
Mobil berhenti di sebuah parkiran.
Gaea melirik keluar dan terkejut akan begitu banyaknya wartawan di luar bahkan ada karpet merah segala di depan gedung seakan ini sebuah ajang penghargaan, "Aku kira ini cuma lelang!? Kenapa ada wartawan segala?"
"Kau lupa iya akan lamaran yang viral itu," sahut Eryk. "Aku harus merubah rencana di detik-detik terakhir karena perbuatanmu, untunglah partner-ku baik hati, mereka mau mengerti pertunangan 'sakral' kita." katanya sambil menekankan kata sakral.
"Kalau begitu Tuan Muda, kenapa kau melamarku pada awalnya?" tanya Gaea. "Kau pastilah punya cara lain untuk membujuk kekasihmu yang hendak kabur ini, kan?" sindirnya balik.
"Kau tidak memberiku banyak pilihan," sahut Eryk. "Kau itu wanita paling keras kepala yang pernah aku temui, melebihi Lola bahkan Lola masih mau menurut denganku."
Gaea paling tidak suka disama-samakan apalagi dengan Lola yang terang-terangan sudah menyembunyikan fakta dia keluarga Enzo seperti Eryk, "Tentu saja dia menurut karena dia seorang Enzo juga."
Eryk sedikit terkejut mendengarnya sebelum ekspresinya tenang kembali, "Aku tidak punya banyak waktu meladeni hal yang tidak bisa menghasilkan uang seperti—"
"Tidak bisa menghasilkan uang!?" Gaea tidak percaya apa yang baru saja didengarnya. "Aku menghabiskan waktu selama setahun bekerja di tempatmu, hey Tuan Muda!"
"Oh boy, sudah kalian ciuman saja," kata Alex. "Telingaku sakit setiap kali kalian bertengkar, hey!"
Gaea terdiam.
Memang benar, ketika ia dan Eryk bersama, tiada hari tanpa bertengkar, entah dari Eryk atau ia terlebih dulu. Mereka seperti air dan minyak, tidak bisa bersatu.
"Baiklah," kata Eryk. "Ketika keluar, kau hanya perlu tersenyum sebab rencanaku mengumumkan pertunangan kita itu setelah acara lelang selesai."
"Ada lagi?" tanya Gaea.
Eryk mengangguk, "Aku mengadakan pesta setelah lelang, karena pertunangan ini tiba-tiba jadi aku akan memperkenalkan di sana pada rekan kerjaku, menjadikanmu resmi juga," jelasnya, lalu menguap bosan. "Menguntungkan juga para wanita akan menjauhiku akhirnya."
Memperkenalkannya pada rekan kerja Eryk tampaknya ia harus terus-terusan memasang senyum palsu di bibirnya dan tentu menurut sebab Eryk mendeskripsikan dirinya sebagai wanita pemalu yang sungguh bertentangan dengan sifatnya.
"Apakah ada alkohol?" tanya Gaea.
Eryk tertawa, "Kau mau mabuk-mabukan? Tentu saja ada tetapi aku membatasi orang yang minum hanya maksimal dua gelas."
"Tak apa," kata Gaea. "Aku minum agar bisa sedikit rileks."
Eryk menyeringai kecil, "Aku akan keluar terlebih dahulu, Gaea, aku peringatkan untuk tidak berbicara yang tidak perlu," setelah mengatakannya, ia keluar dari dalam mobil dan mengulurkan tangannya pada Gaea yang berada di dalam.
Gaea mengambil napas beberapa saat sebelum akhirnya menyambut uluran tangan Eryk, ketika keluar dari mobil sudah begitu banyak wartawan yang berkumpul di dekat mereka, ia bersyukur ada pagar penghalang jadi wartawan tidak terlalu dekat dengannya.
Eryk mengaitkan lengan mereka, membimbing masuk ke dalam gedung namun, sebelumnya ia memberikan senyum manis pada wartawan.
__ADS_1
Gaea mengikuti dengan tersenyum juga, ia merasa senyumnya tidaklah sebagus Eryk, maklum ia tak terbiasa tersenyum palsu. Ia juga membiarkan Eryk menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan wartawan, ia hanya berdiri manis seperti boneka yang menyedihkan.
Setelah cukup puas, Eryk melanjutkan lagi langkahnya menuju ke dalam, "Kau mau di belakang saja?" tanyanya.
"Eh? Kenapa?" tanya Gaea.
"Karena acara lelang ini akan membosankan bagimu," kata Eryk, sejujurnya ia juga, tetapi karena Kervyn termasuk senang mengoleksi barang langka, jadi terpaksa terjun ke bisnis seperti ini. "Kau bisa istirahat, ada ruangan dikhususkan untukmu, kau bisa minum di sana."
"Sungguh?" Gaea semangat seketika, ia tak perlu memasang senyum manis pada orang lain? Ia bisa puas berdiam diri sampai acara lelang selesai.
Eryk mengangguk, "Tetapi aku tidak ikut, aku akan mengontrol acara lelang, aku kan yang menyelenggarakan ini." dan ia juga mau lihat apakah ada tanda-tanda kehadiran Kervyn.
"Oh," Gaea bergumam kecewa, tentu saja, berkencan dengan pengusaha harus menerima kenyataan bahwa mereka orang yang super sibuk. "Hm ...,"—mungkin acara lelang tidak terlalu membosankan jika ada Eryk—? Sudut bibirnya tertarik ke atas.
"Kau sudah datang, Eryk-san."
Gaea menoleh ke arah sumber suara, di belakang mereka ada seorang pria muda berkacamata lengkap dengan setelan jas hitamnya tersenyum padanya.
"Ah, Aozora-san," kata Eryk sambil mengulurkan tangannya. "Iya maaf, aku sedikit telat karena menjawab beberapa pertanyaan dari para Wartawan."
Aozora menyambut tangan Eryk, menjabatnya, "Tentu saja, Anda baru saja melamar seorang wanita di bandara, pastilah menjadi berita hangat sekarang ini." katanya diiringi tawa mengingatnya, mata abu-abunya tanpa sadar tertuju pada wanita muda di samping Eryk yang begitu dikenalnya lewat televisi. "Anda membawa tunangan ke sini?"
Eryk tersenyum, "Iya, dia tunanganku, namanya Gaea Silva." katanya. "Gaea, perkenalkan dia Aozora Natt—"
Gaea kembali dari syoknya, dan menyambut tangan Aozora gugup, "Aku juga." katanya.
Pria muda bermana Aozora itu sungguh-sungguh tampan! Dan terlihat jauh lebih muda dari Eryk. Namanya juga seperti nama orang Jepang tetapi kenapa wajahnya tidak mendekati sama sekali orang Jepang? Justru lebih ke Eropa.
Apa pun itu menambah mood Gaea di acara lelang ini, ada lagi pebisnis muda tampan.
'Aku ini termasuk lajang, status tunangan cuma dari luar saja,'
"Jika tidak keberatan Nona Gaea-san, aku ingin mendiskusikan acara ini berdua dengan Eryk-san." kata Aozora.
"Oh, baiklah." sahut Gaea polos.
"Kalau begitu Rainer akan menemanimu, Gaea." kata Eryk.
"Baiklah." sahut Rainer.
Eryk langsung pergi bersama Aozora.
__ADS_1
Gaea sendiri sedikit tersentak akan suara Rainer yang berada di belakangnya, pria muda itu terlalu diam sehingga ia tidak menyadari keberadaan Rainer.
"Kau mau ke ruangan atau mau ikut menjadi peserta lelang?" Rainer bertanya.
"Eh? Untuk apa aku jadi peserta?" tanya Gaea balik, bingung. Kalaupun mau, ia juga tidak memiliki banyak uang untuk membeli berlian di sini.
"Iya mungkin kau mau melihat-lihat, ada beberapa artis juga." kata Rainer sambil menatap kerumunan peserta lelang.
Gaea mengikuti arah pandangan mata Rainer, "Serius, ini beneran bukan pesta?" tanyanya saat apa yang dikatakan Rainer benar adanya seorang selebriti. "Aku pikir biasanya orang kolektor yang ikut hal seperti ini."
"Artis memang bukan kolektor juga, hm?" Rainer bertanya penuh menggoda.
"Maksudku ...," Gaea kehilangan kata-katanya. "Tentu saja aku tahu, hanya saja aku kagum Eryk memiliki pergaulan yang luas."
"Begitulah pebisnis, Gaea," sahut Rainer. "Eryk juga terkadang suka jalan dengan selebriti tetapi setelah bertemu Katherine sudah tidak lagi, kau tahu, cinta."
"Oh," Katherine bagaimana bisa Gaea lupa dengan sosok kekasih sesungguhnya Eryk, yang anehnya hingga sekarang tak kunjung muncul. "Kita ke ruangan saja." katanya.
Rainer mengangguk, lalu mengantarkan ruangan Gaea berada.
Ruangan tersebut tidak kecil juga tidak terlalu besar, juga rapih, Gaea menyukainya ketika ia baru masuk, "Hey, Rainer?" panggilnya.
"Hm?"
"Bisakah kau ambilkan aku minum?" pinta Gaea pelan. "Aku tidak tahu tempatnya dan kau tahu aku sama sekali tidak suka orang asing."
"Kau mulai seperti Eryk, ya?" kata Rainer namun sebelum Gaea dapat menjawab, ia melanjutkan. "Aku akan ambilkan, kau itu suka apa?"
Sebagai bartender, Gaea sudah banyak mencoba minuman tetapi yang membekas di hatinya hanya satu. "Wine."
Rainer langsung keluar setelah mendengar jawaban Gaea.
Gaea melirik ke luar jendela, para peserta lelang mulai berdatangan berjalan di karpet merah yang tadi dilewatinya, ia berpikir berapa banyak tamu yang datang malam ini.
Cklek.
"Oh." cepat sekali Rainer mengambil minuman. Gaea menoleh ke belakangnya, dan sedikit syok mengetahui itu bukanlah Rainer.
"Halo, Gaea-san."
Note :
__ADS_1
Jika kalian sudah membaca novel saya The Lovely One, kalian pasti bingung kenapa Aozora di sini, udah jadi pebisnis, well, gimana ya? Mungkin ini sekuel? Bocoran Season 2? Silakan kalian tebak sendiri.
Kalau belum baca, silakan baca novel keduaku itu, mohon like dan komentarnya :')