Sweet Revenge

Sweet Revenge
Episode 24 : Return To The Past (3)


__ADS_3

Suasana mobil begitu sepi, semenjak keluar dari apartemen, Eryk sama sekali tidak mau bicara bahkan tidak mau mengecek kamera pengawas juga, hanya ingin pulang.


Ferdinand yang mengemudi melirik Eryk yang duduk tertunduk di kursi belakang. "Kau baik-baik saja, Eryk?"


"Hm," Eryk menjawab singkat.


Ferdinand fokus lagi ke jalan raya, percuma mengajak Eryk saat ini, masih syok soal kejadian tadi, yang ia herankan kenapa Eryk bisa langsung tahu bahwa kertas itu yang membuat adalah Kervyn? Padahal memakai ketikan bukan tulisan tangan.


Eryk mengembuskan napasnya, adrenalinnya tadi membuatnya tubuhnya letih sekali.


Kertas tadi ada satu inisial alphabet 'K' disertai simbol hati kecil di sana; Katherine sering memakai simbol tersebut ketika mengirim pesan padanya setelah mereka resmi menjadi sepasang kekasih.


Meskipun pahit mengakui kekalahan ini, Eryk bisa mempersempit kecurigaan bila yang mengincarnya bukanlah saingan bisnisnya, tetapi Kervyn termasuk penculikan Katherine juga saudaranya itu.


Eryk juga mencurigai bahwa tujuan Kervyn menculik Katherine hanyalah untuk membuatnya sengsara mengingat Katherine kekasih aslinya.


"Hm..." Eryk memang tidak tahu penculikan itu kapan terjadi, tetapi ia berasumsi terjadi ketika ia melamar Gaea di bandara mengingat Katherine saat itu sedang di perjalanan ke rumahnya. Ia berpikir apakah dengan pengumuman pertunangannya dengan Gaea akan membuat Katherine bebas? Ia harus bergerak cepat, namun Rainer sedang istirahat setelah seminggu ini kurang tidur.


Eryk bisa meminta anak buahnya yang tadi mencari petunjuk mengenai Katherine, tapi masalah Kervyn kan hanya rahasia keluarga Enzo.


Eryk mengembuskan napasnya, lelah sekali, matanya pun terasa berat, ia ingin terjaga hingga sampai rumah namun akhirnya tanpa disadari matanya perlahan menutup.


***


Flashback


***


"Eryk kau datang lagi?" kata Chief Charles.


Eryk mengangguk, kali ini ia membawa satu buket bunga anggrek mengingat Gaea begitu menyukainya ketika mereka mengunjungi kebun bunga bersama kemarin.


"Dimana Rainer?" tanya Chief Charles.


"Dia ada urusan," sahut Eryk.


Chief Charles tersenyum. "Eryk, kau dan Rainer bekerja bagus sekali hingga Gaea mau berbicara akhirnya, terutama kau sampai mau menemani dia di ruang interogasi agar tidak membuat dia takut, dengan begitu kami bisa mendapat petunjuk mengenai Orang Tua Gaea."


Eryk mengangguk. "Aku hanya melakukan tugasku,"


"Kau terlihat menikmati pekerjaan Bodyguard ini, Eryk." kata Chief Charles disertai tawanya.


Eryk menggaruk belakang lehernya gugup. "Aku mulai menyadari menjadi Bodyguard tidak membosankan juga."


"Kau yakin tidak menyukai Gaea?" tanya Chief Charles memancing.


Rona merah seketika muncul di wajah Eryk. "Tidak mungkin! Aku bukan pedofil! Usia kami berjarak lima tahun jauhnya. Aku akui Gaea memiliki mata serta senyum yang indah, tetapi hanya itu, aku menganggap dia hanya sebagai adik."


"Wajahmu berkata lain Eryk." kata Chief Charles polos. "Kenapa kau begitu membela mati-matian menyangkalnya? Santai saja Eryk."


Eryk tertunduk malu, bodohnya ia kena jebakan ucapan Chief Charles. "Aku ke Gaea ya, Chief?" tanyanya, tanpa jawaban dari Chief Charles, ia melenggang pergi ke dalam di mana kamar Gaea berada, ia mengetuk pintu. "Gaea ini aku," katanya lembut; tak ada jawaban jadi ia membukanya, tidak ada siapa-siapa. "Hm..." mungkin Gaea ke kantin? Mengingat ini jam makan siang.

__ADS_1


Eryk pun berjalan menuju kantin Polisi masih memegang buket bunga di tangannya, namun ketika sampai buket itu jatuh setelah matanya melihat Gaea sedang makan bersama seorang pemuda yang sangat dikenalinya. "Kervyn!?"


Yang dipanggil menoleh. "Oh, hey... Rey!" panggil Kervyn mengejek saat menyebut nama Rey. "Duduklah kawan."


Gaea membulat. "Kak Rey ada dua!?" serunya syok.


Kervyn tertawa kecil. "Kau tertipu penyamaran aku, gadis kecil." katanya.


Eryk segera menghampiri meja di mana Kervyn dan Gaea berada. "Kau apa-apaan sih? Menyamar jadi aku K—Key." ia sedikit panik akan nama yang cocok untuk Kervyn jadi menyebut apa yang terlintas di pikirannya: Key.


"Key," kata Gaea memiringkan kepalanya polos.


Eryk yang melihatnya begitu ingin sekali mencubit pipi Gaea yang imut sekarang ini. "Dia saudaraku, Gaea. Namanya Key."


Kervyn bertopang dagu santai. "Ya Gaea, maaf aku menipumu dengan menyamar menjadi Rey," sesalnya tanpa rasa bersalah sama sekali. "Walaupun aku yakin ada satu orang lagi yang sedang menipumu..." ia melirikan mata cokelat mudanya pada Eryk.


Eryk terbatuk, karena kesal ia melayangkan memukul ke Kervyn yang sayangnya gagal, karena saudaranya itu menghindar. "Kau!"


Kervyn tertawa penuh kemenangan. "Kau takkan bisa menangkapku, Mister Enzo." ejeknya sambil memicingkan mata tajam.


Eryk semakin emosi, sudah susah payah namanya dirahasiakan Kervyn malah dengan santainya bilang nama keluarga mereka. "Kau seta—"


"Sudah cukup!" seru Gaea sekuat tenaga hingga wajahnya memerah. "Tolong jangan bertengkar lagi!"


Eryk yang mau memberi pelajaran lagi pada Kervyn pun berhenti, ia melirik Gaea yang di pinggiran matanya mulai terkumpul air mata. "Ini salahmu, Key!" serunya emosi.


"Kau yang membuat kegaduhan jadi kau yang membuat dia menangis, Mister Enzo." Kervyn membalas santai, tak suka disalahkan.


Eryk mengepalkan tangannya; lagi-lagi Kervyn menyebut nama keluarga mereka, untuk apa menyembunyikan nama asli mereka jika Gaea tahu nama keluarga mereka?


Eryk sendiri terkejut mendengar Gaea berani memerintah dirinya, tanpa protes ia duduk di depan gadis kecil itu.


'Aku bukan pedofil. Aku bukan... tapi wajah Gaea—'


Gaea melirik Kervyn yang masih enggan duduk. "Key."


Kervyn masih tidak menurut.


"Key!" teriak Gaea emosi.


Kervyn akhirnya mau bukan karena takut, tetapi tak suka mendengar teriakan.


"Bagus."


Eryk merasa Gaea yang manis perlahan berubah menjadi seperti lelaki, apakah akibat bermain dengannya dan Rainer?


"Berjabat tangan dan minta maaf," kata Gaea.


Eryk dan Kervyn melirik satu sama lain, sebelum membuang muka kemudian.


"Tidak perlu." kata mereka bersamaan.

__ADS_1


"Aku nangis nih ya?" Gaea mengancam yang membuat Eryk dan Kervyn panik, jika Gaea menangis seluruh kepolisian akan menasihati mereka berdua.


Eryk dan Kervyn melirik satu sama lain lagi, sebelum kemudian saling mengulurkan tangan mereka dan menjabat tangan sambil berkata. "Maaf."


Gaea bertepuk tangan.


Eryk mengembuskan napasnya.


***


Flashback Selesai


***


"Eryk—"


"Hu—h?" Eryk membuka perlahan matanya yang terasa berat.


"Eryk—"


"Hm—" Eryk mengedipkan matanya agar pandangan matanya fokus, "Ferdinand?"


Ferdinand mengangguk. "Kita sudah sampai di rumah."


Eryk menguap kecil, dengan kesadaran yang masih belum pulih sepenuhnya, ia berjalan keluar mobil, memasuki rumahnya dengan perlahan.


"Selamat datang." Gaea menyambut dengan senyuman yang lebar.


"Kau." Eryk bergumam; kenapa wanita muda itu mengusik mimpinya? Sudah cukup di dunia nyata ia tersiksa akan sifat keras kepala Gaea.


"Kau terlihat lelah," kata Gaea setelah memperhatikan Eryk.


Eryk menaikan sebelah alisnya. "Daripada membicarakan aku lebih baik bersiap-siap."


Mata Gaea melebar. "Bersiap-siap?"


Eryk mengangguk. "Kau akan latihan menembak atau memanah sekarang."


"Kesepakatan kan besok bukan sekarang!" kata Gaea panik, sejak tadi belum terpikir sama sekali, asyik makan dan nonton film bersama Alex dan Bintang.


"Beruntung, aku tak peduli. Kau ikut denganku sekarang." kata Eryk dingin.


Gaea ingin berkata lagi tetapi, Eryk sudah mengangkat tubuhnya, menaruhnya di bahu bagian kiri Eryk seperti memanggul beras. "Apa yang kau lakukan!? Hey, Tuan Muda lepaskan!" serunya sambil memukul-mukul punggung Eryk.


Eryk tak peduli, terus berjalan, mengangkat Gaea hitung-hitung pemanasan.


Note :


Silakan mampir ke novelku yang lain sambil menunggu novel ini update, The Lovely One atau Menikah Kontrak :)


Please like, komentar dan vote buat mendukung novel ini :)

__ADS_1


Saya masih kebingungan sama visual Rainer mengingat fisik dia terinspirasi sama tokoh otome game hp yang saya mainin :( tapi saya berusaha nyari biar kalian bisa ngebayangin dia juga


💕💕💕


__ADS_2