
Sentuhan lembut di pipinya yang ternyata dari tangan Eryk, menyandarkannya dari syoknya, ia meletakan tangannya di atas tangan Eryk yang berada di pipinya, dengan lembut ia berkata, "Aku juga merasakan hal yang sama ...."
Eryk menyunggingkan senyum kecil, yang dibalas juga senyuman malu-malu Gaea.
Mereka tetap seperti itu untuk beberapa saat. Hingga akhirnya bergerak mendekatkan diri satu sama lain lalu berhenti ketika berjarak wajah mereka beberapa inci saja.
Eryk lah yang menghapus jarak mereka, mempersatukan bibirnya dengan bibir Gaea lembut.
Gaea tidak menyangka bahwa Eryk yang akan mengambil inisiatif terlebih dahulu, walaupun dalam hatinya ia senang juga, ia pun menutup matanya dan mulai membalas ciuman Eryk serta menyingkirkan bantal guling yang menghalangi mereka agar ia bisa memeluk erat pria yang dicintainya itu.
Mereka berciuman intens, melepaskan segala perasaan yang mengganjal di hati mereka, saling posesif tidak mau mengalah satu sama lain.
Hingga Eryk mengakhiri ciuman mereka ketika wajah wanita muda yang dikenalnya muncul di kepalanya, wajah wanita muda yang dicintainya, Katherine; ia duduk di pinggir ranjang sambil mengerang pelan.
Gaea ikut duduk juga, "Ada yang salah, Eryk?"
"Ini salah dari segi mana pun," kata Eryk murung, mengeratkan pegangan tangannya pada kasur.
Gaea tidak menjawabnya, ia mengerti, Eryk pasti teringat Katherine tadi makanya ciuman mereka diakhiri, ia juga jadi merasa bersalah, ia memang tidak begitu mengenal Katherine, namun ia memikirkan bagaimana rasanya jika ia berada di posisi Katherine, "Apakah kau menyesalinya? Kita?" tanyanya sedih.
__ADS_1
Eryk menggelengkan kepalanya, "Aku merasa diriku kotor."βnamun, anehnya ia tidak menyesali sudah mencium Gaea hanya kesal pada dirinya yang tidak bisa setia pada Katherine.
Sudah dua kali Eryk selingkuh, yang pertama ketika mereka nonton, yang lainnya hanyalah akting baginya, dan Eryk baru menyadari hal tersebut sekarang.
Menyedihkan sekali.
Padahal Eryk benci orang yang selingkuh, namun ia malah melakukannya bersama Gaea.
Katherine dan Gaea tidak pantas diperlakukan begini olehnya.
Eryk membuang mukanya.
Eryk menghentikan Gaea dengan menarik tangan wanita muda itu, "Kau mau ke mana?"
"Menjauh darimu!" seru Gaea emosi.
"Tapi ini kamarmu." kata Eryk.
"Jangan memerintahku Eryk!" seru Gaea, lalu wajahnya berubah sedih. "Aku mau pindah, aku bukanlah mainan bagimu, aku bingung dengan perasaanmu padaku. Jadi lebih baik kita tidak sekamar. Kau berpikirlah jernih sendiri."
__ADS_1
Eryk termenung sesaat, dan melepas tangan Gaea juga akhirnya, seketika itu juga wanita muda itu berlari keluar kamar meninggalkan Eryk sendirian.
Gaea berlari ke kamar sebelahnya, mengetuk pintu cepat-cepat.
Tidak ada jawaban.
Gaea mengetuk lagi, berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.
Cklek.
Rainer mengintip di balik pintu yang terbuka sedikit, wajahnya yang masih mengantuk dan masih belum sepenuhnya sadar seketika syok melihat Gaea menangis dalam diam di depan pintu kamarnya, "Ada apa?" tanyanya cemas, memegang bahu Gaea, "Kau diserang, Gaea? Mengalami mimpi buruk?" lanjutnya memberikan pertanyaan bertubi-tubi.
Lebih ke arah menyakiti hatinya, dan orang itu ada di kamarnya.
Gaea menggelengkan kepalanya, "Rainer ... bisa aku tidur bersamamu malam ini?"
***
Jangan lupa like dan komentar ya π
__ADS_1
πππ