
"K-kau ini apa-apaan, Gaea?" meski Eryk protes, ia sama sekali tidak menghentikan Gaea menariknya ke dalam lift.
Gaea buru-buru menutup pintu lift sebelum Eryk dapat kabur.
"Gaea." panggil Eryk mulai tidak sabaran.
Gaea menggaruk lengannya yang tidak gatal.
Bagaimana ini? Ia tidak tahu harus bilang apa. Ia hanya mengikuti nalurinya untuk menahan Eryk pergi darinya.
"Gaea." Eryk memanggil lagi, dingin.
"Tidurlah denganku malam ini." pinta Gaea pelan dengan rona merah hebat di pipinya.
Mata Eryk melebar, tubuhnya membeku akan pengakuan Gaea yang ekstrem itu.
Hening ....
Gaea merutuki dirinya sendiri sudah terlalu vulgar mengatakannya, Eryk sendiri yang mendesaknya jadi ia mengatakan apa yang ada dipikirannya saat ini, "Maksudku, hari sudah malam, lebih baik kau tidur bersama kami."
Eryk masih membeku di tempatnya.
"Stay with me, please?"
Tetap tidak ada jawaban.
Gaea menepuk keningnya.
Kenapa ucapannya terdengar begitu salah? Ia tidak bermaksud membuat Eryk berpikir bila ucapannya dewasa, ia hanya mau pria muda itu tetap bersamanya hingga besok.
Eryk juga membatu syok membuatnya semakin malu akan ucapannya.
__ADS_1
"Eryk?" Gaea memanggil pelan.
Masih syok.
"Eryk!" seru Gaea emosi.
Eryk mengerjapkan matanya, tersadar juga akhirnya, "Apa? Apa yang terjadi?" tanyanya.
"Uh ..." Gaea bingung harus menjawab apa, mana mungkin ia mengulangi ajakan tadi kan? Memalukan!
"Oh!" Eryk nampaknya ingat dengan penawaran Gaea tadi, matanya melirik Gaea dari atas sampai bawah begitu intens hingga membuat wanita muda itu menggaruk lengan gugup. Ia menyeringai kecil. "Tentu aku tidak keberatan Gaea."
Hati Gaea serasa seperti mau meloncat dari tubuhnya mendengar ucapan Eryk, namun detik berikutnya ia mendapati dirinya terkurung di antara dinding lift dan kedua tangan Eryk berada di sisi tubuhnya.
Seringai di bibir Eryk melebar melihat ekspresi wajah Gaea yang merona merah, puas memandanginya, ia mendekatkan bibirnya di telinga wanita muda itu, membisikan kata-kata menggoda di sana, "Aku harap kau ingat bahwa aku tidur tidak mengenakan atasan ...."
Kini giliran Gaea yang syok. Ia lupa dengan kebiasaan Eryk yang satu itu.
Sebelum sempat menjawab, pintu lift terbuka, Eryk membebaskan Gaea dari kurungan tangannya, kemudian berjalan keluar dari lift, berhenti di sana, sambil melempar-lempar kunci di tangannya yang tadi diambilnya dari tangan Gaea, ia berkata, "Ayolah. Gaea Silva, jangan buat aku menunggu."
Eryk membuka kunci kamar mereka, lalu masuk dalam dan menyalakan lampu kamar.
Gaea berdiri sesaat, sebelum akhirnya masuk juga ke dalam. Ketika masuk, matanya jelas langsung tertuju pada ranjang kamar tidur dan ketakutannya terjadi mengetahui ranjang tidurnya hanya ada satu.
"Aku akan menikmati ini." kata Eryk menggoda.
Pipi Gaea merona merah, otomatis kepalanya berpikir yang tidak-tidak, "Kau ini! Kau tidur di sofa!" serunya malu, "dan pakai bajumu dasar kau ini lelaki mesum!" lanjutnya melihat Eryk melepas jaket hitamnya.
Eryk memutar bola matanya, tidak mengindahkan perintah Gaea, ia melanjutkan melepas kaus abu-abunya, pakaian terakhir yang melekat di tubuhnya.
"Eryk!" seru Gaea.
__ADS_1
"Kau bisa tenang tidak?" tanya Eryk lelah mendengar teriakan Gaea, memang takkan terdengar oleh orang lain hanya saja suara wanita muda itu sekarang menyebalkan. "Gaea, kau bertingkah seakan kau wanita perawan sekarang."
Gaea tertunduk malu mendengarnya yang membuat Eryk melebarkan matanya.
"Jangan bilang padaku kau masih perawβ"
"Aku tidak!" Gaea memotong cepat, pipinya merona lagi.
"Lalu apa masalahnya?" tanya Eryk santai. "Aku akan tidur di sofa sesuai permintaanmu Gaea. Aku bukanlah lelaki yang memaksa wanita."
"Um."
"Gaea." panggil Eryk dingin.
"Baiklah, baiklah." kata Gaea.
Eryk sesungguhnya ingin mengenakan celana pendeknya, namun diurungkan niatnya melihat Gaea melirik malu-malu ke arahnya. Ia lantas berjalan ke sofa dan menyalakan pendingin ruangan.
Gaea melihat Eryk sedang menggerakan tubuhnya mencari tempat yang nyaman untuk tidur merasa kasihan.
Sofa kan sempit, Eryk pasti sudah biasa dengan kelembutan ranjang besarnya.
"Kau bisa tidur di sampingku kalau mau." Gaea menyarankan malu-malu.
Eryk yang akhirnya menemukan bagian yang nyaman di sofa berkata kalem, "Kau yakin?"
Gaea mengangguk.
Mereka hanya tidur bersampingan, takkan terjadi sesuatu yang tidak-tidak, kan ...?
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya π romance-nya mulai kerasa, saya harap π
πππ