Sweet Revenge

Sweet Revenge
Chapter 34 : Morning (2)


__ADS_3

Gaea menggelengkan kepala. "Aku tidak pandai menyanyi, aku tidak terlalu suka pelajaran musik."


Eryk melepas pelukannya. "Kenapa aku tidak heran dengan ini, ya? Apakah karena kau itu tingkahnya lebih ke lelaki."


"Apa?" apakah barusan Gaea mendengar Eryk berkata ia tingkahnya lebih ke lelaki? Sekarang ia jengkel.


Eryk tertawa, kembali membaringkan kepalanya di paha Gaea, dengan mata tertutup ia mulai menyanyi. "Twinkle, twinkle, little starโ€”"


Gaea tertawa. "Kau masih suka lagu anak-anak, Eryk~?" godanya, meskipun ia akui suara Eryk cukup bagus juga.


"Itu memang lagu anak-anak, Ibuku suka menyanyikannya ketika aku masih kecil," kata Eryk.


Gaea terkejut, ia tidak menyangka Eryk akan berbicara mengenai Ibunya, mengingat dulu di majalah Eryk pernah membuat pengakuan tidak suka orang-orang berbicara mengenai kedua orang tuanya; jika ia ingat, Ibu Eryk itu meninggal karena sakit kanker. "Kau oke?"


"Aku oke," Eryk menyahut. "Sesuatu di masa lalu tidak selalu menyedihkan, seperti lagu ini, ketika mendengar atau pun menyanyikan itu aku merasa dekat dengan Ibuku."


Gaea mengangguk. "Manis sekali kau tetap mengingat Ibumu, Eryk." katanya. "Baiklah, aku akan melakukannya, tetapi kau jangan tertawa, iya?"


"Kau mau menyanyi, Gaea?" tanya Eryk, tetapi buru-buru menambahkan. "Tunggu, aku memiliki firasat buruk jadi kau tidak usah menyanyi untukku."


Gaea menepuk lengan Eryk main-main. "Kau jahat. Suaraku tidak seburuk itu, kau tahu?"


"Makanya aku bilang tidak usah," kata Eryk. "Lebih baik tidur lagi," ia bangun, duduk, lalu melipat tangannya.


Gaea mengerucutkan bibirnya, apa-apaan sikap Eryk, menjauhkan diri, ia pun dengan iseng meletakan kepalanya di paha Eryk.


Eryk membuka matanya merasakan sesuatu yang berat menimpa pahanya. "Apa yang kau lalukan?"


"Tidur," jawab Gaea singkat.


"Aku tahu, tapi kenapa di pahaku?" tanya Eryk, meskipun suaranya memprotes, ia tidak menggeser maupun menggerakan pahanya agar Gaea menyingkir.


"Aku hanya mengikuti nasihatmu, kau bilang padaku bila bahuku bisa dijadikan lahan bisnis, kan? Jadi aku menjadikan pahaku juga sebagai lahan bisnis, dan bayarannya aku gantian tidur di pahamu." Gaea menjelaskan.


"Aku belum tanda tangan soal bisnis barumu," kata Eryk.


"Karena kau sudah tertidur duluan, Bos~" kata Gaea menggoda.


Eryk mengembuskan napasnya. "Tidurlah, besok hari yang penting untuk kita, tubuh kita harus sehat."


"Hm-hm," Gaea menggerakan kepalanya mencari tempat yang nyaman, tepatnya bagian paha Eryk yang nyaman.


Eryk mengelus lembut rambut cokelat Gaea, sekarang ini wajah Gaea adalah yang terbaik, tidak ada ekspresi aneh hanyalah kepolosan membuatnya mengingat wanita muda itu saat masih kecil.


Gaea juga suka tidur di pahanya sambil mendengar cerita darinya atau Rainer.


Dua belas tahun berlalu semenjak Eryk menjadi Bodyguard Gaea, sekarang ia tak menyangka menjadi tunangan wanita muda itu, apa selanjutnya? Suami?


Eryk segera membuang pikirannya jauh-jauh ketika terlintas kata suami, membelai rambut Gaea lagi sebelum menutup matanya sambil berdo'a berharap tidak mimpi buruk lagi.


***

__ADS_1


Alex yang sengaja bangun pagi sekali agar bisa melanjutkan menonton film, mencari kaset tersebut di ruang tamu, "Heeeh? Aku yakin sekali menaruhnya di sini! Kenapa tak ada!? Hilang begini?"


Rainer yang berada di sofa, menguap lebar, ia kira ada apa Alex membangunkannya di pagi buta begini ternyata hanya minta ditemani. Ia menutup matanya, tahu begitu tadi tak usah dibukakan pintunya.


"Kau tidak melihat kaset filmku, Rainer?" Alex yang frustasi tidak dapat menemukannya pun bertanya pada Rainer.


Rainer menyahut masih dengan mata yang tertutup. "Tidak,"


"Oh man," kata Alex. "Bagaimana jika kasetku diambil hantu!? Aku tahu rumah ini angker!" lanjutnya panik luar biasa.


Lola yang lagi menuruni tangga menutupi telinganya akan teriakan Alex. "Kau pagi-pagi sudah berteriak-teriak, ada apa sih?"


"Kau tahu kaset filmku di sini, Lola?" tanya Alex.


Lola berpikir sejenak, dan teringat sesuatu. "Mungkin Gaea yang mengambilnya, tadi malam dia menyelinap ke sini buat nonton, aku menyarankan nonton di ruang teateโ€”" sebelum sempat menyelesaikannya, Alex sudah kabur duluan ke ruang teater berada. "Setidaknya dia berhenti berteriak layaknya perempuanโ€”" belum selesai lagi ia berkata, teriakan Alex menginterupsinya.


"Ahhhh!!!!"


Eryk yang sedang tertidur pun bangun seketika mendengar teriakan Alex, ia tanpa sadar berdiri membuat Gaea yang berada di pahanya terjatuh ke lantai.


"Aduh," erang Gaea seketika bangun juga dari tidurnya, ia langsung bangun dan mengeluh kepada Eryk. "Kau ini kenapa? Sakit tahu..."


Eryk tidak menjawab hanya menunjuk ke arah seorang pria yang membeku syok di depan mereka.


"Alex!?" seru Gaea, sekarang ia benar-benar sadar sepenuhnya dan benar-benar malu, berpikir sudah berapa lama Alex di sini.


Eryk memanfaatkan momen ini untuk kabur, ia memprediksi apa yang akan terjadi jikalau berlama-lama yaitu digoda habis-habisan.


Alex akhirnya pulih, mendapati hanya ada Gaea di depannya, ia mencari ke belakangnya dan menemukan pelaku yang lain yaitu Eryk yang sedang berjalan menuju pintu keluar, ia tidak menyia-nyiakan ini, menarik Eryk ke dalam lagi. "Tidak, tidak, aku sarankan kau tidak keluar."


"Kenapa?" tanya Eryk sedikit jengkel. "Agar kau bisa mengejekku?"


Alex terkejut sesaat lalu berbinar-binar mengingat sebuah momen yang dilihatnya tadi. "Aku tidak percaya ini, kau membiarkan Gaea tidur di pahamu? Wow man, kau pasti sungguh mencintai Gaea, iya?"


Eryk menghela napas; inilah yang dimaksud digoda habis-habisan. "Dia membuka bisnis padaku dengan bayaran dia harus tidur di pahaku. Bisnis." jelasnya menekankan kata bisnis agar Alex cepat-cepat diam.


"Oh," Alex mengangguk-angguk paham, sebelum menggoda lagi. "Kalian berdua menonton film?"


Gaea seketika terbatuk mendengarnya sementara Eryk membuang muka malu.


Alex yang melihat rona merah di pipi kedua insan yang tengah jatuh cinta itu mengedipkan matanya jahil. "Kau mencoba peruntunganmu tadi malam, man?"


Eryk semakin merona, ia sebisa mungkin mempertahankan suaranya tetap sedingin agar Alex tidak semakin menggodanya. "Aku bukan kau, lagi pula filmnya jelek takkan bisa membuatku menyentuh Gaea."


Gaea melipat tangannya jengkel.


Sungguh berusaha menyelamatkan harga dirinya huh? Padahal faktanya mereka benar berciuman setelah ada adegan dewasanya.


Bisa-bisanya berkata dengan polosnya tidak mau menyentuhnya padahal mereka ciuman dimulai dari Eryk duluan.


Alex tidak mempercayai begitu saja ucapan Eryk sebab ucapan dan wajah saudaranya itu berseberangan sekali apalagi wajah Gaea yang seakan ingin memukul Eryk semakin membuatnya curiga. Ia pun mengambil film dari dalam DVD player lalu terkejut bukan main melihat judul film tersebut sebelum ia menatap jahil kedua insan itu. "Kau tidak bisa mengelak lagi Eryk. Ini film action dewasa, ada peringatan 21 ke atas, man."

__ADS_1


Eryk syok.


Pantas saja ada adegan panasnya semalam.


Gaea yang sudah tertangkap basah, malu sekali. "Cukup! Aku tidak mau dengar lagi!" serunya, tanpa menunggu respon langsung berlari keluar.


"Tunggu." Eryk memanggil, jangan tinggalkan dirinya sendiri bersama saudaranya.


"Aku lihat sepertinya sukses semalam ya, man?"


Eryk menepuk keningnya.


***


Gaea berhenti berlari di ruang tamu untuk mengambil napasnya.


Gaea tidak menyangka yang ditontonnya tadi film dewasa, ia pikir peringatan 21 itu untuk adegan pembunuhan atau semacamnya.


Tetapi kan mereka tidak menonton adegan tersebut karena mereka berdua berciuman duluan.


Gaea mengembuskan napasnya.


Sekarang ia jadi malu bertemu Eryk. Takut disangka wanita mesum padahal ia wanita polos.


"Eh?" Gaea tanpa sengaja menangkap Rainer yang terbaring di sofa.



Kenapa tidur di sofa?


Penasaran, Gaea pun mendekati pria muda itu, memperhatikan wajah Rainer apa benar tertidur. "Rainerโ€”!?" belum sempat selesai ucapannya, Rainer ngelindur dan mendekap tubuhnya.


"Gaea..." Rainer bergumam di tidurnya.


Mata hijau Gaea melebar, hendak berkata tetapi didahului oleh Eryk.


"Pemandangan yang indah." kata Eryk dingin.


***


Note :


Silakan mampir ke novelku yang lain ๐Ÿ˜Š


The Lovely One


Menikah Kontrak


Akhirnya saya nemu aktor yang mendekati Rainer ๐Ÿ˜Š dia aktor Jepang bernama Miura Haruma ๐Ÿ’• silakan cari jika kurang puas sama visual di bab ini ๐Ÿ˜Š nanti bakal saya tambah kok ๐Ÿ˜Š


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•

__ADS_1


__ADS_2