Sweet Revenge

Sweet Revenge
Chapter 47 : His Decision


__ADS_3

Gaea syok mendengarnya.


Eryk menginginkan cincinnya kembali?


Gaea berharap ini hanya gurauan semata, nyatanya ekspresi wajah Eryk sama sekali tidak menunjukan candaan. Ia tertunduk.


Apakah sampai di sini tugasnya?


Eryk yang tangannya terulur berjalan mendekat, "Kembalikan ...."


Gaea otomatis berjalan mundur sambil menyembunyikan cincin di jarinya dengan tangannya yang lain, menggelengkan kepalanya kuat-kuat, menolak memberikan ikatan satu-satunya antara ia dan Eryk.


"Gaea." panggil Eryk nadanya mulai meninggi.


Gaea tetap menggelengkan kepalanya, mempertahankan cincin tersebut.


"Jangan buat aku bertindak kasar padamu, Gaea." Eryk mengancam tajam.


Gaea melirik Katherine yang berada di belakang Eryk, bibir dia menyunggingkan seringai kecil melihatnya seakan-akan menertawakan dirinya. Ia memicingkan matanya, ia tahu Katherine hanya ingin terlihat baik di depannya dengan mencoba dekat dengannya. Detik berikutnya, tangan kanannya tiba-tiba digenggam oleh Eryk.


"Aku bilang padamu. Kau membuat aku memaksanya." kata Eryk tajam.


Gaea tidak gentar, ia juga menyadari bahwa tangan Eryk tidak erat memegangnya hanya ucapan pria muda itu yang tajam, mungkin sesungguhnya Eryk pun tidak mau, masih ada kesempatan baginya, jadi ia memasang lagi senjata terakhirnya puppy eyes andalannya.

__ADS_1


Sesuai dugaannya, wajah Eryk yang tadinya emosi perlahan berubah jengkel, "Jangan menatapku seperti itu."


Gaea berkata sendu, "Kalau kau menginginkan cincin ini setidaknya berikan aku alasan yang jelas, Eryk."


"Aku meminta punyaku, kau tidak berhak menanyakan alasannya." Eryk berkata dingin.


Gaea mengerutkan alisnya kesal, "Tentu saja aku berhak Eryk! Karena kau tahu tidak? Ferdinand bilang terpaksa melakukan ini karena ancaman dari Kervyn!"


"Kervyn?" tanya Eryk heran kenapa nama Kervyn dibawa-bawa dalam perdebatan mereka.


"Ferdinand bilang untuk membawaku ke tempat Kervyn sebagai ganti kekasihnya yang sedang mengandung!" seru Gaea emosi.


Eryk ternganga mendengarnya, "Kenapa kau tidak bilang dari kemarin!?" serunya balik.


Gaea tertawa kecil kemudian keras, menertawakan ucapan Eryk yang konyol tersebut, "Kau main salah-salahan di sini? Padahal kau sendiri yang menolak berbicara padaku! Kau itu yang menjauh dariku! Bagaimana bisa aku mengatakannya jika kau mengacuhkan aku!"


Gaea mengambil napasnya dalam setelah mengutarakan semua perasaannya, rasa frustrasinya selama dua hari ini. Ia merasa puas sekali tadi dan lebih puas lagi melihat Eryk diam seribu kata sekarang.


Sejujurnya ia mencemaskan Ferdinand dan kekasihnya, bagaimana keadaan mereka setelah gagal membawa dirinya ke Kervyn.


Tentu Gaea masih kesal, namun keadaan yang lain sudah membaik dan juga Ferdinand tetaplah korban dari Kervyn jelas ia peduli.


"Tetap itu takkan merubah keputusanku." kata Eryk.

__ADS_1


Mata Gaea membulat, "Kau serius Eryk? Ini yang kau cemaskan? Sebuah cincin!?"


Dua orang sedang dalam bahaya, yang ada dipikiran Eryk justru masalah status pertunangan mereka berdua? Ia selama ini memang selalu mengira Eryk adalah lelaki yang dingin, namun ini? Sudah di atas level dingin yaitu kejam.


"Aku melakukan ini setelah banyak mempertimbangkan segala kemungkinan yang terjadi padaku yang bisa berefek bagimu, Gaea," kata Eryk pelan, ia sempat ingin menyembunyikan ini, namun tidak ada gunanya jika Gaea yang sedang dihadapi olehnya, "kau memiliki darah langka, for God sake ..." lanjutnya menepuk keningnya frustrasi.


Gaea tidak menyangka ini.


Bagi dirinya?


"Maksudmu?" Gaea bertanya pelan, ragu-ragu.


Eryk tertunduk dan mulai menjelaskan dengan nada sendu, "Kau kan sudah tahu bagaimana duniaku dua hari yang lalu Gaea, seperti kata Dokter Harry, sebuah keajaiban bisa menemukanmu dalam kondisi sehat, aku jadi berpikir bagaimana jadinya bila kau di posisi Lola. Siapa yang akan mendonorkan darah untukmu? Waktu kau bisa mendonor lagi delapan minggu lagi, dan sebelum itu tiba apa yang akan terjadi jika kau tetap berstatus sebagai tunanganku? Aku takkan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu."


Gaea tertunduk, jadi selama Eryk menghindarinya, Eryk juga memikirkan dirinya, dan jalan yang terbaik adalah berpisah, "Tetapiβ€”" ia mencoba melawan.


"Tolong, jangan." pinta Eryk lembut. "Gaea, aku ingin mempertahankanmu di sini, aku sungguh ingin, tetapi setelah ucapanmu itu aku semakin mantap untuk menyembunyikan dirimu lagi seperti dulu ...."


Deru napas Gaea memendek mendengarnya, syok.


Menyembunyikan dirinya ...?


***

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, komentar dan vote ya 😊 dan bintang 5 juga 😊


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2