Michell, kamu kan harus ketemu sama tamu. Nyapa lah, atau bahas sesuatu.” Jelasnya.
“Aku bukan tuan rumah. Aku juga tamu disini. Itu bukan keharusanku untuk menyapa para tamu.” Ucap samuel terus terang.
Melihat Michell tak merespon, membuat samuel mengendus kesal. Pria itu langsung berjalan ke lantai dansa sambil menggandeng tangan Michell.
Samuel membungkukan badannya, sebelum memulai dansa. Michell yang melihat itu, buru buru ikut membungkuk. Terlihat jelas pada wajahnya, Michell merasa tidak yakin.
__ADS_1
“Orang seperti dia, mana bisa berdansa?” Batinnya meremehkan seorang Kim samuel.
Samuel memulai gerakan awalnya. Ia meraih tangan Michell, mengikuti irama lagu.
“Ini kan, Wedding dance. Michell tau gerakannya.” Batin Michell.
Michell pun mengikuti alurnya. Ia menggerakan kakinya kesana kemari. Melambaikan tangannya ke kanan ke kiri. Ia begitu lincah memainkan setiap gerakan.
“Romantic choreography and beautiful song. Michell nggak percaya, orang yang hobinya membunuh bisa melakukan gerakan ini.” Kata Michell dalam hati.
Pandangannya tak lepas dari mata samuel. Perlahan senyum Michell mengembang. Ia merasa sebuah getaran dalam hatinya.
“Perasaan macam apa ini…. Kenapa, dada Michell berdebar nggak karuan.”
“Relax honey.” Bisik samuel.
Mereka terlalu sibuk berdansa sampai sampai tidak memperdulikan orang di sekitarnya. Kakinya bergerak ke sana ke mari, menguasai lantai dansa. Bahkan orang orang pun mengalah karena tidak ingin mengganggu kegiatan mereka. Sungguh, mereka berdua menjadi tontonan saat ini.
Saat musik berhenti, seketika para tamu langsung bertepuk tangan dan bersorak. Sungguh pertunjukan yang bagus! Tarian yang sangat indah.
Michell hanya bisa tersenyum, sedangkan samuel memperhatikan sekitar. Pandangannya teruju pada valir yang sedang menyapa kedatangan seseorang.
__ADS_1
Michell yang menyadari hal itu langsung berfikir keras. Ia ingin menggagalkan aksi samuel untuk membunuh seseorang. Tapi, bagaimana caranya?
Saat musik kembali menyala, Michell langsung menggerakan tubuhnya. Ia kembali berdansa tanpa di minta.
Terlihat dengan jelas, samuel saat ini sedang kesal. Michell terus mengayunkan tubuhnya dan memaksa samuel agar terus menari.
“Stop, Michell.” Bisik samuel.
Michell tidak memperdulikan ucapannya itu. Seolah olah ia tidak mendengar apapun.
“Michell, stop!” Bisik samuel sedikit lebih keras.
Namun respon yang ia terima tetap sama. Michell tetap menari dengan asik. Samuel semakin kesal saja, ditambah lagi julio terus memberinya kode melalui alat di telinganya.
Samuel mengeraskan rahangnya. Dia pun menghempaskan tangan Michell dan hendak pergi begitu saja.
“Kamu mau kemana?!” Tanya Michell sembari menahan tangannya.
“Jangan pura pura nggak tau, Michell. Aku paling benci dengan orang seperti itu.” Jawab samuel. Tatapannya tajam sekali. Sama seperti dulu, saat hari pertama ia bertemu dengannya.
Samuel menepis tangan Michell kemudian pergi meninggalkan lantai dansa.
__ADS_1
Michell hanya bisa diam menatap kepergiannya. “Nggak ada yang bisa menghentikannya. Michell harap, dia nggak ketauan.”