
Eryk membenamkan dirinya ke dokumen-dokumen pekerjaannya yang tak sempat dilihatnya kemarin, begitu banyak pengeluaran kemarin akibat memasang harga tinggi untuk Katherine, dan ia juga lupa lagi tidak memberitahu Carla untuk membatalkan penyewaan kapal yacht.
Tok. Tok. Tok.
"Masuk."
Pintu terbuka menampilkan wajah Katherine yang tersenyum lebar mendekatinya.
"Kenapa kau di sini?" tanya Eryk heran, ia tak mengajak Katherine ke tempat kerja, baginya itu hanya menjadi pengganggu.
"Aku bosan di rumah sendirian," kata Katherine. "Di sana aku hanya punya kau, mereka tidak menerima aku."
"Mereka suka kau." Eryk membantah.
"Mereka tidak Eryk, mereka benci aku. Apa pun yang aku lakukan, tidak ada artinya di mata mereka." kata Katherine sedih.
"Jadi kau ingin menganggu aku?" tanya Eryk.
Katherine tersenyum jahil, mendekati Eryk, "Bagaimana tidak? Sehabis dari rumah sakit, kau selalu ingin sendirian, tentu saja aku ini rindu padamu Eryk," bisiknya di telinga Eryk sambil memainkan dasi kekasihnya manja.
Inilah alasan kenapa Eryk tidak pernah suka membawa wanita ke tempat kerja, mereka selalu ada saja cara untuk menggodanya membuat ia sulit konsentrasi, "Kauβ" ia berhenti saat merasakan tangan Katherine melingkari lehernya, ia tahu betul apa yang aka terjadi setelah ini, ia biasanya akan menerimanya dengan senang hati, mereka tidak bertemu selama dua hari lagi pula, namun wajahnya bergerak sendiri menghindar ketika bibir Katherine hendak menciumnya yang malah jadi mengenai pipinya.
"Eryk?" Katherine memanggil kebingungan.
Eryk tidak menjawab justtu melepaskan tangan Katherine dari lehernya dan menghela napas berat, "Aku sudah bilang padamu aku tidak suka mencampuri kehidupan bisnisku dengan kehidupan pribadiku."
"Tapi, aku hanya ingin mencium, apakah itu begitu berat? Ini kan bukan pertama kalinya juga," tanya Katherine. "Kau tidak jatuh cinta pada Gaea, kan?" tanyanya panik.
"Tentu saja tidak," Eryk merespon cepat, emosi. "Kenapa kau berpikir seperti itu?"
"Karena kalian belum berbicara setelah aku kembali." kata Katherine gugup.
Eryk terkejut mendengarnya dan tertunduk.
Gaea ....
Sudah dua hari ini ia menolak untuk berbicara dengan wanita muda itu, ia bimbang akan dikemanakan Gaea setelah ia tahu golongan darah langka itu.
Gaea terlalu rapuh untuk masuk ke dunianya.
Eryk tidak mungkin membawa Gaea kembali ke Chief Charles, perlindungan wanita muda itu sudah habis.
Eryk berpikir apakah Kervyn mengincar Gaea karena darah emas itu? Itu tidak mengejutkan mengingat saudaranya itu suka mengoleksi barang langka, jadi jelas saja Kervyn juga mau mengoleksi Gaea.
__ADS_1
Eryk membuang mukanya.
Barusan ia berpikir Gaea sebuah koleksi? Menjijikan, Gaea lebih dari itu.
Eryk teringat ucapan Kervyn mengenai ia hanya fokus mengenai dirinya sendiri, apa yang diketahui oleh saudaranya? Ia selalu berpikir menjadi Bodyguard bukanlah hal yang penting, apakah benar ada sesuatu di balik itu?
Eryk ingin mengetahuinya, namun kepada siapa ia bertanya?
Eryk tersadar ketika tangan Katherine menyentuh lembut pipinya.
"Kau terlihat lelah Eryk. Kau akhir-akhir ini tidak fokus seperti banyak pikiran, maukah menceritakan masalahmu itu padaku?" tanya Katherine lembut.
"Tidak." Eryk menolak.
"Kalau begitu bagaimana jika kita ke rumah sakit?"
Mata Eryk melebar, "Aku sudah bilang padamu bahwa aku tidak mau ke sana. Kau juga kenapa begitu ingin menemui Lola? Kau kan baru saja mengeluh mengenai mereka yang tidak suka denganmu."
Katherine tertunduk sedih, "Aku berubah pikiran. Aku hanya perlu mencoba lagi, seperti katamu Eryk. Aku hanya cemburu dengan Gaea yang mudah akrab dengan saudaramu yang lain."
Eryk berpikir sejenak.
Itu benar.
Eryk berpikir mungkin karena status Gaea sebagai tunangannya, namun Katherine yang memiliki status yang sama malah asli justru kesulitan sampai sekarang.
Gaea memang memiliki magnet misterius yang membuat orang tertarik padanya sejak dulu.
Eryk masih ingat dulu banyak anak kecil yang ingin bermain dengan Gaea, tetapi Gaea yang waktu itu bersedih tidak mau bermain, hanya ingin menyendiri, tentu anak kecil itu tidak menyerah, sayangnya tetap ditolak.
Eryk membuang mukanya malu. Ia sendiri mengakui menyukai Gaea sehari setelah itu. Dulu ia pikir sesuatu yang aneh menyukai gadis yang terpaut lima tahun jauhnya, ia pikir itu hanyalah rasa suka kakak kepada adik, Rainer lah yang menyadarkannya bahwa yang dirasakannya saat itu adalah perasaan suka, ia tidak bisa menyatakan cintanya karena insiden ayahnya.
Melihat sekarang semua itu tidaklah buruk juga.
Gaea sudah tumbuh dewasa, sikapnya bahkan wanita muda itu tahu caranya ciuman juga ....
"Kenapa aku jadi berpikir seperti ini." gumam Eryk teringat ciuman mereka di bioskop.
"Huh?"
"Tidak ada." kata Eryk.
"Jadi?" tanya Katherine.
__ADS_1
Eryk menghela napasnya, "Kata tidak belum cukup buatmu, hm?" entah kenapa ia merasa Katherine terdengar menyebalkan, biasanya ia berpikir rayuan Katherine imut, lantas ini kenapa jadi menyebalkan? Karena ia sudah terbiasa dengan puppy eyes Gaea? "God ...." pikirannya kembali kepada Gaea, parahnya mulai membandingkan kedua wanita muda itu.
"Eryk? Kau bertingkah aneh sekali." kata Katherine.
Bahkan Katherine menyadari keanehannya, Eryk merasa malu akan hal tersebut.
"Mungkin aku harus mengakhirinya secepatnya."
"Huh?"
Eryk mendorong tubuh Katherine keluar ruangan kerjanya, "Kau kembalilah ke rumah, katakan pada Carla untuk menyiapkan sopir untukmu pulang."
"Tapiβ"
Eryk langsung menutup pintunya tanpa menunggu Katherine selesai berbicara, duduk di kursinya lagi sambil menghela napas panjang.
"Gaea ... apa yang sudah kau lakukan padaku ...?"
***
Gaea kembali ke rumah untuk mengganti bajunya serta mandi juga sudah seharian berada di rumah sakit menemani Lola.
Gaea turun dari mobilnya sementara Rainer memarkir mobil kr garasi, ia lantas masuk ke dalam dan terkejut melihat Eryk sudah duduk di sofa ruang tamu bersama Katherine tentu saja.
Mereka saling pandang tanpa mengatakan apa-apa.
Gaea memutar bola matanya.
'Masa bodoh.' umpatnya dalam hati.
Gaea berjalan ke dalam hendak melewati mereka berdua, namun dihentikan oleh panggilan yang begitu dirindukannya.
"Gaea."
Gaea menggigit bibirnya berusaha untuk tidak bereaksi berlebihan; sudah berapa lama ia ingin mendengar Eryk memanggil namanya lagi. Ia segera menoleh, "Iya?"
Eryk bangkit berdiri dari sofa, lalu mengulurkan tangannya pada Gaea, "Kembalikan cincinku ...."
***
Jangan lupa like, komentar sama vote ya π
Oh, ya beri bintang 5 juga π thank you π
__ADS_1
πππ